Bank Mandiri Panen Laba dari Inovasi Digital Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri

01 Des 2022, 08:44 WIB
Thomas Wahyudi, Senior Vice President Transaction Bank Retail Sales Group Bank Mandiri.
Thomas Wahyudi, Senior Vice President Transaction Bank Retail Sales Group Bank Mandiri.

Ira Rachmi (49 tahun) acapkali melempar senyum setelah menuntaskan transaksi di aplikasi Livin’ by Mandiri. Aplikasi yang dibuat oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini memudahkan Ira untuk membayar tagihan listrik, membeli pulsa, transfer dana, hingga membeli reksa dana. “Ndak perlu ke ATM Bank Mandiri, transaksinya di rumah saja,” ujar Ira mengenai pengalamannya bertransaksi di Livin’ by Mandiri.

Aplikasi ini merupakan hasil nyata dari inovasi digital. Bank Mandiri merilis Livin’ by Mandiri pada Oktober 2021. Ini merupakan langkah taktis perseroan untuk merespons perubahan perilaku nasabah dan tren digitalisasi di industri perbankan.

Persaingan bisnis perbankan pun semakin kompetitif lantaran jasa keuangan dan pelayanan nasabah perbankan bertumpu pada platform digital. Gejala ini memicu bank ini untuk berinovasi dan beradaptasi dengan menyodorkan beragam produk dan layanan berbasis digital.

“Ketersediaan aplikasi finansial super-app Livin’ by Mandiri itu merupakan respons kami untuk beradaptasi,” ujar Thomas Wahyudi, Senior Vice President Transaction Bank Retail Sales Group Bank Mandiri.

Bank berlogo pita emas ini menyematkan fitur termutakhir di Livin’ by Mandiri guna memenuhi semua kebutuhan nasabah. Fitur terbaru yang bertajuk Livin’ Investasi bertujuan menghadirkan solusi berinvestasi secara mudah, cepat, serta aman, sedangkan Livin’ Sukha untuk mengakomodasi kebutuhan gaya hidup nasabah.

Fitur Livin’ Investasi memudahkan nasabah membeli reksa dana mulai dari Rp 100 ribu dan memantau langsung portofolio investasinya itu, serta memberikan layanan top-up otomatis (auto debit) dari rekening tabungan Bank Mandiri. Adapun fitur Livin’ Sukha memudahkan nasabah membeli tiket pesawat dan kereta api, memesan dan membayar tiket konser, membeli vocer game online, mengajukan pembiayaan kredit kendaraan bermotor, dan membayar asuransi jiwa. Fitur terbaru ini kian melengkapi fitur yang ada sebelumnya.

Berbicara pelayanan nasabah di aplikasi digital, Bank Mandiri juga memanjakan nasabah di segmen wholesale. Aplikasinya berjenama Kopra by Mandiri yang dirancang khusus untuk menggarap segmen wholesale. Layanan ini disediakan untuk memfasilitasi kebutuhan nasabah. Kopra by Mandiri memiliki layanan digital single access, yang menjadi pusat aktivitas informasi dan transaksi finansial bagi komunitas bisnis/pelaku usaha di segmen wholesale berikut ekosistemnya dari hulu ke hilir.

“Kopra by Mandiri mengintegrasikan seluruh kebutuhan transaksi wholesale ke dalam satu platform secara single sign on (SSO) dengan fitur cash management,” kata Thomas.

Langkah Bank Mandiri berinovasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk bertransformasi, memperluas ekspansi bisnis, serta mengadopsi Revolusi Industri 4.0. “Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, kami menyadari sepenuhnya bahwa kami harus beradaptasi dengan cepat, terutama menghadapi penetrasi cepat industri keuangan yang berbasis teknologi informasi,” Thomas menuturkan.

Untuk itu, CEO bersama jajaran direksi dan seluruh pegawai memperkuat budaya kolaborasi dan inovasi yang berlandaskan nilai inti Kementerian BUMN, yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Insan Mandirian, demikian julukan pegawai Bank Mandiri, dipandu oleh CEO untuk berinisiatif dalam mengkreasikan produk dan layanan terbaru yang bisa menyokong target bisnis.

Budaya inovasi, yang merupakan aspek dari budaya kerja Bank Mandiri, dipraktikkan oleh setiap unit kerja. Manajemen membuka pintu selebar-lebarnya kepada Insan Mandirian untuk menyampaikan gagasan yang segar. Kemudian, ide ini dikurasi untuk diproses lebih lanjut menjadi purwarupa (prototype), yang nantinya dieksekusi menjadi produk dan layanan terbaru. Kendati setiap unit kerja memiliki anggaran khusus terkait penciptaan inovasi, mereka tak sungkan menjalin kolaborasi lintas unit kerja.

