Mubadala Petroleum, Platform Digital untuk Cetak Pemimpin Terbaik

26 Apr 2022, 08:17 WIB
Ahmad Rinaldi, Training Development Coordinator Mubadala Petroleum
Ahmad Rinaldi, Training Development Coordinator Mubadala Petroleum.

Dalam urusan human capital, Mubadala Petroleum punya visi besar: menjadi the employer of choice pada tahun 2024. Untuk mencapainya, anak usaha Mubadala Investment Company milik Pemerintah Abu Dhabi ini pun terus meningkatkan program yang berkaitan dengan learning and development dari tahun ke tahun. Khusus pada 2021-2022, fokus mereka adalah meningkatkan human capital digitalization.

Ahmad Rinaldi, Training Development Coordinator Mubadala Petroleum, mengatakan bahwa perusahaannya menerapkan pendekatan modular dalam mengelola talenta dan menumbuhkan pemimpin, yang disebut Integrated & Systematic Development Action Plan. Di sini, Individual Development Program (IDP), Talent Review dan Other Requirements dikombinasikan dan dipantau dalam satu platform HR Information System melalui Oracle.

Pengembangan karyawan tersebut dipantau melalui tiga pilar: Performance Management, Competency Management, dan Key Players Management. “Ketiganya juga dimonitor oleh pemerintah. Sejauh ini, kami memenangi Career Development Management Award oleh SKK Migas untuk tiga tahun berturut-turut,” ungkap Rinaldi.

Rinaldi melanjutkan, dalam menggembleng SDM-nya, Mubadala mengembangkan tiga kurikulum seputar business leadership yang telah berlaku dan dijalankan di seluruh level. Tiga kurikulum itu: Lead Self (didesain untuk meningkatkan produktivitas karyawan); Lead Others (dirancang untuk meningkatkan manajer atau supervisor); dan Lead Business (dibuat untuk para eksekutif dan manajer senior atau manajer departemen).

“Semuanya saat ini sudah tersedia dalam modul online yang berkoordinasi dengan platform Coursera sehingga karyawan bisa mengaksesnya di mana pun dan kapan pun,” katanya. Adapun bentuk pembelajarannya secara garis besar dilakukan dengan cara on the job experience (70%), coaching and feedback (20%), dan formal training (10%).

Selanjutnya, dalam melakukan upskill dan reskill untuk future digital leaders, Mubadala memiliki beberapa strategi dan kreativitas. Antara lain, mengadakan Talent Mapping dan Identifying the Successor setiap tahun. Rinaldi menjelaskan, identifikasi suksesor dilaksanakan berdasarkan readiness level yang terdiri dari tiga aspek, yaitu ready next (1-4 tahun), high potential national, dan emergency stand in.

Semuanya didokumentasikan dan dipantau dalam succession handbook yang dipegang para manajer departemen. “Saat ini 37% karyawan kami telah dipetakan sebagai high performer dalam organisasi, dan 85% suksesor posisi kunci dan kritikal telah diidentifikasi,” katanya.

Strategi berikutnya adalah coaching/mentoring program journey. Pada strategi ini, jumlah pairings terus ditingkatkan. Rinaldi memaparkan, tahun 2018 memulai dengan 10 pairings dan coaching/mentoring booklet. Tahun 2019 menjadi 25 pairings, lalu ada Coaching/Mentoring Agreement, Action Plan, Pre-defined, dan Goals Sheet.

Tahun 2020, walaupun ada pandemi, program juga tetap meningkat jadi 38 pairings, bahkan menjadi benchmark bagi unit bisnis di negara lain. Lalu, tahun 2021 menjadi 42 pairings, serta melengkapinya dengan skill untuk menjadi coach (mentor program).

Perusahaan pun memfasilitasi customized learning experience, baik yang bersifat eksternal maupun internal. Untuk eksternal, perusahaan rutin mendaftarkan karyawan mengikuti public training seperti sertifikasi.

Dalam lima tahun terakhir, kata Rinaldi, pelatihan karyawan telah mencapai 4/382,69 man-days. Sementara untuk internal, karena sudah memanfaatkan digital, pembelajaran bisa bersifat self-paced learning melalui Coursera.

“Selama pandemi, kami tidak ingin berhenti menjalankan proses learning. Jadi, kami kolaborasi dengan Coursera for Business untuk self-paced online training yang mencakup ribuan topik pembelajaran. Hingga sekarang, perkiraan total jam belajar di MP Coursera telah mencapai 1.235 jam,” Rinaldi menjelaskan.

Terkait program pengembangan kepemimpinan, Mubadala memiliki leadership development program yang terbagi menjadi tiga. Pertama, In-House Leadership Program yang dilakukan dua kali setahun. Kedua, Leaders in Leading Business Program, berkolaborasi dengan Harvard Business School dan Oxford University. Lalu ketiga, Young Engineers Development Program untuk fresh entry level.

Selain itu, di situasi pandemi ini, Rinaldi menyampaikan, jajaran pimpinan perusahaan juga memberikan perhatian lebih kepada karyawan dalam hal konsultasi, motivasi, serta bentuk dukungan lainnya. “Hingga sekarang ada lebih dari 70 Call Reports from Leaders Generated. Ini membuktikan leaders kami menunjukkan extended support di tengah situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Dengan langkah-langkah yang sistematis dan penuh komitmen ini, Mubadala tentunya berharap punya pijakan untuk meraih visi besarnya: menjadi the employer of choice pada tahun 2024. (*)

www.swa.co.id