Simak Kontributor Penjualan INOV yang Tumbuh 15% di Kuartal III

06 Des 2022, 07:19 WIB
Aktifitas kryawan di pabrik pengolahan daur ulang plastik INOV. (Foto : Dok)

PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) membukukan penjualan sebesar Rp 533,99 miliar pada kuartal III/2022. Raihan ini melonjak sebesar 15% dari Rp 464,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Pertumbuhan penjualan tersebut sesuai dengan proyeksi perseroan yang membidik pertumbuhan sebesar 15% di tahun ini. INOV melihat bahwa pasar daur ulang plastik akan terus tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan produk daur ulang.

Pertumbuhan pendapatan emiten yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik (PET) menjadi Recycled Polyester Staple Fiber (RePSF) ini didorong oleh kenaikan volume penjualan RePSF. Produk ini masih menjadi growth catalyst pada Januari-September tahun inidengan membukukan penjualan sebesar Rp378,13 miliar dan meningkat sebesar 18% secara tahunan. Di samping itu, produk Non-woven juga membukukan pertumbuhan dobel digit sebesar 11% pada periode itu. Produk RePSF dan Non-woven memiliki fungsi yang serbaguna, menjadi core material untuk berbagai sektor industri.

Namun, terkait situasi makroekonomi global yang tidak menentu, terutama terkait volatilitas kurs dan kenaikan harga komoditas, biaya-biaya yang harus ditanggung perseroan meningkat lebih tinggi daripada peningkatan penjualan. Beban pokok penjualan meningkat sebesar 17%, sedangkan  beban usaha naik sebesar 21%. “Penjualan INOV sejauh ini berjalan sesuai dengan ekpektasi kami, bisa tumbuh 15%. Artinya, manajemen memiliki perhitungan yang tepat akan potensi pertumbuhan pasar. Namun, pecahnya perang Rusia-Ukraina yang di luar kendali kita telah membuat harga barang-barang komoditas terutama energi naik tinggi, serta nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berfluktuasi tajam sehingga menggerus pendapatan Perseroan cukup dalam,” tutur Direktur INOV Victor Choi di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Akibatnya, perseroan masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebear Rp 8,79 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang meraih laba tahun berjalan Rp25,69 miliar. Tahun ini, INOV mengalokasikan belanja modal  senilai US$ 6 juta yang bersumber dari dari pinjaman dan dana internal perusahaan.

Belanja modal tersebut dialokasikan untuk membangun pabrik recycling center dan washing facilities di kota-kota kecil dan menengah di Indonesia. Pabrik RePSF yang ada di Medan diperkirakan bisa berproduksi secara komersiil di kuartal I-2023, dengan kontribusi penambahan kapasitas produksi sebesar 23% terhadap total kapasitas produksi yang sekarang yaitu 40.000 ton per tahun.

INOV berkomitmen untuk terus memproduksi produk recycled yang bukan saja lebih ramah lingkungan, tetapi juga memiliki kualitas yang menyamai produk virgin plastic. Dengan standar kualitas yang tinggi tersebut, produk-produk INOV menjadi core material bagi berbagai industri manufaktur. Harga saham INOV pada Senin ini turun 1,34%, menjadi Rp 147 per unit.

Swa.co.id