Skip to main content

Channels

Pupuk Kaltim Bangun Pabrik Amonium Nitrat Senilai Rp1,17 Triliun

  • 12 Des 2022, 20:30 WIB
  • 0

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) atau Pupuk Kaltim mencetak laba Rp12,94 triliun per akhir September 2022. Sepanjang 1 Januari hingga 31 Oktober 2022, perusahaan yang telah berumur 45 tahun tersebut juga berhasil memproduksi 92% dari target 3,42 juta ton pupuk urea, 102% dari target 250 ton NPK, dan 101% dari target 2,79 ton ammonia.

Sementara itu, perusahaan telah memastikan ketersediaan pupuk untuk periode musim tanam pertama 2023 yang akan berlangsung dari bulan Maret hingga April 2023. Sebanyak 108.917 ton stok pupuk urea bersubsidi dan 6.725 ton NPK formula khusus, serta 158.702 ton pupuk urea non subsidi dan 38.073 NPK non subsidi telah didistribusikan di gudang-gudang milik PKT di seluruh wilayah Indonesia.

“Berbagai inovasi akan kami lakukan, beberapa diantaranya pembangunan pabrik dan industri baru, termasuk memulai produksi amonium nitrat sebagai hilirisasi amonia,” kata Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi dalam siaran pers, hari ini.

Pabrik Amonium Nitrat yang terletak di Kaltim Industrial Estate, Bontang, tersebut memiliki kapasitas 75.000 MTPY dan akan dioperasikan pada Kuartal II/2023. PKT memprediksi permintaan amonium nitrat akan naik hingga 221.441 ton. Sehingga pembangunan pabrik dengan perkiraan nilai investasi Rp1,17 triliun itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan amonium nitrat dalam negeri dan sebagai upaya substitusi impor

Dalam roadmap-nya PKT juga akan membangun pabrik untuk produk-produk bernilai tambah lain seperti Soda Ash dan Methanol. Selain melakukan transformasi hijau di Industri petrokimia untuk dekarbonisasi. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan untuk membantu pemerintah mewujudkan Net Zero Emmision di tahun 2026.

Dalam satu dekade, PKT menargetkan pengurangan sepertiga emisi karbon di tahun 2030. “PKT siap menciptakan masa depan baru demi pembangunan ekonomi yang lebih kuat dan mandiri, baik untuk Indonesia kini maupun generasi depan nantinya,” ujar Rahmad.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru