Great Eastern Life Indonesia: Ayunkan Transformasi Digital, Kinerja Kian Optimal

02 Dec 2022, 08:58 WIB
Roy Hendrata Gozali, Head of Marketing PT Great Eastern Life Indonesia.
Roy Hendrata Gozali, Head of Marketing PT Great Eastern Life Indonesia.

Penambahan produk asuransi dan digitalisasi di perusahaan asuransi memudahkan masyarakat mengakses produk asuransi di era pandemi. Ini dilakukan oleh PT Great Eastern Life Indonesia (GELI) yang mengimplementasikan sejumlah inovasi untuk menyokong transformasi. Pandemi Covid-19 yang memicu ketidakpastian juga mendorong GELI mengakselerasi digitalisasi dan menyediakan produk asuransi yang mudah diakses publik di era kelaziman baru (new normal), dari tahun 2020 hingga saat ini.

Roy Hendrata Gozali, Head of Marketing GELI, mengatakan bahwa pihaknya mempersiapkan bisnis yang berkelanjutan dengan melakukan transformasi di aspek digital untuk memudahkan nasabah mengakses produk dan pelayanan asuransi. Kebetulan, nasabah muda lebih gesit mengadopsi platform digital.

        “Great Eastern Life Indonesia melihat hal tersebut sebagai sebuah kesempatan untuk mempercepat proses digitalisasi dan menjalankan roadmap transformasi digital lebih cepat agar dapat memberikan produk yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta layanan secara digital untuk mempermudah nasabah,” tutur Roy.

GELI fokus pada empat aspek, yakni program, produk, proses, dan SDM. Pengembangannya diselaraskan dengan kondisi bisnis dan perubahan perilaku masyarakat dalam dua tahun terakhir.

Langkah nyatanya yaitu memudahkan proses pelayanan, menggiatkan komunikasi di ranah digital (seperti Instagram), serta mengembangkan program dan produk. “Juga mempersiapkan pegawai yang berpola pikir untuk menatap masa depan, sepeti akselerasi digital,” ujar Roy.

GELI mempraktikkan strategi penetrasi serta pengembangan pasar dan produk. ”Kami menggarap pasar yang sudah existing melalui produk-produk yang sudah teruji tahun sebelumnya serta menggarap produk baru. Terlebih dengan pandemi, masyarakat semakin peduli pada kesehatan dan proteksi,” Roy menjelaskan.

Pada awal pandemi di tahun 2020 itu, GELI merilis inovasi terbaru, yaitu GEMA (Great Eastern Mobile Assistance) sebagai layanan asuransi yang bisa diakses melalui WhatsApp. Pada Oktober 2020, meluncurkan GoGREAT!, platform digital berbasis web untuk pembelian asuransi di dalam jaringan (daring) atau online.

GELI mengamati kebutuhan masyarakat terhadap produk asuransi yang mudah diakses di masa pandemi Covid-19. Peluncuran GoGREAT! merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjawab perubahan pola hidup masyarakat Indonesia, terutama di masa pandemi.

Kemudian, pada pertengahan 2020 perusahaan ini menginisiasi kampanye #SiapJalaniHidup guna mengamplifikasi pola pikir positif dan mengantisipasi berbagai situasi sekaligus mengambil berbagai peluang baru, menyediakan kebutuhan masyarakat Indonesia untuk memiliki perlindungan asuransi kesehatan yang mudah dan terjangkau, serta meningkatkan kontribusi terhadap premi.

“Transformasi ini juga mempersiapkan pegawai yang berpola pikir untuk menatap masa depan, sepeti akselerasi digital.”

Roy Hendrata Gozali, Head of Marketing Great Eastern Life Indonesia.

Perusahaan asuransi yang beroperasi di Indonesia sejak 1996 ini meningkatkan kanal bancassurance yang berkolaborasi dengan bank, pemasaran produk asuransi dengan perusahaan teknologi asuransi (insurance technology/insurtech), dan perusahaan lokapasar (e-commerce). “Saat ini, 90% bisnis kami ada di kanal bancassurance. Pada aspek demografi, nasabah berusia 35 tahun ke atas menggunakan kanal ini,” kata Roy.

Contoh kerjasama bancassurance, GELI dan PT Bank OCBC NISP Tbk. pada Juli 2021 meluncurkan asuransi Great Multiple Critical Illness. Pada Januari 2022, kedua perusahaan ini kembali bermitra untuk memperkuat kanal bancaassurance dengan meluncurkan i-Great Heritage Assurance (asuransi syariah).

Kerjasama bancassurance merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperluas pemasaran serta mendorong pertumbuhan bisnis melalui jalur distribusi. Maka, Maret lalu GELI menggandeng PT Bank Mestika Dharma Tbk. (Bank Mestika) yang merilis asuransi Great Wealth Assurance.

“Namun, kami mempersiapkan bisnis yang berkelanjutan. Kami mencoba membidik customer berusia muda sebagai customer masa depan kami. Seperti kita ketahui, pandemi Covid-19 yang telah berjalan dua tahun ini telah mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Kini, masyarakat lebih memperhatikan kesehatan,” Roy menjabarkan.

GELI bertransformasi dan mengakselerasi digitalisasi untuk memperkuat kualitas pelayanan dan produk asuransi bagi nasabah individual dan korporat. Hasil transformasi digitalnya antara lain klaim asuransi di aplikasi Great Eastern Corporate mencapai 40% dan memangkas durasi klaim dari tujuh hari menjadi tiga hari.

GELI menyediakan ePartner yang memudahkan tenaga penjual asuransi mengelola portofolio. “Juga ada Great Advice (mobile point of sales) untuk financial advisor. Para financial advisor bisa memberikan saran produk sesuai dengan profil nasabah karena semua disarankan dengan tepat,” katanya.

Penggunaan Great Advice meningkat 46% di 2021. Selanjutnya, sebanyak 50 polis terjual di GoGREAT! dan menghasilkan premi lebih dari Rp 600 juta pada September 2020 – Desember 2021.

Transformasi digital mempertahankan posisi GELI di 10 besar untuk asuransi jiwa joint venture dari jalur pemasaran bancassurance. Kinerja keuangan pun semakin optimal. Laba bersihnya pada 2021 senilai Rp 31 miliar. Total aset meningkat 16% menjadi Rp 8,1 triliun (year on year) dan rasio solvabilitas mencapai 683% atau melampaui syarat yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan, yakni 120%. (*)

Herning Banirestu & Vicky Rachman

www.swa.co.id