Motor Jerman Menantang Motor Jepang
Minerva Sachs MadAss 125 merupakan motor hasil kolaborasi Minerva dan Sachs Farhzeug und Motorentechnik GmbH. Sachs dikenal sebagai produsen motor Jerman yang berdiri sejak 1886, atau perusahaan otomotif tertua setelah BMW. Bagi Sachs, masuk ke pasar Indonesia kali ini bukanlah pengalaman pertama. Sebenarnya, tahun 1960-an motor Sachs pernah singgah di pasar Indonesia, dan produknya hingga kini masih dijumpai di daerah Sumatera Utara sebagai kendaraan berbentuk becak motor. Sementara itu, Minerva resmi berdiri tahun 2005 dengan beberapa produk yang telah dihasilkan. Sebut saja motor bebek tipe Athena dan Super Z, motor trail tipe Sparta, motor usaha tipe Hammer, plus motor sport tipe R150.
Tentu saja, kenekatan Minerva menyeruak di tengah dominasi motor Jepang, plus harus bersaing dengan motor Cina, telah dikalkulasi dengan matang. Dari sisi kualitas, sebagaimana diklaim Kristianto Goenadi, Presdir Minerva, motor ini telah teruji mesinnya dengan kehadiran becak motor Sachs sejak 48 tahun silam. Untuk desain, modelnya unik dan inovatif. Rangka body dibuat modern, futuristik dan sporty. Tangki bensin yang menyatu dengan body meski terlihat kecil mampu menampung 5,3 liter bensin. Selain itu, motor ini sudah memakai spidometer digital dan emisi gas buang sudah lulus standar Euro 3.
Dari sisi harga pun terjangkau dibandingkan dengan produk sejenis di negara-negara lain. Menurut Kristianto, ada alasan khusus mengapa harga Minerva Sachs di Indonesia bisa kompetitif. â€ÂKami adalah perusahaan pertama yang melakukan co-branding dengan manufaktur Sachs,†ia mengkalim. Bandingkan dengan Singapura, Malaysia dan Thailand yang baru sebatas menjadi importir. Akibatnya, harga lebih tinggi sekitar 2.000 euro (setara Rp 23-24 juta) lantaran terbebani bea masuk. Sementara Minerva telah memproduksi motor sendiri dengan asistensi teknikal dari Sachs Jerman. â€ÂYang membuat harga Minerva Sachs murah karena kandungan komponen lokal 20%, dan rencananya bakal ditingkatkan menjadi 40%,†ungkap lelaki kelahiran Bandung 7 Desember 1968 itu. Ridwan Gunawan pun mengamini. â€ÂJika punya manufaktur di Indonesia, produsen motor bisa menekan biaya produksi dan bea masuk,†ujar pengamat otomotif itu.
Minerva memiliki pabrik seluas 4,6 hektare di Jonggol, Cileungsi, Jawa Barat. Kapasitas produksinya rata-rata 20 ribu unit per bulan dan bakal digenjot menjadi 40 ribu unit saban bulannya dengan jumlah karyawan 500 orang. â€ÂSachs akan memberi dukungan assembling equipment dan non-assembling equipment yang khusus untuk produk ekspor ke beberapa negara ASEAN sesuai dengan kualitas dan standar Sachs Jerman,†kata lulusan Institut Sains dan Teknologi Nasional Jurusan Teknik Elektronika itu. Tahap berikutnya, tahun 2009 Indonesia diagendakan bakal menjadi basis produksi Minerva Sachs untuk pasar regional di Asia Tenggara.
Bagi Kristianto, pemasaran Minerva Sachs tidak akan head to head dengan motor Jepang. Mengapa? Menurutnya, desain motornya jelas beda, sehingga menciptakan pasar khusus. Sekarang, walaupun pangsa pasar Minerva di pasar motor nasional masih sekitar 3%, untuk pasar motor non-Jepang mampu meraih pangsa pasar 30%, bahkan menduduki peringkat kedua setelah mocin Viar. Itulah sebabnya, pihaknya yakin mampu meraih target penjualan motor sebanyak 8-9 ribu unit per bulan. Apalagi potensi pasar kendaraan roda dua di Indonesia masih lebar, yaitu 4,8 juta unit tiap tahun. Jumlah itu menempati urutan ketiga setelah Cina dan India.
Keoptimisan Kristianto diperkuat dengan antusiasme repons pasar. Coba perhatikan, belum genap sebulan dilempar ke pasar, sudah ada yang pesan 800 unit motor Minerva Sachs. â€ÂPadahal, promonya cuma bermodal brosur,†Eddy Susanto, Manajer Pemasaran Minerva, menambahkan. Total penjualan Minerva bulan April tercatat sekitar 8.300 unit, dan tiap bulannya rata-rata 8.000 unit. Dengan adanya produk anyar Minerva Sachs, diharapkan mampu mendongkrak penjualan menjadi 15.000 unit per bulan. â€ÂKami punya target dan visi memiliki produk motor dengan reputasi terbaik untuk motor non-Jepang,†Eddy menegaskan. Dengan 500 dealer yang ada di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta, untuk produk terbarunya ini Eddy optimistis mampu menyemarakkan pasar motor nasional.
Dalam menghadapi persaingan Minerva tidak gentar. Beberapa jurus bisnis ke depan telah disiapkan. Umpamanya, penambahan varian produk sesuai dengan selera pasar, sehingga Minerva Sachs pun hendak meluncurkan produk skuter tahun 2009. Selain itu, strategi promosi juga diperluas. Selama ini, Minerva Sach banyak bermain di below the line, ke depan hendak masuk ke above the line dengan alokasi bujet promosi 2% dari omset. Tak kalah penting, terus membina segmen pasar komunitas hobi kawula muda umur 17-20 tahun. Juga akan menggandeng perusahaan penerbit kartu kredit setelah sukses bermitra dengan jaringan hypermarket Carrefour untuk pemasaran, dan sejumlah multifinance untuk pembiayaan.
Eva Martha Rahayu/Moh. Husni Mubarak.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.