Jurus Klinko Garap Pasar Alat Kebersihan

09 Des 2022, 09:01 WIB
Anggun Supanji, Direktur Utama Klinko.
Anggun Supanji, Direktur Utama Klinko.

Sejalan dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan di masa pandemi, prospek bisnis industri alat kebersihan (cleaning equipment) turut tumbuh. Kabar baik inilah yang dirasakan oleh PT Klinko Karya Imaji (Klinko), produsen alat kebersihan asal Gresik, yang mulai beroperasi pada 2016.

Tidak hanya dari kalangan rumah tangga, produk alat kebersihan ini juga kebanjiran permintaan dari kalangan pengelola area komersial, seperti perkantoran dan dunia industri, termasuk permintaan dari luar negeri (pasar ekspor). Anggun Supanji, Direktur Utama Klinko, menyebutkan bahwa alat kebersihan adalah komoditas peralatan rumah tangga yang punya serapan tinggi di pasar dan cenderung stabil karena mendukung higienitas dan kualitas hidup manusia.

Anggun menambahkan, sebagai salah satu promising player di industri kebersihan, Klinko memiliki visi menjadi produsen alat kebersihan yang berkualitas dan ramah lingkungan bertaraf internasional. “Kami punya filosofi sekaligus taglineCleaning with Colors’, yang diwujudkan lewat varian produk Klinko yang beraneka warna dan dinamis,” ujarnya. “Kami ingin aktivitas membersihkan itu menyenangkan, tidak lagi dianggap hal yang membosankan,” tambahnya.

Awalnya, Klinko mampu memproduksi 5.000 kain pel per bulan dengan fokus pasar komersial dan ritel domestik. Tak butuh waktu lama, produknya ⸺lobby duster, keset lantai, dan belasan produk turunan lainnya⸺ berkembang dan diminati konsumen,.

Menurut Anggun, unique selling point yang ditawarkan Klinko adalah karakteristik ramah lingkungan, dengan penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle). Dalam menciptakan produk aneka warna, Klinko tidak menggunakan pewarna kimia karena warna sudah berasal dari material limbah tekstil yang didaur ulang, sehingga ramah lingkungan.

Proses produksi Klinko yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular terbukti mampu menyerap limbah tekstil sebanyak 60 ribu kg – 120 ribu kg per tahun, dengan proyeksi peningkatan produksi di tahun berikutnya. Klinko mengklaim telah memanfaatkan material daur ulang limbah tekstil yang ramah lingkungan mencapai 80% dari keseluruhan material produknya. Limbah daur ulang tersebut jika ditimbang bisa mencapai 120 ton per bulannya.

Kabar terbaru, Klinko menawarkan saham perdananya (initial public offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Agustus 2022. Klinko (dengan kode bursa KLIN) menjadi emiten ke-40 yang listing di BEI di tahun ini. Perusahaan ini melepas 230 juta lembar saham atau 17,59% dari modal ditempatkan di harga Rp 100 per saham, sehingga bisa meraup dana maksimum Rp 23 miliar.

Dalam jangka pendek, perusahaan ini berencana menggunakan dana IPO untuk membangun pabrik, kantor pusat, gudang bahan baku, dan fasilitas penunjang operasional. Untuk jangka panjang, pengembangan bisnis Klinko di pasar domestik dan internasional akan fokus pada implementasi strategi distribusi, dengan memperkuat kerjasama dengan modern channel, mitra B2B, dan e-commerce. Lewat skema private label, Klinko juga sudah merambah pasar ekspor ke tujuh negara di kawasan Asia Tenggara, Amerika, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.

Pasca-IPO, Klinko berupaya merealisasikan beberapa rencana bisnis. Salah satunya, pengiriman pesanan sejumlah total 100.000 pcs mop head (alat pel) refill dengan berbagai ukuran dan gramasi (ketebalan kain) mop. Secara bertahap pesanan dengan skema private label ini akan dikirimkan ke Amerika Serikat sebanyak satu kontainer per bulan dengan total nilai Rp 1 miliar. Untuk pasar AS sendiri, perusahaan mengincar setidaknya Rp 30 miliar nilai transaksi per tahun.

Perusahaan melihat potensi private label cenderung lebih diminati distributor global karena fleksibilitas penggunaan banyak merek. Anggun mengakui, para distributor luar negeri memang lebih menyukai produk-produk private label karena bisa menggunakan beragam merek. “Dampaknya kepada Klinko tentu dari segi kuantitas pesanan produk bisa lebih banyak, sebaran produk lebih luas, dan pada akhirnya membuka jalan untuk lebih banyak kemitraan,” katanya.

Adapun dari segi kinerja bisnis, Klinko mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada Juni 2022 sebesar 100% dibandingkan Juni 2021 YoY. Perseroan optimistis mencapai target penjualan hingga Rp 8,3 miliar di akhir 2022. (*)

Jeihan K. Barlian

www.swa.co.id