Skip to main content

Channels

Pecah Rekor, Bulog Gelontorkan 1,2 Juta Ton Beras untuk Operasi Pasar di 2022

  • 22 Des 2022, 20:48 WIB
  • 0
Peryama dalam sejarah, BULOG gelontorkan beras sebanyak 1,2 juta ton untuk operasi pasar selama 2022. (Perum Bulog)

Rekor pertama kali dalam sejarah, BULOG menggelontorkan beras sebanyak 1,2 juta ton dalam operasi pasar (sekarang KPSH) sejak Januari 2022 hingga 22 Desember 2022. Operasi pasar sebagai upaya meredam gejolak harga beras di Tanah Air.

“Angka ini merupakan jumlah penyaluran Operasi Pasar beras terbesar sepanjang sejarah berdirinya BULOG. Sesuai penugasan negara dan dalam kerangka stabilisasi ekonomi yang lebih luas, BULOG akan terus menggelar operasi pasar secara masif dengan adanya tambahan stok dari beras impor,” kata Dirut Perum BULOG Budi Waseso dikutip dari keterangannya, Kamis (22/12/2022).

Budi mengklaim pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran bahwa program KPSH harus berjalan lancar sepanjang tahun. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir, karena BULOG menjamin ketersediaan beras di masyarakat dengan harga terjangkau walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga.

“Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi sekarang dan kami akan terus membanjiri pasar dengan kekuatan stok CBP saat ini, di mana sudah ada tambahan dari beras impor. Penyaluran Operasi Pasar yang dilakukan BULOG akan terus bertambah jumlahnya sampai dengan akhir tahun,” katanya.

Kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras sebesar 500 ribu ton melalui Perum BULOG dipastikan memberikan dampak untuk menahan laju kenaikan harga beras. Dengan adanya impor beras dan pasokan CBP terpenuhi, maka harga beras di pasaran dipastikan akan mengalami penurunan.

“Psikologisnya, begitu kita datangkan impor (maka) ada kepastian barang. Ketika pasar sudah mengetahui BULOG punya barang, maka sangat diyakini harga akan bisa terkendali,” dia menguraikan.

Terkait tambahan beras impor ini Budi Waseso menegaskan bahwa kebijakan impor semata-mata untuk memperkuat cadangan beras nasional. Menurutnya impor beras tidak akan mengganggu petani yang baru akan panen Februari atau awal Maret 2023 nanti, karena kebutuhan stok CBP yang ditugaskan kepada BULOG cukup besar sekitar 1 – 1,5 juta ton.

“Di samping beras impor masuk, kami juga masih menyerap beras petani dalam negeri sampai dengan saat ini. Kemudian yang perlu kita perhatikan juga adalah stabilitas harga beras di masyarakat, pelaksanaan program stabilisasi tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat, terlebih di tengah situasi seperti sekarang”, ucap Budi.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru