Salep 88, Selalu Mengedepankan Mutu Produk

12 Des 2022, 09:09 WIB
Ricky Surya Prakasa, Presiden Direktur PT Meccaya.
Ricky Surya Prakasa, Presiden Direktur PT Meccaya.

Salep 88 yang diproduksi PT Meccaya memiliki nilai filosofi produk “value over price”, dengan selalu mengedepankan mutu produk dan kepuasan konsumen pada setiap penentuan atau kenaikan harga produk salep kulit ini di pasar.

Filosofi tersebut diterapkan secara disiplin dari tahun ke tahun, sehingga pada usianya yang ke-50 tahun saat ini, Salep 88 diklaim memiliki nilai mutu dan kepuasan pelanggan tertinggi, juga harga terjangkau. Selain itu, Salep 88 pun memiliki brand awareness dan customer loyalty tertinggi di segmen obat kulit.

Dilihat dari target pasarnya, Salep 88 menyasar pria dan wanita yang tinggal di desa dan di kota, dengan target usia 17 tahun ke atas, dari segmen pasar menengah-bawah yang berada di area rural dan urban di seluruh pelosok Indonesia. Distribusi produknya sudah sangat memadai. “Untuk positioning, Salep 88 merupakan produk dengan mutu tinggi dan harga terjangkau,” ungkap Ricky Surya Prakasa, Presiden Direktur PT Meccaya.

        Lalu, apa strateginya agar citra merek salep ini terus terjaga dan merek terus relevan di sepanjang zaman? “Tentunya, dengan mengikuti perkembangan zaman dan metode komunikasi,” ujar Ricky. Contohnya, platform digital saat ini memegang peran krusial dalam komunikasi dan promosi, baik ke milenial, generasi Z, dan selanjutnya generasi Alpha.

        Sebagai respons terhadap perkembangan platform digital ini, pihaknya dalam beberapa tahun terakhir telah fokus membangun ekosistem dari platform digital Salep 88. Termasuk dalam hal distribusi, yaitu dengan mengembangkan official store 88 Official Shop di e-commerce (Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak). Pandemi Covid-19 dan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang membatasi ruang gerak konsumen mendorong diluncurkannya toko online ini.

        Dengan adanya distribusi melalui 88 Official Shop (secara online), masyarakat dapat mendapatkan produk dengan mudah, cepat, keamanan dan mutu produk terjamin (asli), serta harga terjaga. Selain itu, benefit lainnya adalah adanya promo menarik yang dapat meningkatkan engagement pelanggan, sekaligus menjaga standar harga eceran tertinggi untuk segmen konsumen.

        Sejatinya, kekuatan persebaran jaringan distribusi produk Salep 88 adalah pada jaringan general trade yang menjangkau sampai warung dan toko kelontong. Namun, pihaknya juga gencar menggarap jaringan gerai modern dengan melihat perkembangan pasar yang ada saat ini.

        Untuk meningkatkan brand awareness produk ataupun company brand kepada konsumen, perusahaan yang didirikan Benjamin Surya Prakasa pada 1972 ini juga aktif menggarap media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, dan YouTube, juga website perusahaan. Semuanya disinergikan untuk menjangkau audiens yang disasar merek ini.

        Meningkatkan loyalitas pelanggan pun penting sehingga Salep 88 senantiasa mengadakan evaluasi secara berkala setiap tahun, seperti dengan melakukan survei kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan. Hal ini untuk mengetahui apa yang menjadi harapan pelanggan, kemudian melakukan evaluasi dan perbaikan, sehingga dapat memenuhi harapan pelanggan.

        Perusahaan yang memiliki ratusan karyawan ini setiap tahun mengadakan product sustainability review, yakni pengkajian untuk peningkatan mutu produk dan update teknologi. “Setiap tahunnya, kami selalu mengalokasi bujet biaya dan investasi atau capital expenditure yang ditujukan untuk peningkatan mutu dan sustainability produk sehingga dapat memenuhi harapan konsumen,” kata Ricky tanpa menyebut angkanya. Namun, ia sempat mengatakan, khusus untuk anggaran pengelolaan merek adalah 4,5% dari revenue.

        Di tangan generasi kedua, Salep 88 tetap eksis dan tumbuh. “Market share kami berkisar di atas 70% pada segmen salep kulit dan rata-rata pertumbuhan bisnis di atas 10%,” ujar Ricky yang merupakan anak Benjamin Surya Prakasa ini. Berdasarkan hasil survei SWA 2021, dari total populasi yang menggunakan topical   antifungal, 42,8%-nya pernah memakai Salep/Krim 88, paling tinggi dibandingkan brand antijamur lainnya.

        Saat ini, Salep 88 masih 100% menyasar pasar domestik. Namun, Meccaya sedang bersiap ekspansi ke negara-negara di Asia Tenggara.

        Selain itu, perusahaan ini terus berinovasi. Dalam waktu dekat, akan meluncurkan Lukajel, gel  bening untuk membantu mempercepat penyembuhan luka yang tidak membuat perih. Lalu, meluncurkan Sarijel, produk untuk sariawan dan luka pada mulut, termasuk akibat pemakaian behel. “Kami menargetkan ada tiga produk inovasi setiap tahunnya untuk di-launch,” ujar Ricky.

Dede Suryadi

www.swa.co.id