Sang Pelopor Industri Permainan Jejaring Sosial

Dalam tempo hanya tiga tahun Zynga berhasil mengibarkan diri jadi perusahaan games dengan nilai buku tertinggi. Bagaimana model bisnis mereka sehingga dapat meraih laba bersih sejak tahun pertama dan menarik banyak investor?

Bisnis permainan—games—di dunia maya ternyata tidaklah maya. Bahkan sebaliknya, bisnis tersebut sangat riil. Fulus yang bisa ditangguk pun tak main-main, walau yang dijajakan hanyalah produk virtual.

Ambil contoh FarmVille di jejaring sosial Facebook. Permainan mengelola lahan pertanian virtual dengan menanam, merawat, memanen tanaman pangan (gandum, padi) dan pohon bebuahan, serta memelihara ternak virtual ini, pada 2009 saja, telah memikat 83 juta pengguna terdaftar.

Pengguna aktif FarmVille yang lebih dari 100 juta/bulan membuat apps ini bisa mendatangkan jutaan dolar per tahun hanya dari iklan yang mejeng. Belum lagi pendapatan dari penjualan “peralatan pertanian” yang mempermudah jutaan petani virtual desa maya itu menggarap ladang dan merawat ternak mereka.

Sepanjang 2009 saja, konon, Zynga Inc.—pemilik “lahan” FarmVille itu—rata-rata mampu menjual 500 ribu traktor/hari. Bukan traktor betulan, harga alat pertanian yang satu itu adalah 5.000 Farm Coins/unit. Namun, harap diingat, walau yang dilego cuma barang virtual, alias bukan beneran, duit yang masuk ke rekening perusahaan adalah dolar beneran.

Maklum, buat mendapatkan Farm Coin, mata uang yang berlaku di FarmVille, pemain harus beli token ke Zynga. Uang maya 5.000 Farm Coins tersebut setara dengan US$ 3,30. Transaksi dilakukan melalui pihak ketiga, seperti PayPal, yang mengambil fee sekitar 10%.

Hebatnya lagi, Zynga bukan cuma punya FarmVille. Perusahaan asal San Francisco, California, ini adalah pemilik 6 dari Top 10 Facebook Games. Selain FarmVille yang berkibar di puncak Top 10, perusahaan social network gaming (permainan jejaring sosial) ini adalah juragan Café World (31 juta pengguna terdaftar, peringkat ke-3), Texas HoldEm Poker (27 juta, ke-4), Mafia Wars (25 juta, ke-5), FishVille (24 juta, ke-6) dan PetVille (19 juta, ke-9). Ini posisi pada 2009, karena memasuki Mei 2010, Treasure Isle mampu merebut 26 juta pengguna terdaftar, menyalip Mafia Wars.

Maka, tak mengherankan, pada 2009 itu saja Zynga—yang memiliki lebih dari 246 pengguna aktif bulanan (MAUs, monthly active users), atau 4,5 kali lipat pesaing terdekatnya, Electronic Arts (EA)—diperkirakan meraup pendapatan US$ 300 juta lebih. Tahun lalu, dengan MAUs yang telah menembus angka 360 juta, para analis yakin, pendapatan mereka lebih dari US$ 525 juta atau sekitar US$ 1,5 juta/hari.

Pendapatan yang diraup Zynga menurut analis yang satu dan analis lain boleh jadi berbeda, tergantung pada cara penghitungannya karena sebagai perusahaan privat mereka tak wajib menerbitkan laporan keuangan. Yang jelas, seperti kata seorang petinggi PayPal yang dikutip Business Week, April 2010, “Zynga adalah merchant terbesar kedua kami, setelah eBay.”

Awalnya, Zynga Inc. yang didirikan oleh Mark Pincus dkk. pada Juli 2007 membuat versi jejaring sosial dari beberapa game yang telah terbukti diterima luas: Risk, Battleship, Boggle, Blackjack. Tak perlu diperkenalkan dari nol, modifikasi permainan yang tak serumit games untuk konsol itu tak memerlukan biaya kelewat besar. Selain itu, Zynga juga melakukan akuisisi, dimulai dari Friends for Sale yang diluncurkan pada November 2007.

Di sisi lain, Pincus yang memiliki rekam jejak luar biasa—kelahiran Chicago, 13 Februari 1966, ini menyabet gelar B.Sc. dari Wharton School dan MBA dari Harvard School of Business, telah enam tahun bekerja di bidang jasa keuangan dan modal ventura, termasuk di Hong Kong, dan mendirikan tiga bisnis dotcom (Freeloader Inc., SupportSoft Inc. dan Tribe.net yang semuanya dilepas dengan nilai selangit)—mengadopsi model bisnis yang terbukti sukses di Asia: mengharuskan pengguna membeli token untuk mendapatkan kemudahan atau keasyikan lebih dalam permainan Zynga. Alhasil, para analis pun yakin bahwa pelopor permainan jejaring sosial ini telah membukukan laba sejak tahun pertama bisnisnya.

Rapor keuangan yang biru tersebut, plus hubungan Pincus yang luas, membuat Zynga mampu menarik investor sebelum ulang tahun pertamanya. Pada April 2008, lima investor perorangan dan lima modal ventura memercayakan US$ 5,6 juta dananya, dan Juni 2008 mereka menambah investasi dengan US$ 5 juta. Dukungan kapital ini memungkinkan perusahaan yang mengambil nama bulldog kesayangan Pincus ini, Zinga, dengan cepat mengembangkan berbagai game sendiri (Scramble, Vampire Wars, Mafia Wars) atau mengakuisisi games orisinal perusahaan lain (YoVille).

Yang menarik, walau telah memiliki otot finansial kuat, Pincus memanfaatkan sumber daya secara bijak. Sementara EA menghabiskan waktu tahunan dan dana US$ 100 juta guna mengembangkan dan memasarkan sebuah game baru, Zynga hanya membutuhkan US$ 10 juta buat pengembangan plus US$ 20-30 juta untuk pemasaran. Buat meluncurkan Café World, misalnya, mereka hanya mempekerjakan 25 orang selama lima bulan.

Salah satu faktor yang membuat biaya pengembangan game baru Zynga jadi murah adalah “keberanian” Pincus mencuri ide para pesaingnya. Seperti Bill Gates yang mengopi inovasi Netscape, Lotus dan WordPerfect dan menghancurkan produk pelopor itu dengan Explorer, Excel dan Word, Pincus juga memanfaatkan posisi dominan Zynga di industri social network gaming untuk terus menjadi yang terbesar.

Praktik tak terpuji ini membuat Zynga harus membayar ganti rugi setelah dimejahijaukan oleh Psycho Monkey, pembuat Mob Wars yang merasa semua aspek dari permainan ciptaannya itu dijiplak mentah. Akan tetapi, ganti rugi sebesar US$ 7-9 juta itu tak seberapa dibanding laba yang diraup melalui Mafia Wars. Sebab itu, Pincus tak peduli walau dikatakan “tak banyak menyumbang pada inovasi industri games. Dia maju terus dengan Café World (yang mengopi Restaurant City, game yang diluncurkan Playfish 6 bulan sebelumnya, lalu FarmVille (yang terlalu mirip dengan Farm Town untuk dibilang kebetulan).

Pada tahap awal, buat memasarkan games Pincus mengandalkan popularitas Facebook yang dikunjungi puluhan juta pengguna setiap hari sehingga hemat biaya promosi. Untuk Café World, FarmVille, dan permainan lain yang dikembangkan belakangan, Zynga sang pelopor memanfaatkan posisi dominan games sebelumnya. Promosi-silang inilah yang memungkinkan Treasure Isle, misalnya, memikat 26 juta pengguna terdaftar hanya satu bulan sejak diluncurkan pada April 2010. CityVille bahkan hanya membutuhkan waktu 12 hari buat memikat 26 juta pengguna terdaftar, sebuah rekor baru, ketika diluncurkan pada Desember 2010.

Setelah 2008, pertumbuhan pengguna terdaftar Zynga memang lebih pesat ketimbang Facebook. Dengan demikian, setelah sebelumnya memanfaatkan traffic Facebook yang memang luar biasa, sekarang boleh dibilang Zynga-lah yang memberikan nilai lebih pada jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu. Saat ini, porsi aplikasi aktif Zynga di Facebook mencapai 31%—dua kali lipat lebih apps milik Facebook sendiri yang cuma 14%.