”Bank Mandiri juga mengadakan program internal, yaitu Mandiri Innovation Awards (MIA), sebagai kompetisi yang bertujuan untuk menjaring ide-ide inovasi dari seluruh pegawai untuk kemudian dievaluasi dan diuji kelayakan idenya,” ungkap Thomas.

Pemenang kompetisi ini akan memperoleh beragam akses untuk merealisasi ide inovatifnya. Proses evaluasi ide ini dipantau oleh tim panel yang terdiri atas manajemen inti serta perwakilan praktisi dan investor.

 Thomas menjabarkan, suasana dan lingkungan kerja yang kooperatif di Bank Mandiri itu menghasilkan inovasi yang bisa direalisasi dan dieksekusi dengan baik. “Tak hanya itu, CEO dan senior management juga sangat mendukung dan bahkan menjadi pendorong penciptaan inovasi yang inline dengan kebutuhan nasabah. Tidak jarang, mereka menjadi sponsor langsung inovasi-inovasi yang ada,” ungkapnya.

Khusus untuk Livin’ by Mandiri, bank BUMN ini menyediakan platform media yang diakses oleh seluruh karyawan Bank Mandiri. Mereka memberikan umpan balik (feedback) berupa masukan, kritik, komentar, hingga usulan pemberian nama di fitur-fitur Livin’ by Mandiri. Jurus ini mengakselerasi manajemen untuk mengembangkan fitur aplikasi yang inovatif.

Inovasi berbasis teknologi ini merupakan salah satu komponen yang mendongkrak pertumbuhan kinerja bisnis Bank Mandiri. Laba bersihnya pada semester I/2022 senilai Rp 20,2 triliun, naik 61,7% dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Pada periode itu (year on year/YoY), total aset perseroan mencapai Rp 1.785,71 triliun atau tumbuh 12,98%. Penyaluran kredit senilai Rp 1.138,31 triliun atau tumbuh 12,22% sehingga Bank Mandiri juga tercatat sebagai bank dengan penyaluran kredit terbesar di Indonesia. Adapun non performing loan (NPL) alias kredit macet sebesar 2,47%, atau turun 0,72%.

Berbagai indikator positif itu tidak terlepas dari peran teknologi yang mengakselerasi pertumbuhan bisnis perseroan. Ini bukanlah mimpi di siang bolong. Bank yang didirikan pada 2 Oktober 1998 ini telah panen laba dari inovasi digital itu. Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja bank ini tidak lepas dari peran teknologi pada bisnis perseroan.

Sebab, Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri yang dirilis pada Oktober 2021 menghasilkan buah yang manis. Per Juni 2022, Livin’ by Mandiri diunduh lebih dari 14 juta kali. Jumlah transaksi via Livin’ by Mandiri sejak awal tahun hingga Juni 2022 (year to date) mencapai 881 juta transaksi dan senilai Rp 1.080 triliun atau tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan periode Juni 2021.

“Tak hanya itu, kinerja perseroan juga ditopang oleh kekuatan super-app Livin by Mandiri yang andal, hingga hanya dalam delapan bulan, sejak dirilis hingga Juni 2022, sudah diunduh oleh 15 juta downloader dan mampu mengeksekusi hingga 21 ribu transaksi per detik,” kata Sigit di Public Expose Live pada 15 September 2022.

Kopra by Mandiri juga berperan besar dalam meningkatkan transaksi wholesale. Tercatat, jumlah transaksi wholesale Bank Mandiri pada semester I/2022 tumbuh 72% atau menembus 326 juta transaksi dan nilai transaksi mencapai Rp 8.053 triliun atau tumbuh 29% (YoY).

Pada Juni tahun ini, platform digital wholesale andalan Bank Mandiri ini mencatatkan peningkatan pengguna sebesar 137%, atau menjadi 55 ribu dari 23 ribu pada akhir 2021. Akselerasi digital yang konsisten tersebut juga berhasil meningkatkan rasio dana murah (CASA) Bank Mandiri menjadi sebesar 75%.

Perlahan tapi pasti, Bank Mandiri kian mengembangkan Livin’ by Mandiri sebagai aplikasi super-app dan super platform Kopra by Mandiri. “Agar bisa memenuhi semua kebutuhan nasabah di segmen ritel dan wholesale,” Thomas menegaskan. Insan Mandirian tak ingin berpuas diri lantaran mereka berencana merilis beragam inovasi yang memanjakan nasabah serta berkontribusi aktif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan di periode mendatang. (*)

Sri Niken Handayani & Vicky Rachman

www.swa.co.id