Cara Astra International Toyota Sales Operation Lahirkan Leaders Berkualitas

16 Dec 2022, 19:26 WIB
Human Capital and General Services Division Head Astra International Toyota Sales Operation Zuriaty Silitonga saat memaparkan startegi perusahaannya melahirkan leaders dan SDM berkualitas. (Foto: SWA/Ubaidllah)

PT Astra International Toyota Sales Operation (TSO) adalah sales operation dealer Toyota. Saat ini, perusahaan tersebut telah memiliki 126 showroom, general repair, body paint, layanan purnajual, Oto Xpert yang menerima pelayanan untuk kendaraan-kendaraan non Toyota, dan melayani trade-in. Dalam menjalankan dan mempertahankan bisnis, Astra International TSO memiliki leaders dan SDM yang berkualitas.

Saat ini, rata-rata sekitar 97 % dari leaders di PT Astra International TSO berasal dari internal. Rinciannya, 100% leaders di cabang itu berasal dari internal dan sekitar 84% leaders di head office berasal dari internal, dan sisanya dari eksternal.  

Untuk menyiapkan SDM dan para pimpinan perusahaan yang agile dan berkualitas, PT Astra International TSO memiliki cara sendiri. Proses pegembangan tersebut dilakuan secara terencana, terstruktur, dan konsisten.

Human Capital and General Services Division Head Astra International Toyota Sales Operation Zuriaty Silitonga menjelaskan, dalam setiap aktivitas Human Capital pihaknya selalu berbasis kepada kompetensi. PT Astra International TSO sangat yakin bahwa suatu pengembangan karyawan harus dilakukan secara terstruktur. Sehingga pemetaan terkait kompetensi (technical dan soft) yang diperlukan oleh suatu posisi telah dilakukan sejak awal rekrutmen. 

“Inilah yang menjadi basis untuk menjalankan segala aktivitas yang berkaitan dengan karyawan di dalam organisasi kami. Mulai dari proses rekrutmen, baik internal maupun eksternal, lalu proses developing, menyusun jenjang karir, termasuk proses menyusun succession planning (dilakukan dengan terencana),” kata Zuriaty dalam paparannya di Jakarta, Kamis (15/12/2022). 

Zuriaty melanjutkan, ada beberapa hal yang sangat diperlukan dalam menjalani proses tersebut yakni komitmen, alignment (keselarasan), support (dukungan), dan monitoring. Mustahil suatu organisasi bisa berhasil mengembangkan SDM dan merealisasikan rencana tanpa ada komitmen, baik dari karyawan yang menjadi target yang di-develop, maupun dari lini manajemen. 

Kompetensi yang dirumuskan, tambah Zuriaty, terdiri dari technical dan soft kompetensi. Setiap karyawan punya peta kompetensi dan setiap tahun manajemen melakukan People Strategy Review untuk para karyawan.  

Selain itu, PT Astra Toyota International TSO juga memiliki program Supervisory Development Program, yakni program untuk memberikan kesempatan kepada karyawan administration level untuk menjadi supervisor atau analis. Kemudian, ada Sales Supervisor Development Program yakni kesempatan untuk menjadi sales supervisor dan nantinya menjadi kepala cabang. 

“Kami punya banyak sales person, jumlah karyawan kami lebih dominan di sales person. Setiap tahun ada dua kali program Sales Supervisor Development Program yang kami jalankan. Lalu punya program Manager Development Program untuk mempersiapkan calon kepala cabang, calon kepala bengkel, maupun finance administration head,” katanya. 

Zuriaty menjelaskan, pengembangan leaders bukan hanya dilakukan melalui media yang sifatnya formal, seperti training dan coaching tetapi juga dilakukan melalui aktivitas yang bisa menumbuhkan motivasi, baik di leader tetapi juga karyawan yang ada di sekitarnya.

“Kami punya aktivitas yang namanya Bisikin. 70 persen dari karyawan kami itu adalah generasi millenial, sehingga millennial ini membutuhkan kegiatan yang sifatnya fun juga pada saat bekerja, sehingga kami juga berusaha untuk membentuk leader kami bisa fun pada saat mereka ingin men-develop karyawan,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id