Skip to main content

Channels

Rebranding NaPocut dengan Buka Toko Modern Pertama di Gandaria City

  • 07 Des 2022, 14:43 WIB
  • 0
Tiga Pendiri dan Pemilik Brand Napocut bersama Nurasia Uno (Foto: Eva/Swa)

Setelah 17 tahun berdiri di pertokoan Pasar Tanah Abang dan Pasar Mayestik, di tahun 2022 NaPocut, modest fashion brand asal  Jakarta, membuka flagship store pertama yang berlokasi di Gandaria City. Flagship store ini dibuka bersamaan  dengan momen rebranding NaPocut yang kini menjadi lebih modern, tetapi tetap memiliki sentuhan tradisi  Aceh di dalamnya.

Bersamaan dengan pembukaan gerai terbaru ini, NaPocut juga memperkenalkan koleksi 2 seri  koleksi eksklusif terbaru dengan serat Tencel,  yaitu koleksi Lumani dan Basic Essential Collection. 

“Ketika pandemi, kami juga mulai berpikir untuk memperluas target pasar, karena secara sumber daya sudah mampu untuk memproduksi produk dengan desain yang beragam. Ditambah lagi dengan  pengalaman kami berkolaborasi dengan desainer dan individu. Jadi, kami memutuskan untuk rebranding di  tahun ini dan setelah rebranding, akan mengenalkan warna baru lewat 2 momen penting, yaitu  runway debut di Jakarta Fashion Week 2022 dan first flagship store di Gandaria City ini.” ujar Dina Fadia, Chief  Marketing Officer dari NaPocut.

Selain untuk menarik pasar yang lebih luas, tujuan didirikannya toko di Gandaria City adalah untuk  memberikan pengalaman baru bagi pelanggan setia. Ada pengalaman berbelanja dengan koleksi  paling lengkap di dalam toko dan tersedia communal space yang disediakan untuk kegiatan intimate dengan  para pelanggan .

Tak ketinggalan, ada  NP Concierge, sebuah pojok servis yang merupakan jasa tambahan  untuk membungkus kado, seserahan, dan menjadi tempat untuk menampung masukan dan  keluhan dari pelanggan. “Pada dasarnya, pembukaan toko pertama kami adalah bentuk terima kasih  kepada pelanggan yang sudah bersama kami selama 17 tahun.” ujar Zada Amanda, CEO NaPocut.

Secara desain, konsep yang diusung adalah modern minimalis dengan sentuhan tradisi Aceh seperti konsep  rebranding. Ini juga menjadi statement dari tiga nilai yang diusung NaPocut sebagai sebuah merek: humble,  adaptable, dan honest. Toko sengaja didesain terbuka, simple, dan alur yang dibuat mengalir, agar setiap  orang nyaman untuk berkunjung, bisa melihat langsung kualitas produk yang dibeli dan bisa merasa aman  untuk memberikan masukan atau keluhan.

Nama Lumani  diambil dari gabungan kata Lumaku (Javanese) yang berarti berjalan dan Avani (Sansekerta)  yang berarti bumi. Melalui nama dan koleksi ini, naPocut ingin menyampaikan pesan soulful dan freedom.  Terinspirasi dari Bumi dan alam yang diimplementasikan dalam warna dan motif. Dengan motif serat kayu  menciptakan keselarasan dan harmoni pada motif yang dipadukan dengan teknik bordir. Koleksi ini memberi  kesan hangat, dinamis, dan nyaman pada setiap detail yang diaplikasikan.

Koleksi  Lumani  menampilkan 16 looks pada pagelaran Jakarta Fashion Week 2023 yang menuangkan banyak  aplikasi, antara lain manual embroidery, 3D embroidery, pleated fabric, dan printing.

Sementara Basic Essential Collection atau seri koleksi inner dari NaPocut dapat terbilang koleksi yang unik dan lengkap  karena pemilihan model dan bahannya. Biasanya, inner untuk bawahan dipilih model legging atau celana  ketat, tetapi NaPocut memilih model kulot karena model ini dapat digunakan saat memakai dress atau  digunakan untuk celana santai di rumah. Sedangkan untuk atasan, NaPocut merilis model tunik, adanya jenis  tunik karena dapat dipakai untuk wanita yang aktif, namun dapat menutupi bagian bokong. Semua koleksi  seri inner ini sifatnya multifungsi, bisa digunakan sebagai dalaman atau luaran seperti ketika berolahraga atau  di dalam rumah.

Oleh karena itu NaPocut memilih material yang sustainable dari Tencel karena kenyamanan dan struktur  bahan yg dihasilkan bisa mencakup kriteria yg diinginkan untuk poin-poin ketika pembuatan  produk ini.

“Tahun ini tepat 30 tahun perjalanan inovasi dari serat Tencel menjadi serat yang mendukung misi  keberlanjutan dengan mengurangi dampak lingkungan termasuk di Indonesia. Lenzing akan terus membawa  inovasi dalam pengembangan serat berkelanjutan khususnya dalam mendukung ekonomi sirkular dan target  mencapai bebas emisi CO2 pada tahun 2050,” ucap Margret Marito, Marketing & Branding Manager dari Lenzing  Group South East Asia.

Swa.co.id

Terbaru