Isra Festival Tangkap Peluang Pasar Program Haji Tanpa Antri

15 Des 2022, 14:19 WIB
Isra Festival merupakan salah satu ikhtiar untuk menguatkan kembali ekosistem industri perjalanan wisata halal (Foto: Ist)

Seiring dengan pelonggaran aturan perjalanan dan membaiknya situasi pandemi Covid-19, pasar perjalanan muslim diprediksi akan mengalami pemulihan. Global Muslim Travel Index (GMTI) 2022 dari Mastercard dan Crecent Rating, memproyeksikan, setelah pembukaan perjalanan internasional,  wisatawan muslim yang bepergian akan mencapai 140 juta pada 2023 dan kembali menjadi 160 juta pada 2024. Tren ini tentunya memberikan kegairahan kembali industri perjalanan wisata halal dan religi baik inbound maupun outbond.

Dengan adanya kebijakan baru Pemerintah Saudi  menuju Visi Saudi 2030, terhadap jemaah umroh Indonesia dengan segala fleksibelitasnya pada tahun 1444 H, mendorong Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) serta stakeholder terkait melakukan sejumlah terobosan solutif untuk menangkap peluang pasar yang tahun depan lebih mengarah pada  Bussiness to Consumer (B to C).

Menjawab kebutuhan pasar wisata Muslim yang semakin kompetitif, Traya Eksibisi Internasional bersama dengan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) akan menyelengarakan Indonesia  Destinasi & Travel Halal ‘Isra Festival’ yang akan berlangsung pada 23 -25 Desember 2022, di Jakarta Convention Center (JCC).

Dengan positioning Muslim Friendly Tourism, Direktur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan mengatakan, Isra Festival merupakan salah satu ikhtiar untuk menguatkan kembali ekosistem industri perjalanan wisata halal dan stakeholder terkait pasca pandemi. Selain bertujuan untuk memperluas promosi dan pemasaran, juga membangun kepercayaan dan hubungan yang lebih akrab dengan konsumen serta target market wisata halal dan religi.

Menempati area seluas 3000 meterpersegi i Hall A Jakarta Convention Centre, Isra Festival menghadirkan sebanyak 109 stan yang diikuti perusahaan travel haji dan umrah, hotel atau akomodasi halal, wisata Muslim, transportasi, halal food, aksesoris travel, aplikasi travel halal, produk keuangan syariah, industri pendukung (FMCG, kuliner, herbal/obat-obtan, kosmetik, fashion dan sebagainya), komunitas, pemerintah daerah/kota, kedutaan negara sekitar tujuan negara Muslim.

Sedikitnya ada 10 top destinasi wisata Muslim friendly yang ditawarkan, tidak hanya dari dalam negeri Indonesia, tetapi juga luar negeri (outbond), di antaranya Malaysia, Arab Saudi, Turkey, Uni Emirat Arab, Qatar, Iran, Bahrain, Singapura dan Uzbekistan. Kemudian ada 10 top muslim friendly non-OIC Destinations, yaitu: Singapura, Taiwan, Thailand, United Kingdom, Hong Kong, Japan, South Africa, Philippines, United States dan Australia.

Selama pameran berlangsung akan digelar  berbagai acara menarik seperti travel community, talk show tentang umrah, dan konsultasi prinsip halal pada industri kuliner (halal restaurant), lomba fotografi, business tips and tricks.

Menangkap peluang jelang akhir tahun dan mendekati Ramadan, pameran yang berkolaborasi dengan Himpuh ini juga akan membidik pangsa pasar jamaah umroh yang ingin menjalankan Itikaf di bulan Ramadhan, dan haji Furoda.

Sekjen Himpuh M.Firman Taufik mengatakan, saat ini industri Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) harus lebih proaktif menjawab kebutuhan pasar umroh yang semakin kompetitif. Kebijakan pemerintah Saudi dalam implementasi Visi Saudi 2030, satu sisi membuka peluang yang besar bagi industri untuk melakukan berbagai terobosan kreatif dan solutif.

Kendati sejumlah kelonggaran yang diberikan Saudi, seperti tidak adanya batasan usia umroh, perpanjangan visa umroh dari 30 hari menjadi 90 hari, fleksibelitas penggunaan visa untuk umroh dan pembuatannya yang bisa langsung ke provider Saudi, dan bebas vaksin meningitis bagi jemaah umroh, tetapi situasi tahun depan dengan adanya bayang-bayang resesi yang berkorelasi pada harga dolar, tentu akan mempengaruhi biaya atau ongkos perjalanan.

Perlunya ketelitian  dan kecermatan dalam memilih travel agent ini akan dibahas oleh Himpuh dalam Talk Show di hari pertama Pembukaan ISRA Festival 2022, Jumat 23 Desember,  bertajuk  ;Transparansi Biaya Umrah di Indonesia: Jangan Tergiur dengan Harga Murah;.

Menurut Ketua Isra Festival,  Jachja Machmud, paket Haji Furoda memang menjanjikan, namun saat ini informasi mengenai Program Haji Furoda yang tertuang dalam Undang-Undang No.8 tahun 2019 masih perlu pembahasan dan sosialisasi dalam pengimplemantasiannya. Sementara jumlah peminat Haji Furoda atau tanpa antri ini lumayan besar. Menurut data Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Kemenag, jamaah haji yang mengambil kuota furada tahun 2022 mencapai sebanyak 2.272 orang.

Mengingat masyarakat Muslim Indonesia yang mendaftar haji harus mengalami daftar antrian yang cukup panjang, Bank Syariah Indonesia (BSI) mengajak masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji agar dapat merencanakannya dengan bijak dan mulai saat ini, dengan nominal berapapun untuk meniatkan menabung sehingga kewajiban sebagai seorang muslim dapat ditunaikan dengan baik dan terencana.

 “BSI siap menjadi mitra milenial yang menginginkan kemudahan akses dan cepat saat membuka rekening tabungan. Cukup selfie melalui BSI Mobile sudah bisa memiliki tabungan haji. Dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun, sehingga niat ibadah haji atau umrah dapat segera terealisasikan” ujar Departement Head Haj and Umra Ecosystem BSI  Ayun Kurniawan.

“Alhamdulillah kami terus mendapatkan kepercayaan dari nasabah yang tercermin dari minat masyarakat untuk mempersiapkan haji melalui tabungan haji BSI, yakni per November 2022 bahwa lebih dari 4,6 juta nasabah telah menabung tabungan haji di BSI,” tambah Ayun.

Swa.co.id