Ini Target Harga saham BBNI, MEDC, hingga ADRO

05 Dec 2022, 10:02 WIB
Jajaran direksi BNI pada pada jumpa pers kinerja kuartal III 2022 di Jakarta, 24 Oktober 2022. (Foto : Dok BNI)

PT BNI Sekuritas menargetkan harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada rentang Rp 9.650-10.250. Investor direkomendasikan untuk mengakumulasi beli saham BBNI ini pada kisaran harga Rp9.650- 9.750. Jika tren harganya menurun, investor sebaiknya cut loss di bawah Rp 9.400. Berikutnya, harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk  (MEDC) ditargetkan pada Rp 1.105-1.135, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 20.225-21.000,  PT. Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Rp 173-177, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 3.930-3.950, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 4.480-4.500.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin pekan ini berpeluang untuk memantul kembali (rebound). Potensi kenaikan ini tercermin dari IHSG yang masih berada dalam pola triangle, dari candle hammer dan di atas support line.

IHSG masih berada dalam trend bullish selama di atas 6.995 poin. Secara teknikal, indikator MACD bullish, Stochastic bearish, di atas support 6.980 poin, candle hammer. Jika bisa ditutup harian di atas 6.980 poin, IHSG masih berpeluang rebound dengan target di level 7.091, 7.135, dan 7.280 poin. Namun jika gagal, IHSG rawan menuju 6.955-6.894 poin. “Perkiraan range di rentang 6.970 – 7.070 poin,” kata Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Indeks bursa regional Asia Pasifik mencatat penurunan, dengan IHSG terkoreksi tipis 0,02% pada perdagangan Jumat (2/12). Dalam sepekan, IHSG melemah 0,48%. Bursa yang mencatat penurunan signifikan diantaranya Nikkei dan Kospi Composite Index yang masing-masing terkoreksi 1,59% dan 1,84%. Korea Selatan melaporkan inflasi sebesar 5,0% pada November 2022, di bawah ekspektasi. Negara tersebut juga mencatat cadangan devisa untuk November 2022 sebesar US$ 416,1 miliar.

Pada Jumat peka lalu lalu,  Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan 0,10%, sementara di sisi lain S&P 500 terkoreksi 0,12%.  Begitu juga dengan Nasdaq yang melemah 0,18%. Penurunan indeks terkait dengan data tenaga kerja yang dirilis Jumat berupa non-farm payrolls sebesar 263.000 pada November 2022, lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 200 ribu. Investor menanti hasil pertemuan the Fed yang akan datang setelah adanya rilis ini.

Swa.co.id