Harus diakui, Zynga telah berhasil membuat permainan di dunia maya jadi lebih menarik. Tak seperti pada jenis permainan sebelumnya yang mengharuskan pemain untuk “menang”, game Zynga menyajikan “pengalaman” yang tak ada akhirnya. Pemain berinteraksi satu sama lain, misalnya mengajak pemain lain untuk membersihkan akuariumnya (dalam FishVille). Pemain yang tak terlibat tersebut dapat mengikuti interaksi tersebut, termasuk melihat gurita cantik milik tetangganya sehingga tertarik membeli piaraan virtual tersebut.

Berbagai game tersebut bukan cuma membuat para pengguna kecanduan dan jumlahnya menggelembung cepat, tetapi juga bikin barisan investor besar, termasuk Klein Perkins Caufield & Byers, berlomba mengetuk pintu kantor Zynga. Bahkan, Juni 2010, Softbank asal Jepang menempatkan US$ 150 juta sehingga, dalam tiga tahun setelah didirikan pada 2007, dana total yang berhasil mereka pikat mencapai US$ 519 juta.

Zynga, menurut Steven Carpenter, adalah salah satu perusahaan bisnisnya yang paling cepat menembus US$ 1 miliar—mereka cuma butuh waktu 19 bulan. Carpenter, pendiri dan CEO Cake Financial (yang pada awal 2010 diakuisisi E*Trade), memperkirakan dengan margin laba bersih 30%, pelopor industri permainan jejaring sosial yang pada 2010 dia perkirakan meraup pendapatan US$ 600 juta ini mengantongi laba bersih US$ 15 juta/bulan.

Di masa depan? Ada tantangan yang mesti diatasi jika Pincus ingin mempertahankan pertumbuhan bisnis Zynga yang luar biasa—yang terbesar adalah ketergantungannya terhadap Facebook (pengguna apps Zynga di MySpace, HI5, MSN dan Yahoo digabung jadi satu masih jauh lebih kecil ketimbang yang di jejaring sosial satu ini).

Sejauh ini, Pincus masih bisa menangkal rencana Facebook yang akan mewajibkan semua perusahaan yang menggunakan jejaring sosial miliknya sebagai platform untuk hanya menggunakan Facebook Credit sebagai mata uang virtual. Mungkin Zuckerberg masih segan terhadap Pincus yang pemegang saham minoritas dan Zynga yang setiap bulan membayar biaya promosi US$ 10 juta ke Facebook. Namun, dalam jangka panjang keadaan ini sulit dipertahankan, sehingga bukan tak mungkin margin Zynga akan tergerogoti. Buat menyiasati keadaan, pada awal April 2010 Pincus meluncurkan Zlive (yang menjajakan semua game Zynga) dan situs individual untuk setiap game.

Tantangan besar lainnya, rencana Steve Jobs mengontrol promosi mobile apps untuk iPhone, iTouch dan iPad lebih sulit ditangkal. Yang bisa dilakukan Pincus hanyalah menyediakan semakin banyak apps premium yang menarik. Untuk itu, dia tak segan merogoh kocek guna mengakuisisi perusahaan pemula, termasuk di mancanegara: Bangalore (India), Beijing (Cina), Tokyo (Jepang), dan Frankfurt (Jerman).

Sejauh ini, para investor masih happy dengan strategi yang diayun Pincus. Mereka terus mengetuk pintu kantor Zynga untuk menawarkan dana segar. Demikian pula pasar, sejauh ini sangat yakin dengan masa depan Zynga. Buktinya, SharePost, pasar sekunder yang jadi ajang jual-beli saham Zynga milik karyawan, menghargai nilai buku perusahaan yang belum masuk bursa ini US$ 5,27 miliar—lebih tinggi ketimbang EA, pelopor industri game komputer yang didirikan pada 1982, yang hanya dihargai US$ 5,24 miliar oleh para investor Nasdaq.

Riset: Rachmanto

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)