Solichin Lutfiyanto: Selalu Tunjukkan Performa Terbaik dalam Bekerja

21 Dec 2022, 16:12 WIB
Direktur Kepatuhan Bank BRI Achmad Solichin Lutfiyanto. (Ihsan/MIX)

Baru-baru ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI mendapatkan penghargaan Indonesia Good Corporate Governance Award 2022 dari SWA dan IICG. Raihan ini tak terlepas dari kinerja SDM, jajaran komisaris dan direksi BRI, salah satunya Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto.

Karier Solichin—sapaan akrabnya—bisa dibilang dihabiskan di BRI. Ia bergabung dengan BRI sejak 9 April 1992. Mengawali karir di BRI dari Kantor Cabang BRI Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Dalam menjalani karir, dirinya memiliki filosofi yang sederhana ‘tidak ingin jadi beban atasan’. 

“Ketika saya (menjadi) staf, saya nggak mau jadi beban kepala bagian atau kepala cabang. Ketika saya menjadi kepala bagian, saya nggak mau jadi beban kepala divisi. Ketika saya menjadi kepala divisi, saya nggak mau jadi beban direksi. Artinya, setiap kerja selalu memberikan performa terbaik,” ujar Solichin dalam wawancara bersama SWA, Selasa (20/12/2022). 

Selanjutnya, apabila menjadi pemimpin, maka jadilah pemimpin  yang baik. Menurut Solichin, pemimpin yang baik itu kontekstual. Jadi pemimpin yang paling pas itu sesuai dengan konteksnya. 

“Pemimpin itu harus mau mendengar, punya aspirasi, punya keinginan mau dibawa ke mana unit kerja yang dipimpin. Punya visi, cita-cita, aspirasi, mau mendengar tim, dan mau merangkul. Karena nggak ada pemimpin sukses tanpa dukungan dari timnya,” kata Solichin menguraikan. 

Solichin juga berpesan kepada generasi muda agar sering bergaul dengan senior leaders agar mendapat wisdom atau pengalaman. Karena wisdom dan pengalaman itu suatu hal yang tidak bisa dibaca di buku.  

“Kita yang sudah lebih tua ini pasti menang pengalaman atau wisdom, tapi kalo anak muda itu lebih menang di speed, skill, ilmu pengetahuan. Jadi, yang paling baik saya kira kombinasikan antara skill dan wisdom. Caranya dengan sering-sering bergaul dengan senior leaders agar dapat wisdom. Karena wisdom itu ga bisa dibaca di buku. Strategi kepemimpinan mengedepankan praktik kompetensi yang baik,” kata pria yang sudah 30 tahun lebih berkarir di BRI ini.  

Bagi Solichin, sukses bukanlah sesuatu yang kebetulan, tapi sesuatu yang direncanakan. Masing-masing orang harus merencanakan kesuksesannya sendiri, sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya, sama kerja keras. “Tapi intinya, (sukses) itu harus direncanakan,” ucapnya.  

Selama meniti karir di BRI, Solichin mengaku banyak didukung oleh keluarga. Baginya, peran keluarga dalam karir sangatlah penting, bahkan keluarga adalah segala-galanya. 

“Saya basically adalah “family man”. Saya enggak mungkin sampai (posisi) ini (Direktur Kepatuhan) kalau bukan dukungan dari keluarga,” ucapnya. 

Sebagai orang yang besar di BRI, ke depan Solichin ingin BRI harus memberikan economy value dan social value secara lebih besar. Economy value diukur dari kontribusi laba, karena laba sekian persennya nanti akan dikembalikan ke negara dalam bentuk dividen, juga nanti bayar pajak. 

“Nah, kalau laba kita makin besar, kontribusi ke negara juga semakin besar. Yang kedua, kita sebagai BUMN juga harus memberikan social value, karena apapun kita akan memberikan dampak kesejahteraan Indonesia,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id