Skip to main content

Channels

Prediksi Sektor Properti Tahun 2023 Seperti Apa?

  • 20 Des 2022, 16:56 WIB
  • 0
Perusahaan jasa real estate global Cushman & Wakefield memprediksi kinerja sektor properti pada tahun 2023 tetap stabil (Foto Dok Bank BTN)

Saat ini berbagai sektor ekonomi di Indonesia telah menunjukan perbaikan atas dampak pandemi yang berawal dari tahun 2020, termasuk sektor properti. Kinerja sektor properti pada tahun 2023 juga diprediksi stabil. Sebagai contoh, perkantoran Central Business District (CBD) Jakarta ada peningkatan permintaan ruang kantor, sedangkan untuk ritel, terlihat kembalinya lalu lintas pengunjung ritel wilayah Jabodetabek sepanjang tahun 2022. 

Namun dengan berbagai isu yang beredar mengenai tekanan ekonomi global pada tahun 2023, pertanyaan dan kekhawatiran pun turut dirasakan memasuki tahun 2023. Menurut Chief Economist dari Bank Central Asia David Sumual, Indonesia diuntungkan oleh krisis energi dan geopolitik yang sedang terjadi di dunia. 

“Karena Indonesia masuk dalam tiga kategori pemenang relatif, yaitu pertama menjadi eksportir energi konvensional seperti batu bara, minyak dan gas. Kedua, eksportir logam yang dipakai dalam transisi energi (litium, nikel, tembaga, kobalt). Ketiga, Indonesia adalah negara yang dapat mengganti peranan China sebagai pusat oursourcing manufaktur,” katanya, Senin (19/12/2022). 

Menurut Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Arief Rahardjo terkait kondisi perkantoran CBD Jakarta, permintaan membaik dengan kuat pada tahun 2022, didorong oleh konsolidasi perusahaan dan peningkatan kualitas. Penyerapan bersih ruang kantor di pasar CBD Jakarta secara keseluruhan diperkirakan akan mencapai 100.000 meterpersegi pada tahun 2022. 

“Penyerapan bersih diperkirakan akan stabil pada tahun 2023 karena penyewa akan tetap berhati-hati dan menunda keputusan besar untuk mengantisipasi perkiraan perlambatan ekonomi global. Kekosongan diperkirakan akan tetap tinggi dengan selesainya projek perkantoran besar pada tahun 2023 yang mungkin melebihi perkiraan permintaan,” katanya dalam keterangan resmi. 

Arief melanjutkan, meskipun terjadi penyerapan bersih yang positif, harga sewa diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan pada tahun 2023, karena ketatnya persaingan di ‘pasar yang relatif tipis’. Beberapa pemilik gedung kemungkinan akan terus menawarkan diskon tarif yang besar untuk menarik penyewa baru ke gedung mereka. 

“Pertumbuhan sewa diperkirakan akan kembali ke wilayah positif mulai tahun 2024 mengikuti perkiraan ekonomi yang membaik. Kuatnya perekonomian Indonesia dan lancarnya proses kampanye politik pada tahun 2023 menuju pemilihan umum pada tahun 2024 akan menjaga permintaan jabatan dalam teritori positif,” ucap Arif menguraikan.

Di sektor ritel Jakarta, tambah Arif, penyerapan bersih ruang ritel diperkirakan akan tumbuh seiring dengan selesainya projek-projek ritel besar di tahun 2023 dan peningkatan lalu lintas pelanggan. Kekosongan ruang ritel diproyeksikan menurun (-2,3%) di tahun mendatang dengan permintaan sewa yang diperkirakan meningkat.

“Meskipun penyerapan bersih terus berlanjut, tingkat dasar sewa diharapkan tetap tidak berubah pada tahun 2023 menunggu pemulihan menyeluruh dari bisnis ritel. Namun, insentif sewa sepertinya tidak akan berlanjut pada tahun 2023 setelah jam operasional penuh mal dan kembalinya pengunjung pusat ritel,” katanya. 

Sementara sektor perumahan tapak, permintaan kumulatif diproyeksikan meningkat sekitar 3% YoY pada akhir tahun 2022, dengan pertumbuhan yang relatif stabil pada tahun 2023. Seiring dengan semakin terkendalinya pandemi dan ekonomi yang mulai membaik di 2022, daya beli secara umum semakin terlihat dan tren ini diperkirakan akan berlanjut pada 2023.

“Meskipun kekhawatiran ekonomi global pada tahun 2023, permintaan perumahan diproyeksikan relatif stabil pada tahun 2023 karena sebagian besar permintaan berasal dari end-user dengan kebutuhan untuk membeli rumah pertama mereka. Krisis, bagaimanapun, dapat berdampak pada suku bunga KPR, yang secara bertahap mempengaruhi permintaan terutama dari pembeli yang bermaksud membeli unit menggunakan pinjaman kedua dan seterusnya,” ucap Arif dalam sesi yang dilakukan secara daring.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru