Kian Mencorong di Jalur Sepi

Kian Mencorong di Jalur Sepi

Kinerja ini terbilang ciamik. Sebagai catatan, total penjualan Oriflame di pasar Asia per April 2006-Maret 2007 mencapai 50 juta Euro. Dari angka tersebut, dalam waktu tiga bulan terakhir (Januari-Maret 2007), total penjualan mencapai 15 juta Euro. Di pasar regional ini, menurut Olla, dalam lima tahun terakhir, kinerja Indonesia berada di posisi teratas. Bahkan di seluruh jaringan perusahaan ini di seluruh dunia, masuk tiga besar bersama Rusia dan Belgia. Pasar kosmetik Indonesia sendiri total setiap tahun meningkat sekitar 10%.

Kinerja di regional turut mendongkrak pamor Oriflame global. Lima tahun lalu, secara global Oriflame masih di peringkat ke-11. Kini, posisinya nomor 5. Di usia ke-40 tahun, pertumbuhan Oriflame dunia berkembang pesat. “Sedikitnya kami mengembangkan 100 produk baru setiap tahun,” ujar Olla. Untuk Indonesia sendiri, pesatnya perkembangan kinerja menarik dicermati. Pasalnya, Avon, pemain utama produk kosmetik dengan sistem penjualan langsung di Indonesia, sudah tutup sekitar dua tahun lalu. Mungkinkah mencorongnya kinerja OI karena tak lagi punya rival tangguh?

Menurut Olla, ditutupnya Avon di Indonesia tak punya pengaruh besar. Baginya, faktor utama kesuksesan terletak pada dukungan penuh yang diberikan OI terhadap para konsultannya dan pengembangan produk yang terus dibenahi setiap hari. Dijelaskannya, tiap bulan pihaknya meluncurkan kurang- lebih 20 produk baru atau lebih dari 100 produk baru setiap tahun. Dan saat ini, ada sekitar 560 item produk yang ditawarkan di katalog. Selain itu, dikembangkan sistem penjualan langsung dengan mengombinasikan single level marketing (SLM) dengan multilevel marketing (MLM). Apa itu?

Shita Laksmita, Manajer Pemasaran OI, menjelaskan, Avon memiliki sistem yang berbeda dari Oriflame. Avon murni menjalankan SLM, sedangkan pihaknya memadukan SLM dengan MLM. “Kami mengambil hal-hal yang bagus di sistem SLM, juga di MLM,” ujarnya. Ditambahkan Shita, ”Biaya pendaftaran (jadi konsultan) pun sangat murah, hanya Rp 30 ribu dengan risiko yang sangat kecil.”

Dengan sistem ini, tersedia jenjang karier yang menjanjikan: terentang dari posisi konsultan, kemudian naik menjadi manajer, manajer senior, direktur, gold director, sapphire director, diamond director, double diamond director, executive director, senior executive director, gold executive director, sapphire executive director, diamond executive director, dan presiden direktur. Dalam sistem ini, seorang konsultan mendapatkan keuntungan 30% dari hasil penjualan langsung, plus bonus uang untuk setiap perekrutan seorang konsultan di bawahnya (downline).

Sekadar gambaran, posisi direktur (jenjang ke-4 dari bawah), misalnya. Pada tahun pertama akan mengantungi pendapatan Rp 60 juta/tahun. Selanjutnya, perolehan keuntungan itu akan semakin tinggi seiring dengan peningkatan jenjang karier. Hingga di posisi ke-2 teratas (diamond executive director) seorang konsultan akan memperoleh penghasilan sampai Rp 4 miliar di tahun pertama.

OI juga memberikan gimmick, dari bonus uang tunai sampai bonus mobil. Saat ini posisi diamond director mendapat Honda CR-V. Sementara jenjang yang lebih tinggi, seperti senior executive director, memperoleh Toyota Camry. “Kami juga memberikan bonus traveling ke luar negeri. Tahun ini ada 150 orang yang akan kami ajak ke Spanyol. Tahun lalu kami ke Shanghai dan sebelumnya lagi ke South Africa,” ujar Olla.

Shitta melanjutkan, ketika seseorang mencapai posisi manajer (level kedua dari bawah), saat itu otomatis yang bersangkutan menjadi bagian dari Leader Mandiri Oriflame dan masuk dalam Oriflame Leadership Academy. Di sini yang bersangkutan akan mengkuti berbagai pelatihan dan seminar. Contohnya, seminar besar (nasional) diselenggarakan dua kali setahun. Adapun seminar reguler (lokal) 20 kali setahun. “Kami support untuk transportasi dan akomodasinya,” ujar Shita. Dan seorang manajer akan naik ke posisi direktur dengan dukungan direktur di atasnya. Dari posisi ini, yang bersangkutan mendapat berbagai bonus. Semakin banyak seseorang mengembangkan direktur di bawahnya, semakin tinggi ia menapaki Oriflame Success Plan.

Ririn Oktavia, konsultan sekaligus pengguna Oriflame, mengatakan bahwa Oriflame memiliki harga yang terjangkau dan sistem perekrutan yang sederhana. Wanita yang punya 12 downliner ini mengakui, setiap merekrut orang baru ia mendapat bonus sekitar 6% (bonus perekrutan). Adapun dari setiap pembelian yang dilakukan para downliner-nya, ia berhak memperoleh bonus 6%. Rasanya, pantas saja banyak yang berduyun-duyun masuk menjadi konsultan. Lantas, sampai kapan ini akan berlangsung?

Bisa dikatakan, Oriflame kini tengah mencorong di jalur sepi. Namun laiknya bisnis, selalu muncul pesaing baru. Toh, Olla tetap tenang. Kehadiran kompetitor baru setelah mundurnya Avon, menurutnya, tak membuatnya gemetar. ”Kami tetap sukses di Indonesia, with or without Avon,” ujarnya tegas. Itu artinya: siapa berani menggoyang Oriflame?

Yuyun Manopol & S. Ruslina

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag