Tabungan Berhadiah Tetap Jadi Andalan
Progam seperti ini memang masih menjadi andalan bank-bank untuk menarik dana masyakat. Sebut saja Bukopin yang menggelar program Tabungan SiAga Bukopin, yang berhadiah mobil New BMW 320i; lalu ada Jutawan Harian dari BNI; Danamon Menjemput Impian; Untung Beliung Britama dari BRI; ataupun Mandiri Fiesta berhadiah mobil New Camry. Djoemingin Budiono, Head of Marketing Retail Banking Bank Danamon, mengungkapkan, program tabungan berhadiah masih efektif menarik dana baik dari nasabah lama maupun mengakuisisi nasabah baru. Indikasinya tampak dari kesinambungan program baik dari bank-bank besar maupun bank-bank kecil.
Besarnya dana tabungan yang diraup sejumlah bank pun signifikan. Simak saja di BCA mampu meraih dana Tahapan BCA pada 2007 sebesar Rp 89,5 triliun, dan akhir tahun 2008 ditargetkan mencapai Rp 98 triliun. “Kami optimistis tercapai karena ada peningkatan 500 ribu nasabah baru dari yang ada sekarang 7 juta account,†ujar GM Pemasaran BCA Stephen Liestyo.
Program Mandiri Fiesta tak kalah sukses. Semenjak diluncurkan pertama kali tahun 2000, total dana tabungan tercatat Rp 17,9 triliun. Sekarang? Menurut Budi G. Sadikin, Direktur Micro & Retail Banking Mandiri, semester I/2007 dana tabungan Mandiri mencapai Rp 62,5 triliun atau naik Rp 44,5 triliun dari tahun 2000, atau rata-rata tumbuh sekitar 30% tiap tahun. Lalu, per Desember 2007 melonjak ke angka Rp 81,5 triliun. “Ini terjadi karena Mandiri meluncurkan program Mandiri Fiesta terbaru bulan Juni 2007,†ia menambahkan. Adapun jumlah rekening tabungan Mandiri hingga akhir Desember 2007 mencapai 7 juta atau tumbuh sekitar 26%.
Sementara itu, dengan exposure strategi pemasaran above the line dan below the line yang gencar, BNI mampu meraup dana pihak ketiga (DPK) cukup tajam. Wakil Dirut BNI Felia Salim menjelaskan, per Juni 2007 ketika program Rejeki Durian Runtuh (RDR) I digelar, DPK BNI tercatat Rp 39,6 triliun, lalu melonjak menjadi Rp 47,3 triliun per 31Desember 2007. Periode Januari-Maret 2008 ada masa kevakuman program RDR, sehingga nilai DPK turun menjadi Rp 46,3 triliun per Maret 2008. Pada 2 April 2008 BNI kembali menggelar RDR III, tapi dengan slogan yang berbeda, yakni Jutawan Harian. Kalau periode sebelumnya berhadiah uang dan barang, di periode ketiga ini hadiah sepenuhnya uang.
Pencapaian dana tabungan Bank Danamon pun tak main-main. Per Desember 2007 dana tabungannya menjadi Rp 11,46 triliun atau naik 17% dibanding periode yang sama tahun 2006. Bulan Maret 2008 tumbuh lagi sebesar 18%. â€ÂPeningkatan juga terjadi pada awareness nasabah. Berdasarkan data dari Roy Morgan, awareness konsumen hanya 50% untuk tahun 2005, lalu 2006 menjadi 60%, dan di 2007 sebesar 70%,†Djoemingin menguraikan.
Sementara itu, Bukopin siap menggenjot dana tabungan tahun ini menjadi Rp 4,5 triliun dari sebelumnya Desember 2007 sebesar Rp 2,6 triliun. “Kami akan fokus memenuhi target pertumbuhan dana murah, dan tahun 2008 ditargetkan tumbuh 20%,†ujar Direktur Konsumer Bukopin Lamira S. Parwedi. Menurutnya, komposisi dana murah Bukopin masih sekitar 40% tabungan, sedangkan 60% didominasi dana mahal berupa deposito. Adapun total DPK mencapai Rp 25 triliun, dan jumlah rekening berkisar 500-600 ribu.
Agresivitas bank-bank menggeber program undian belakangan, dinilai Djoemingin sebagai hal yang wajar. “By the end of the day bisa dibilang hidup-matinya bank itu ya dari dana tabungan masyarakat ini,†ia mengungkapkan. Guna memenangi kompetisi sengit ini, bank harus memiliki produk yang memenuhi kebutuhan dasar segmen nasabahnya. Lalu, produk itu harus dikomunikasikan dengan promosi efektif plus atraktif. â€ÂJadi, tidak harus besar-besaran, asalkan mengena ke target pasar,†tuturnya.
Tabel:
Inilah Hasil Program Tabungan Berhadiah
————————————————————————————— Nama Bank Pertumbuhan Posisi Tabungan per Desember 2007 per Desember 2006
——————————————————————————————————————–
BCA Rp 89,5 triliun Rp 71,57 triliun 25,05% Bank Mandiri Rp 81,5 triliun Rp 57,81 triliun 40,97% BRI Rp 72,27 triliun Rp 58,30 triliun 23,96% BNI Rp 47,3 triliun Rp 38,52 triliun 22,79% Bank Danamon Rp 11,46 triliun Rp 9,71 triliun 18,02% Bukopin Rp 2,6 triliun Rp 2,0 triliun 30%
——————————————————————————————————————– Sumber: Wawancara dan Bank Indonesia.
Eva Martha Rahayu/Afiff Maulana Dewanda.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.