Memburu Untung dari Options Trading

Memburu Untung dari Options Trading

Options trading memang kurang familier di telinga kita. Jangankan bicara tentang options, untuk saham saja yang telah ada di Bursa Efek Jakarta (BEJ) sejak akhir 1970-an, saat ini masih banyak orang yang belum ngeh. Toh, itu bukan halangan bagi orang-orang yang haus investasi. Meski instrumen options belum likuid diperdagangkan di Indonesia, para maniak investasi produk derivatif ini memburunya hingga ke luar negeri. Tidak perlu terbang langsung ke Chicago untuk bertransaksi, cukup diakses via Internet.

Abraham Lembang termasuk pemain options cukup lawas. Sejak lima tahun lalu ia sudah piawai mengail untung dari perdagangan options. Ilmu tentang seluk-beluk berdagang options ia pelajari secara otodidak. Bahkan, tidak segan-segan ia beberapa kali datang langsung ke Chicago Board Options Exchange (CBOE) manakala ada ekspo untuk menimba ilmu. Hasil belajar sendiri itu ia praktikkan dengan bermain langsung di bursa options serta mendirikan lembaga pendidikan tentang options di Indonesia.

Menurut Abraham, options adalah suatu kontrak formal di mana pemegangnya mempunyai hak, tapi bukan kewajiban membeli atau menjual suatu underlying/saham pada jumlah tertentu, harga strike tertentu, dalam jangka kontrak tertentu pula. Singkatnya, options merupakan turunan underlying saham yang diperdagangkan di lantai bursa.

Transaksi options mempunyai tiga komponen utama. Pertama, underlying, yaitu saham yang menjadi acuan produk derivatif ini. Kedua, strike price. Harga strike adalah harga kontrak di mana pemain options harus membayar atau menerima underlying bila saham di-exercise. Maksud kata “exercise”: aktivitas saat pemain options melaksanakan haknya membeli atau menjual suatu underlying saham yang menjadi acuan options yang dipegang. Ketiga, expiration date, yakni batas tanggal terakhir jangka kontrak options. Jadi, options memang terikat umur atau jangka tertentu. Biasanya 2-4 minggu, tapi ada juga yang tahunan.

Tak bisa dimungkiri, options memang lebih kompleks dibanding saham. Tak mengherankan, jurus berinvestasinya pun sangat banyak. Dalam bermain saham, cuma dikenal posisi buy dan sell, sedangkan di options ada 70 strategi yang dapat diaplikasikan pada kondisi pasar saham sedang naik (bullish), turun (bearish) ataupun stagnan (sideways). Misalnya, strategi saat harga saham naik sedikit atau signifikan, ketika harga saham turun tipis atau tajam, manakala harga saham tidur lama atau cepat, dan sebagainya.

Adapun posisi transaksi options hanya mengenal dua metode: call dan put. Call options diartikan hak membeli suatu underlying pada strike price dalam jangka khusus. Kalau harga suatu underlying/saham sedang naik, otomatis harga call options juga terkerek. Sebaliknya, bila harga saham turun, nilai premium call options-nya juga ikut merugi.

Sementara itu, put options adalah hak menjual suatu underlying pada strike price tertentu dalam jangka tertentu. Di sini, jika harga saham turun, justru memicu keuntungan bagi pemegang put options. “Istilahnya kalau main saham, potensi untungnya bersifat satu arah karena hanya mengharapkan saat harga saham naik. Sementara jika main options, kesempatan untungnya dua arah, bisa terjadi manakala harga saham naik maupun turun. Inilah daya tarik options,” Abraham menjelaskan. Menariknya, dengan call options, pemain tetap bisa mencuri untung meski harga saham tidak bergerak.

Fleksibilitas options inilah yang membuat Abraham kepincut meliriknya. Boleh jadi pemikiran pemain lain juga begitu, soalnya ia memperkirakan kini ada 5.000-an orang Indonesia yang bermain options di CBOE. Pertimbangannya, dikatakan Abraham, CBOE adalah bursa options pertama, terbesar dan paling likuid di dunia. Di CBOE ada kontrak options atas 10 ribu saham yang listing di New York Stock Exchange (NYSE).

Sementara Abraham terdorong fleksibilitas dan terkontrolnya risiko options, Andre Sylvester dan Deddy Suganda punya motivasi lain mengapa tertarik options. Andre mengaku kenal instrumen options sejak kuliah master finance di Grooningen University, Belanda. “Waktu itu saya diajari ilmu options, lalu saya tertarik praktik ikut-ikutan main dalam jumlah kecil. Kalau serius main, ya satu tahun terakhir,” ujar lelaki kelahiran Surabaya, 1976, yang menambah ilmu dengan mengikuti kursus singkat options di Jakarta itu. Sementara Deddy tergiur options lantaran terkait dengan bidang usaha yang ditekuni. Ia bekerja di PT Universal Broker Indonesia yang terlibat untuk meramaikan revitalisasi pasar opsi di BEJ. “Tujuannya untuk belajar dan saya main sejak satu tahun lalu,” ujar Deddy yang mengalokasikan dana US$ 20 ribu untuk bermain options.

Cara untuk bergabung menjadi pemain options cukup mudah. “Mula-mula kita daftarkan diri ke broker asing yang memfasilitasi lewat Internet. Alamatnya bisa di http://www.optionsexpres/ dan http://www.interactivebroker/,” tutur Andre. Setelah itu, calon pemain harus mentransfer uang deposit minimal US$ 2 ribu. “Dalam waktu seminggu kemudian aplikasi kita bisa disetujui dan langsung bisa dagang options,” Deddy menimpali. Biasanya pasar CBOE dibuka dua sesi perdagangan pada pukul 09.30-16.00 waktu Chicago.

Kapan momentum tepat masuk pasar options? “Tergantung corporate action apa yang terjadi di kalangan emiten CBOE,” ucap Deddy yang lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Trisaksi itu. Bagi Abraham, tidak ada aturan baku, karena kapan pun pemain masuk selalu ada peluang. Bukankah potensi capital gains options bisa diraih manakala harga saham naik, turun dan diam? “Kalau strategi sudah benar, momentum kapan masuk options tidak terlalu penting. Berbeda dari transaksi valas yang sangat memprioritaskan momentum,” kata Abraham yang juga menjadi Direktur Institute of Options.

Jenis options yang dipilih tergantung pada selera pemain. “Kalau saya, sih macam-macam, ada Starbucks, Apple, atau perusahaan travel,” tutur Andre yang getol pula bermain saham, forex dan indeks. Pertimbangan pemilihan jenis options itu atas dasar fundamental perusahaan serta kondisi supply and demand industri itu di pasarnya. Deddy lain lagi. Ia lebih menyukai options saham-saham blue chips di NYSE, seperti Google atau sektor teknologi informasi lainnya.

Frekuensi transaksi options bebas ditentukan. Andre terbilang cukup aktif, lantaran tiap hari pasti main. Maklumlah, ia bekerja di perusahaan keuangan milik keluarga, sehingga lebih leluasa waktunya untuk bermain di instrumen ini. Berbeda dari Abraham yang baru sempat main 3-4 kali seminggu. Adapun Deddy tergantung pada kesempatan, karena ia sibuk bekerja sebagai direktur salah satu perusahaan investasi.

Hedging adalah strategi bermain options yang dianggap paling ampuh bagi mereka yang tidak risk taker. “Sebenarnya, options itu seperti beli premi asuransi. Kalau kondisi pasar crash, masih bisa dapat untung dengan cara di-hedging atau lindung nilai,” Deddy menerangkan. Selain hedging, menurut Abraham, secara teoretis strategi options pun ada leverage (daya ungkit). Hedging cocok untuk pemain yang profil risikonya konservatif atau moderat. Sebaliknya, leverage boleh dipakai pemain yang karakternya risk taker, karena potensi untung dan risikonya sangat tinggi.

Berapa besar potensi untungnya? “10% sudah cukup bahaya,” ujar Abraham menegaskan. Namun, ada pula orang yang bisa menangguk untung 200% semalam atau sekali transaksi, tapi itu hi-risk. “Kalau saya, cukup untung 5%-6% per bulan, asalkan aman dan kontinyu. Jumlah 5%-6% itu pun dalam US$ lho, jadi cukup gede nilainya,” kata Abraham lagi. Selain capital gains, ia mengatakan, return options bisa didapat dari dividen. Dividen ini berasal dari options berdurasi jangka panjang yang disewakan ke pihak ketiga. Pengalaman besaran untung yang diraih Deddy dan Andre tak terpaut jauh dari Abraham. Keduanya bersikap moderat; Deddy mengaku kisaran untungnya 4%-5% per bulan, sedangkan Andre 4%.

Risiko kerugian yang mereka alami nyaris impas dengan peluang untungnya. Menurut Abraham, probabilitas ruginya: jika 10 kali main, risiko ruginya dua kali. “Berdasarkan pengalaman saya, kerugian bisa ditekan 5%-10% per bulan,” ujarnya. “Karena potensi untung yang saya capai sekitar 4%, kemungkinan ruginya saya batasi maksimal 4% pula atau sebatas nilai kontrak options,” Andre menguatkan opini Abraham. Untuk Deddy, kerugian yang dideritanya minus 3%-4% per bulan.

Ketiganya mengakui sikap serakah adalah alasan utama mengapa seorang pemain gagal berdagang options. Abraham mengungkapkan, sebetulnya main options itu isinya 60% psikologi, 30% manajemen risiko dan 10% strategi. Jadi, main strategi apa pun percuma jika kita serakah. Itulah sebabnya, pemain dituntut sabar, mampu mengontrol emosi, serta tidak mudah iri hati jika ada teman yang untung besar dari options.

Abraham, Andre dan Deddy sepakat bahwa prospek bermain options cukup cerah. Apalagi, jika options bisa diperdagangkan lebih marak lagi di BEJ. Mereka pun tidak ragu lagi meningkatkan portofolionya. “Saya siap menjadi market maker-nya jika options ada di BEJ,” kata Abraham yang enggan terang-terangan menyebut total investasinya di options. Adapun Andre tidak menutup kemungkinan menambah lebih dari 60% portofolionya di keranjang options. Deddy agak konservatif dengan menyebut angka sedikit di atas 20% portofolionya siap ditanamkan di options.

BOKS 1:

Strategi Optimalkan Keuntungan

Abraham Lembang: Disiplin dengan hedging, karena potensi untung kecil dan risiko kecil. Sebaliknya, kalau strategi leverage, peluang untung besar, tapi risikonya juga sangat tinggi. Selalu ambil posisi put options (jual), tidak pernah call options (beli), sehingga tidak terancam risiko besar. Contoh: jika ia membeli saham Telkom di harga Rp 10 ribu, lalu andaikan harga saham itu dalam perkembangannya jatuh di harga Rp 8 ribu, ia masih bisa menjual lagi options saham Telkom di harga Rp 10 ribu. Jadi, untuk posisi put options-nya, ia masih untung. Prinsip transaksi: untung tinggi tidak ada artinya jika probabilitasnya kecil sekali. Sebab, itu sama dengan lotere.

Deddy Suganda: Strategi main options selalu hedging. Pasalnya, opsi ini seperti beli premi asuransi. Kalau kondisi pasar crash, masih bisa dapat untung. Memadukan posisi put dan call options

Andre Sylvester: Pasti melakukan hedging guna menghindari risiko tinggi. Mengambil posisi put options jika ia memprediksi harga saham akan naik. Indikasinya bisa dibaca dari fundamental. Demikian juga sebaliknya, jika harga saham diramalkan bakal turun, ia suka posisi call options.

BOKS 2

10 Prinsip Bermain Option Trading

1. Jangan menginvestasikan lebih dari 5% modal untuk single trade/satu kontrak transaksi.

2. Tidak melakukan investasi lebih dari sekali trading per malam atau lima kali trading per minggu.

3. Berinvestasi demi orang-orang yang paling berarti dalam hidup Anda. Orang tersebut bisa pasangan, anak, orang tua, saudara atau teman Anda. Bahkan, bisa demi Tuhan Anda.

4. Menyisihkan sebagian keuntungan Anda untuk orang-orang yang paling berarti bagi Anda tersebut setiap bulan.

5. Bekerja keras melakukan analisis fundamental, analisis teknis dan gapping analysis agar memiliki pemahaman yang lengkap dan cermat tentang perusahaan dan pasar.

6. Senantiasa punya kerendahan hati untuk belajar dari pasar sehingga Anda tidak akan menghancurkan dan mengubah prinsip, melainkan selalu mengikuti prinsip.

7. Memiliki hati yang bersih dan pasar akan memberkati Anda dalam bentuk return.

8. Selalu melakukan persiapan yang sungguh-sungguh menghadapi pasar: melengkapi diri dengan sikap dan ketangkasan untuk belajar secara konstan dan terus-menerus.

9. Tetap tekun ketika bernasib malang di pasar.

10. Selalu memiliki passion dan memilih hidup, bekerja dan bermain secara bebas (to live, work and play freely).

Dr. Clemen Chiang, Freely Business School, Singapura.

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag