Skip to main content

Channels

Rahasia Bank BTN dalam Menjalankan Kinerja yang Sustainable

  • 20 Des 2022, 20:25 WIB
  • 0
Dirut Bank BTN Haru Koemarhagyo (tengah) saat Menerima Penghargaan Indonesia Most Trust Companies 2022 (Foto: Audrey/SWA)

SWA Media Group kembali menggelar ajang penghargaan Indonesia Most Trust Companies 2022 dengan tema ‘Membangun Ketangguhan Perusahaan dalam Kerangka GCG’. Acara puncak ini merupakan bentuk pengakuan, penghargaan dan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berkomitmen dan konsisten menerapkan GCG secara berkelanjutan berdasarkan hasil pemeringkatan CGPI 2021. 

CGPI merupakan program riset dan pemeringkatan praktik GCG (Good Corporate Governance) perusahaan di Indonesia yang sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya sejak 2001. CGPI diselenggarakan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerja sama dengan Majalah SWA dan kepesertaannya meliputi perusahaan dari Emiten, BUMN, BUMD, perbankan, perbankan syariah dan IKNB.

Salah satu bank milik negara yakni Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sukses membawa pulang penghargaan dengan kategori sangat terpercaya. Haru Koesmarhagyo yang menjabat sebagai Direktur Utama BTN sejak Maret 2021 ini benar-benar menunjukkan kualitas kepemimpinannya terhadap BTN.

“Saya mengapresiasi adanya penghargaan seperti ini dan merupakan salah satu tonggak upaya dalam menjalankan governance yang terus berjalan dan sebagai bukti bahwa kami telah melakukan penerapan praktik corporate governance dengan baik,” ujar Haru Koemarhagyo, Dirut Bank BTN saat ditemui di Shangri-La, Selasa (20/12/2022).

Adapun tata kelola dan ketangguhan yang diterapkan BTN pertama melalui framework yang komprehensif. Nantinya akan menimbulkan atau menghasilkan satu proses yang baik dengan tujuannya adalah tercapainya pertumbuhan yang berkelanjutan. Penerapan kerangka implentensi GCG dikombinasikan dengan struktur atau proses dari governance yang dilakukan secara komprehensif. 

Kedua di governance adanya perbaikan di whistle blowing system yang lebih independent dengan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Mengenai tata kelola dan keterbukaan infomasi, saat ini telah ditindaklanjuti dengan melakukan reformasi peraturan di BTN.  Hal lain mengenai pengelolaan risiko, setiap sebulan sekali ada pemantauan hingga di level sampai dengan dewan komisaris mengenai risk appetipe, risk tolerance, action plan atau recovery plannya. BTN telah mengimplementasikan manajemen keberlangsungan usaha sesuai ISO 9001 : 2015. 

Ketiga Governance outcome, Bank telah menerapkan strategi bisnis dan strategi kualitas kredit. Di tahun 2021 telah ada pembayaran deviden kepemegang saham, kemudian hal yang lain adalah mengenai pementauan terhadap layanan kepuasan nasabah, di tahun 2021 dibentuk unit kerja baru yaitu customer care division, termasuk juga program kerjanya pengukuran kepuasan pelanggan dikemudian hari.

“GCG bukan sebagai dikotomi dari pertumbuhan ekonomi. GCG merupakan is a must untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang sustain dan berkelanjutan. Tanpa adanya GCG di dalam perusahaan tidak akan berjalan,” ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru