Aice, Memanaskan Dinginnya Bisnis Es Krim

Liliana Gow, GM Aice Group Holding CompanyAda pemandangan menarik saat pembukaan Asian Games pada 18 Agustus lalu di Jakarta. Undangan yang hadir dengan menunjukkan tiket masuk mendapatkan es krim gratis dari Aice. Sebagai salah satu sponsor perhelatan olah raga terbesar se-Asia tersebut, Aice berkomitmen memberikan kontribusi maksimal terhadap event yang membanggakan itu. Bahkan, Aice membuat varian baru es krim berbentuk obor yang dikhususkan untuk menyambut Asian Games 2018.

Aice yang merupakan produk Aice Group Holdings Pte. Ltd. hadir di Indonesia sejak pertengahan 2015. Melihat iklim yang cocok di Asia Tenggara dan dengan misi membantu masyarakat mendapatkan hidup lebih indah, Aice meluncurkan beragam varian es krim yang diklaim sehat dan trendi untuk dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Aice memiliki beragam varian es krim, baik dalam bentuk cup (gelas), cone, stick, ataupun dalam bentuk mochi yang sangat unik. Aice selalu berusaha memberikan produk yang unik sehingga masyarakat tertarik mencoba. Salah satu es krim unggulan Aice adalah es krim berbentuk mochi dengan isian es krim rasa vanila, cokelat, dan durian.

Keunikan lain, misalnya, berupa bentuk dan rasa es krim yang berbeda dengan es krim lain yang telah beredar di Indonesia sebelumnya. Misalnya, Aice Semangka yang berbentuk potongan buah semangka, Aice Mangga Low Fat Less Sugar yang berbentuk buah mangga, dan Aice Sweet Corn, yakni es krim stik rasa jagung yang berbentuk buah jagung.

Konsep pembuatan es krim Aice adalah sehat dan trendi di mana konsumen bisa menikmati es krim yang terbuat dari pure buah asli, seperti buah mangga, durian, melon, dan stroberi,” ujar Liliana Gow, GM Aice Group Holding Company. Jumlah varian es krim Aice juga terus bertambah, dari 10 varian di 2015 menjadi 16 varian di 2018. “Minat masyarakat yang begitu tinggi membuat Aice terus meningkatkan jumlah produksi es krim setiap harinya,” ujar Liliana tanpa menyebut angka produksinya.

Selain itu, dari sisi harga, Aice selalu memastikan seluruh produknya memiliki harga terjangkau, sehingga dapat dikonsumsi seluruh lapisan masyarakat. Selama ini, pihaknya melihat pasar es krim masih didominasi produk es krim dengan harga yang relatif cukup tinggi, sehingga masih banyak warga, terutama dari kelas menengah-bawah, yang belum mampu membelinya. “Sesuai dengan semboyan Aice, ‘Have an Aice Day’, kami ingin menghadirkan es krim bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk kelas menengah-bawah, yang kurang mampu,” ujarnya. Itu sebabnya, Aice lebih fokus memilih jalur distribusi general trade yang menyasar pasar tradisional dan toko kelontong untuk memperluas jangkauan pasar.

Selain itu, faktor apa lagi yang yang membuat bisnis Aice terus melaju? Menurut Liliana, tentunya terdapat beragam faktor, baik internal maupun eksternal, yang mendukung bisnis Aice melaju, terutama di Indonesia. Faktor internal di antaranya dapat dilihat dari karyawan Aice, baik manajemen di kantor pusat maupun buruh di pabrik, juga distributor, semuanya memiliki komitmen dan kinerja yang optimal dengan prinsip untuk membuat kepuasan konsumen. “Untuk menjaganya, tentu selalu diadakan konsolidasi, koordinasi, dan pelatihan/peningkatan kapasitas,” katanya.

Faktor eksternal yang mendukung bisnis Aice di antaranya kondisi politik dan perekonomian Indonesia yang kondusif, berbagai peluang dalam dunia usaha, dan adanya pesaing bisnis yang mendorong Aice terus berinovasi dalam meluncurkan produk-produknya. Selain itu, beberapa kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan juga diklaim merupakan salah satu alasan mengapa konsumen menyukai dan memilih Aice. Sebagai contoh, Aice telah meluncurkan kampanye Berbagi Berkah di bulan Ramadan dan aktivasi di media sosial yang mengusung tema “Estafetkan Semangat Asian Games Membangun Kembali Lombok” sebagai bentuk dukungan pembangunan kembali Lombok pascabencana.

Bisnis Aice yang terus berkembang sejak 2015, tidak hanya dari sisi revenue tetapi juga dari sisi cakupan wilayah dan jumlah reseller. Di 2015, produk Aice hanya dapat ditemukan terbatas di beberapa kota di Indonesia, tetapi sekarang tumbuh pesat, yang terbukti dari kehadiran lemari es krim Aice yang sudah tersebar hampir di seluruh kota besar dan kota kecil di Indonesia.

Setiap tahun, perkembangan reseller baru Aice selalu meningkat dengan luar biasa. Setelah melalui tahap seleksi, Aice memilih toko sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Terhitung terdapat lebih dari 80 ribu distributor di 2018 ini,” ujar Liliana. Sayang, dia tak bersedia mengungkap berapa angka revenue atau pertumbuhan bisnis Aice.

Aice juga telah diakui masyarakat dengan beberapa penghargaan yang diterimanya. Liliana mencontohkan, selain sebagai satu-satunya merek es krim pilihan Asian Games 2018, pada akhir 2016 Aice juga dinobatkan sebagai satu-satunya industri es krim yang terpilih oleh IDN Times sebagai salah satu dari “Sepuluh Makanan Paling Viral”. Kemudian, Aice meraih Excellent Brand Award 2017 dari stasiun TV lokal, TATV di Solo, yang melakukan survei berdasarkan lima aspek: kesadaran merek, kepercayaan, tanggung jawab sosial, inovasi produk, dan citra merek. “Aice juga dalam waktu singkat telah mendapatkan penghargaan Produk Halal Pendatang Baru Terbaik dari LPPOM MUI pada 2017. Semua produk Aice telah lulus uji Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia, dan pabrik-pabriknya di Indonesia telah lulus sertifikasi tertinggi tingkat A halal,” ungkapnya bangga.

Ke depan, tentunya Aice akan terus berinovasi dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia. “Kami akan terus mendengarkan masukan dari para stakeholder kami, baik dari mitra, distributor, maupun konsumen kami,” ujar Liliana.(*)

Nisrina Salma dan Dede Suryadi

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)