Bakrie Telecom Hadir di 69 Kota
â€ÂKami telah berkomitmen memperluas kehadiran Bakrie Telecom di berbagai kota di Indonesia dan kami akan terus berupaya memenuhi komitmen tersebut. Tentu butuh waktu dan dilakukan secara bertahap, tapi jelas upaya tersebut kami penuhiâ€Â, papar M. Buldansyah (Danny), Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk.
Selama kuartal pertama 2009 Bakrie Telecom telah menambah 6 kota lagi dari yang sebelumnya 64 kota di akhir 2008 menjadi 69 kota. Kota-kota tersebut meliputi Cilacap, Jambi, Madiun, Magetan, Kisaran dan Pematang Siantar.
â€ÂJika di tahun 2007, Bakrie Telecom memulai ekpansi nasional di kota-kota besar di Jawa, Sumatera dan Sulawesi seperti Surabaya, Semarang, Jogja, Medan, Padang, Palembang dan Makassar sedangkan di tahun 2008 kami mengkombinasikan dengan kota kecil, maka di tahun 2009 ini akan lebih fokus di kota-kota kecil di Jawa dan Sumatera, †kata Danny.
Kebijakan Bakrie Telecom untuk terus memperluas wilayah layanan ini ditujukan agar basis pelanggan Esia, Wifone dan Wimode juga dapat merata ke berbagai kota. Terbukti pertumbuhan pelanggan Bakrie Telecom terus tumbuh secara signifikan. Secara nasional jumlah pelanggan Bakrie Telecom pada akhir Maret 2009 tercatat sebesar 8 juta pelanggan. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 77,8% dibanding periode yang sama tahun lalu dimana jumlah pelanggannya tercatat sebesar 4,5 juta pelanggan.
Tumbuhnya jumlah pelanggan berakibat positif terhadap kinerja keuangan. Jastiro Abi , Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk berpendapat, pendapatan perusahaan, baik pendapatan kotor maupun pendapat bersih meningkat secara signifikan. Pendapatan kotor perusahaan naik sebesar 37,9% dari Rp 591,6 miliar di kuartal pertama 2008 menjadi Rp 816,1 miliar di kuartal pertama 2009. Demikian pula pendapatan bersih perusahaan yang tumbuh sebesar 48,9% dari Rp 441,8 miliar di kuartal pertama 2008 menjadi Rp 658,2 miliar di periode yang sama tahun berikutnya.
Sementara itu laba usaha juga meningkat 36,4% menjadi Rp 73 Miliar kuartal pertama tahun 2009 dari Rp 53,5 Miliar diperiode tahun sebelumnya. Sedangkan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization) Bakrie Telecom membukukan pertumbuhan sebesar 59,7% year on year. Pada kuartal pertama 2008, EBITDA Bakrie Telecom tercatat senilai Rp 147,5 Miliar, sedangkan periode yang sama tahun berikutnya EBITDA Bakrie Telecom meningkat menjadi Rp 235,6 Miliar.
“Hal ini menunjukkan bahwa Bakrie Telecom secara fundamental operasional tumbuh sesuai dengan harapan,†ujar Jastiro Abi .
Pada kuartal pertama tahun 2009, terjadi penurunan pada laba bersih Bakrie Telecom menjadi Rp 5,7 miliar bila dibanding posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp27,4 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi kurs sebesar Rp 14,2 miliar di kuartal pertama tahun 2009 akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika selama periode tersebut. Hal ini lebih merupakan dampak dari belanja modal dalam US Dollar yang dilakukan perusahaan. Sementara untuk hutang dalam mata uang asingnya, Bakrie Telecom telah melakukan lindung nilai.
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.