Belajar dari Kemenangan Salvo Menangani Viral Marketing Banyak Brand

17 Dec 2022, 07:35 WIB

Salvo, salah satu marketing agency di Indonesia, memboyong 5 penghargaan untuk 4 kategori berbeda di ajang Marketing Excellence Awards (MEA) 2022 yang diselenggarakan oleh Marketing-Interactive, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tujuan ajang MEA 2022 adalah untuk mengapresiasi berbagai inisiasi dan inovasi marketing yang dilakukan oleh brand maupun agensi. Inovasi mencakup marketing communication, customer engagement, hingga pemasaran kreatif.

Pada ajang tersebut, strategi marketing yang dikerjakan Salvo untuk beberapa brand kenamaan di Indonesia, seperti Starbucks, Sasa, dan Lazada, dinilai berhasil membuat program experiential marketing, social media marketing, viral marketing, dan e-commerce marketing pada channel partner. Penghargaan yang diraih Salvo memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan bisnis mereka di tahun ini.

Strategi pemasaran yang dikerjakan Salvo untuk Starbucks berhasil mengantar brand minuman kopi ini memenangkan Gold, Silver, dan Bronze Winner, masing-masing untuk kategori Excellence in Experiential Marketing, Excellence in Social Media Marketing, dan Excellence in Viral Marketing.

Sedangkan strategi pemasaran yang dilakukan Salvo untuk Sasa, mengantarkan produsen penyedap makanan ini mendapatkan Bronze Winner untuk kategori Excellence in Viral Marketing. Project marketing untuk Sasa dan Starbuck tersebut hasil kerja kolaborasi Salvo dengan Bisa Tayang dan Sabikreasi.

Projek strategi marketing yang disusun untuk Lazada, mengantarkan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia ini mendapatkan Bronze Winner untuk kategori Excellence in eCommerce Marketing. Khusus untuk Lazada, Salvo mengerjakan project marketingnya berkolaborasi juga dengan Farid Irawan, Chief of Productuon Sabikreasi. Ini merupakan perusahaan dengan spesialisasi di bidang production content dan live streaming. Sedangkan Bisa Tayang fokus di ranah influencer marketing.

“Ini semua hasil kerja sama tim, partner dari Bisa Tayang dan Sabikreasi, serta para klien lainnya yang telah memercayakan Salvo di dalam projek-projek  yang sangat menyenangkan,” ujar Christmartin Hanandito, Chief Executive Officer Salvo. Menurutnya, keberhasilan Salvo memenangkan 5 penghargaan dalam 4 kategori berbeda pada ajang Marketing Excellence Awards 2022 ini menjadi momen yang  penting dan berharga bagi perusahaan untuk menutup tahun 2022 ini.

“Selain apresiasi, awards ini juga kami jadikan harapan dan penyemangat untuk terus berbagi kebahagiaan bersama seluruh pihak lewat project-project yang lebih menantang di masa yang akan datang. Happiness lies in the joy of achievement and the thrill of creative effort,” katanya mengutip kalimat Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika Serikat ke-32.

Marketing Excellence Awards adalah ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh Marketing Interactive, untuk mengapresiasi seluruh spektrum komunikasi pemasaran dari brand melalui kegiatan pemasaran yang dikurasi secara mendalam. Tahun ini, terdapat lebih dari 50 brand yang tersebar di 32 kategori dan kinerja pemasaran mereka dinilai oleh 17 juri yang berasal dari berbagai brand ka di Indonesia.

Penilaian ini juga didasarkan atasempat  parameter yaitu problem, solution, delivery, dan performance dari setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan oleh brand. Penghargaan ini juga untuk merayakan bidang pemasaran, mitra, dan agensi terbaik yang ada di Indonesia.

Saat ini Salvo  telah dipercaya untuk menangani berbagai kegiatan marketing 360 dari berbagai brand besar di Indonesia, baik berskala nasional maupun internasional, di antaranya Permata Bank, Starbucks, Grab, Mandom, Pluang, Entrasol, Morinaga, Sasa, Ion Water Pocari Sweat, Tolak Angin, Softex Indonesia, Suryanation, Pro Warriors, Signature Mild, Japan Tobacca International, Samsung, Sharp, Yamaha, Carsome, Tokopedia, OLX, Lazada, JD.id, Axis, XL Home, Indosat Ooredoo, Danamon, Finmas, Citi, dan DBS.

Hanandito menambahkan beberapa tips terkait bagaimana membangun viral marketing pada brand agar sukses, sebagai berikut: pertama, mengetahui tren yang sedang terjadi yang sesuai dengan brand itu sendiri. Kedua, target audience atau sasaran pemasaran yang dituju harus sesuai. Ketiga, gunakan aset digital yang memang ramai dipakai, sebisa mungkin disiapkan ekosistem digitalnya agar dapat masuk ke brand itu sendiri.

Swa.co.id