Starbucks Buka Gerai Bahasa Isyarat Pertama

02 Des 2022, 14:20 WIB
Gerai Starbucks bahasa isyarat
Starbucks Signing Store menciptakan peluang yang setara dan pengalaman pelanggan yang inklusif. (Dok.Starbucks)

Starbucks Indonesia akan membuka gerai dengan bahasa isyarat (signing store) pertamanya di Jakarta pada 3 Desember 2022. Gerai yang terletak di Kebon Melati Jakarta Pusat ini didedikasikan untuk komunitas tuli, gangguan pendengaran, dan komunitas dengan bahasa isyarat.

Anthony McEvoy, Pemimpin PT Sari Coffee Indonesia, pemegang lisensi resmi merek Starbucks di Indonesia mengatakan, gerai spesial ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan beragam, serta memperluas akses ke semua komunitas.

“Peresmian signing store ini merupakan pencapaian besar bagi Starbucks Indonesia yang merayakan hari jadinya ke-20 di Tanah Air,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima SWA Online di Jakarta, Jumat (02/12/2022).

Anthony menjelaskan, gerai ini dirancang dan berpusat pada inklusivitas dan aksesibilitas sehingga pelanggan di Starbucks Community Store Tata Puri akan dilayani oleh barista tuli dan barista dengan gangguan pendengaran lokal. Mereka akan mengenakan apron hijau dengan logo Starbucks yang dibordir dalam bahasa isyarat. Semua partner (karyawan) yang dapat berbahasa isyarat akan memakai pin ‘I Sign’.

Sementara pelanggan yang baru tahu atau tidak terbiasa dengan bahasa isyarat bisa menggunakan sistem khusus untuk memesan minuman dan makanan menggunakan tablet tulis (writing tablet).

Gerai ini juga memiliki area komunitas untuk mendukung program Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) dan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (Pusbisindo) – dua organisasi yang telah berpartner dengan Starbucks Indonesia untuk meningkatkan sosialisasi penggunaan bahasa isyarat bagi teman-teman tuli ke lingkup komunitas yang lebih luas.

Untuk mendorong budaya hubungan antar sesama manusia melalui perayaan budaya tuli dan bahasa isyarat, gerai ini juga akan menyelenggarakan kelas bahasa isyarat dan coffee workshop dalam bahasa isyarat.

“Starbucks Community Store Tata Puri menyediakan tempat ketiga di mana komunitas tuli dan gangguan pendengaran dapat berkumpul, bersosialisasi, dan menjalin hubungan antar sesama,” katanya.

Anastasia Dwiyani, Senior General Manager Human Capital PT Sari Coffee Indonesia menambahkan, lebih dari 150 orang mendaftar dari seluruh penjuru negeri untuk menjadi barista di gerai ini. Barista yang terpilih berasal kelompok yang beragam, termasuk mantan atlet renang dan model.

“Kami senang melihat antusiasme dari komunitas tuli saat kami membuka pendaftaran. Seperti semua partner Starbucks, kami sangat antusias untuk membantu memupuk bakat dan memajukan peluang karier mereka,” ucap dia.

Sejak membuka gerai pertamanya di Plaza Indonesia 20 tahun lalu, kini Starbucks telah berkembang ke 44 kota di Indonesia dengan lebih dari 4.300 partner. Pada 2020, Starbucks membuka Community Store pertama di kawasan Tanah Abang Jakarta, untuk menciptakan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi kaum muda di Tanah Abang.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id