Pembangunan Modular Hunian Pekerja Konstruksi di IKN Capai 60%

08 Dec 2022, 14:05 WIB
Pra desain Istana Negara di Ibu Kota Negara karya seniman I Nyoman Nuarta. (Ilustrasi foto : Istimewa)

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mempercepat pembangunan hunian pekerja konstruksi di Ibu Kota Negara (IKN) dengan membangun menara (tower) rumah susun sebanyak 12 dari 22 tower. Hingga November 2022, penyelesaian pembangunan hunian pekerja konstruksi ini mencapai 60,03% dari perencanaan 55,31%. Hal ini menunjukan kemajuan positif dari perencanaan.

Projek hunian pekerja IKN ini senilai Rp 567 miliar dengan waktu pelaksanaannya mulai dari 29 Agustus 2022 hingga 20 Januari 2023. Dalam hak ini WEGE mengerjakan pekerjaan design and build, landscape, dan hardscape. Perseroan mengerjakan 12 tower dengan menggunakan teknologi modular sebanyak 1.739 unit yang didalamnya sudah termasuk MEP dan kelengkapan fasilitas ruangan seperti tempat tidur dan lainnnya.

Direktur Operasi I WEGE Bagus Tri Setyana, menjelaskan pembangunan hunian pekerja konstrusksi menggunakan teknologi modular ini nantinya dapat dialih fungsikan setelah pembangunan IKN Nusantara selesai. “Dengan teknologi modular WGF dari WEGE memang teruji khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat cepat dan di area-area tertentu. Dan modular WGF ini memiliki konstruksi baja tapi bisa knock down,” ujar Bagus di Jakarta, Kamis (8/12/2022).

Produk WEGE ini, lanjut Bagus,  biasa dipakai untuk site office di proyek yang dikerjakan perseroan. “Jadi setelah pekerjaan projek selesai, site office yang kami pakai bisa dilipat kembali. Artinya jika nanti proyek IKN Nusantara selesai dibangun, rusun ini nantinya bisa dialih fungsikan,” jelas Bagus.

Adapun, kinerja keungan perseroan pada Kuartal III/2002 mencatatkan raihan positif. Laba bersih yang dibukukan senilai Rp 92,76 miliar dan pendapatan Rp 1,67 triliun. Pencapaian pendapatan tersebut didorong oleh pendapatan dari konstruksi sebesar Rp 1,49 triliun, investasi & konsesi sebesar Rp 39,47 miliar, atau meningkat 56% dan industri modular sebesar Rp 148,44 miliar, meningkat sebesar 81% secara tahunan (year on year).

Direktur Utama WEGE Hadian Pramudita menyebutkan hal ini menunjukkan bisnis konsesi dan industri modular merupakan bagian dari strategi bisnis perseroan (backward & forward) yang berhasil dalam menopang pendapatan perseroan (core business). Sedangkan, kas dan setara kas WEGE per 30 September 2022 sebesar Rp 428,10 miliar, total ekuitas senilai Rp 2,39 triliun dan total aset sebesar Rp 5,25 triliun.

Meskipun pendapatan perseroan mengalami kontraksi, Hadian menyampaikan, perseroan mampu menjaga marjin laba bersih di level 8,59% meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan majin laba usaha di level 5,34% dan marjin laba bersih di level 5,54% ditopang dari pendapatan lainnya.

Perseroan mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas (DER) i sebesar 1,20 kali, gearing ratio 0,30 kali, dan current ratio 2,03 kali yang menunjukkan WEGE memiliki tingkat likuiditas dan fundamental yang sehat.

Kontrak Baru

Capaian kontrak baru WEGE hingga November 2022 telah mencapai Rp 4,24 triliun atau meningkat 107% secara tahunan. Komposisi perolehan kontak baru tersebut terdiri dari perkantoran sebesar 22,13%, fasilitas publik 67,08%, komersial 0,87% serta residensial 9,93%.

Rincian kontrak baru tersebut antara lain Dhoho International Airport phase 2, PT Bio Farma’s Product Development Facilty di Bandung, Building 1& 2 ITB Innovation Park Bandung Teknopolis, Kalideres Regional Public Hospital, Politteknik Ilmu Pelayaran (PIP) di Makasar, dan Project Modular Housing for Contractors di IKN. Adapun perolehan ini dilihat dari kategori owner antara lain dari pemerintah sebesar 32,86%, BUMN 23,56% dan swasta sebesar 43,57%.

Swa.co.id