Skip to main content

Channels

IIF Turut Berkontribusi Dalam Restorasi Hutan Mangrove: Kolaborasi Special Mission Vehicle di Bawah Kementerian Keuangan

  • 19 Des 2022, 15:44 WIB
  • 0

Menjelang akhir tahun, PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) memperluas corporate social responsibility nya bersama dengan lembaga- lembaga Special Mission Vehicles (“SMV”). Kali ini, SMV berkolaborasi dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (“YKAN”) untuk mengefektifkan Program Akuakultur SECURE dan Ekowisata Mangrove Berkelanjutan di bawah pembinaan langsung Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Sebagai agen pembangunan yang berkelanjutan, sudah dimandatkan untuk IIF agar terus berkontribusi demi Indonesia yang inklusif dari segi ekonomi. Yang menjadi nilai tambah program tanggung jawab social dan lingkungan, IIF dan para SMV di bawah Kementerian Keuangan mendukung keberlanjutan area konservasi mangrove, serta pengembangan pariwisata lokal yang bertujuan membuka akses untuk peningkatan daya jual Usaha Mikro Kecil dan Menengah (“UMKM”) lokal, baik di bidang kuliner, akomodasi pariwisata, maupun kriya (pengembangan batik dengan pewarnaan alami mangrove). Selain itu, program ini turut meningkatkan biomasa ikan dan kepiting, serta mendukung pelestarian bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan satwa endemik Kalimantan.

Kolaborasi antara SMV dan YKAN menyangkut proyek jangka panjang yang dikhususkan untuk mengkonservasi lingkungan hidup, dan merevitalisasi ekonomi regional dari Desa Pegat Batumbuk, dan Desa Teluk Semanting yang berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kawasan yang terpilih merupakan kawasan hutan bakau dan sebagian telah dimanfaatkan untuk budidaya udang. Konversi besar-besaran dari hutan bakau tersebut menimbulkan urgensi lingkungan, sekaligus meningkatkan ketergantungan masyarakat lokal terhadap kegiatan ekonomi biru. SMV dan YKAN melalui kolaborasi program ini bertujuan mereboisasi dan mengkonservasi 756 ha hutan bakau dalam kurun waktu 10 tahun, mengembangkan model budidaya udang yang berkelanjutan, dan secara bersamaan mendorong pengembangan ekowisata sebagai kontributor besar bagi perekonomian daerah tersebut.

SMV dibawah Kementerian Keuangan Dalam Peresmian TJSL Pelestarian Hutan Mangrove

IIF bersama SMV lainnya mengungkapkan antusiasme dan komitmen nya terhadap kolaborasi ini dengan menyelenggarakan upacara dalam rangka meresmikan peluncuran program. Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan RI dan juga salah satu pemangku kepentingan turut menghadiri upacara untuk menyaksikan pengesahan dari program terkait. Pada pernyataan nya, Sri Mulyani Indrawati mengatakan “Saya berbahagia untuk dapat menyaksikan kesadaran dan advokasi tertinggi dari seluruh lembaga negara terhadap tanggung jawab lingkungan dan sosial nya, dilengkapi dengan upaya nyata untuk mengatasi isu-isu kontemporer ini. Program yang diberlakukan oleh SMV dan YKAN di Kabupaten Berau memberikan dampak positif tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat, dan saya terkagum dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang diperhitungkan selama perancangan program ini. Saya berharap itikad baik dari SMV dapat menjadi contoh bagi instansi lain, dan bagi kita sebagai rakyat Indonesia untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah perubahan iklim”. Pemangku kepentingan lainnya yang hadir dalam upacara tersebut antara lain adalah Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara –

Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Salaban – Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Laksmi Dwanthi – Bupati Kabupaten Berau, Sri Juniarsih Mas – jajaran eselon Kemenkeu, dan juga jajaran direksi dari SMV.

Upacara ini dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Ronald Silaban, diikuti dengan penampilan preshow yang dimeriahkan dengan tari rakyat asal Kalimantan. Acara utama dari upacara ini (peluncuran program CSR bersama) ditandai dengan gestur simbolis dari Sri Mulyani Indrawati, didampingi oleh Direktur Jenderal Kekayaan Negara, dan jajaran direksi dari SMV yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman bakau kepada Bupati Kabupaten.

Presiden Direktur IIF – Reynaldi Hermansjah, menyatakan “Corporate social responsibility bukan sekedar gratifikasi yang instan, melainkan sarana bagi perusahaan untuk memberdayakan masyarakat dengan suatu tujuan. Bersama-sama kita dapat melangkah lebih jauh, dan melalui kolaborasi ini kita dapat meningkatkan program yang berjangka panjang dan mendorong ekonomi biru. Kampanye CSR kami bertujuan untuk memberikan dampak secara sistematis. Melalui penandatanganan hari ini, kami mengambil tindakan untuk mendukung investasi pemerintah untuk lingkungan yang lebih hijau”.

Terbaru