Pembangunan Rumah Relokasi Korban Gempa Cianjur Dikebut

14 Dec 2022, 17:54 WIB
PT Brantas Abipraya dan Kemen PUPR terus kebut pembangunan rumah relokasi untuk korban gempa Cianjur. Hingga kini, total 21 rumah dari 200 rumah tahap pertama relokasi telah terbangun. (Dok: PT Brantas ABipraya)

PT Brantas Abipraya bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mempercepat pembangunan rumah relokasi untuk korban gempa Cianjur. Hingga Selasa (13/12/2022) sebanyak 21 unit rumah instan sederhana sehat (RISHA) dengan konstruksi tahan gempa sudah terbangun. 

Dalam tahap pertama relokasi, sebanyak 200 rumah RISHA akan dibangun di atas lahan 2,5 hektare di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur. General Manager Divisi Operasi I Brantas Abipraya Arviga Bigwanto memastikan pihaknya akan menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu sebelum Idulfitri 2023.

“Mulai dibangun 10 hari lalu, melalui pembangunan RISHA ini Brantas Abipraya akan aktif berkontribusi membantu relokasi warga yang menjadi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Kami akan membangun hunian untuk korban di atas lahan seluas 2,5 hektare di Cilaku,” ujar Arviga dikutip dalam keterangan resminya. 

Arviga menambahkan rumah relokasi tahap pertama dibangun dengan tipe 36 di atas lahan 75 meter persegi. Di dalam RISHA ini tersedia fasilitas ruang keluarga, dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur. Dengan struktur tahan gempa RISHA, teknologi ini adalah perwujudan sebuah rumah dengan desain modular yaitu konsep yang membagi sistem menjadi bagian-bagian kecil (modul), dengan ukuran yang efisien agar dapat dirakit menjadi sejumlah besar produk yang berbeda-beda. 

“Selain tahan gempa, keunggulan dari hunian tetap RISHA ini dapat dibangun dengan cepat. Dirjen Perumahan PUPR ingin agar pengerjaan hunian tetap relokasi tahap I ini harus cepat dituntaskan, karena ini bukan proyek biasa, tapi operasi kemanusiaan.” kata Arviga. 

Dampak gempa bermagnitudo 5,6 SR yang mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022) merusak banyak bangunan mulai ringan hingga berat. RInciannya sebanyak 8.151 rumah berat, rumah rusak sedang mencapai 11.210 unit, dan rusak ringan 18.469 unit. Fasilitas umum juga tak luput terkena dampak, sejumlah 525 sekolah, 269 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan, dan 17 gedung kantor rusak akibat gempa.

“Brantas Abipraya akan terus berupaya, memberikan yang terbaik dengan berkontribusi penuh untuk pembangunan kembali Cianjur dan membangkitkan kembali semangat masyarakat yang menjadi korban gempa ini. Pembangunan RISHA ini juga kami kebut penyelesaiannya agar manfaatnya dapat lekas dirasakan oleh masyarakat,” ucap Arviga.

Selain bantuan rumah bagi yang direlokasi, pemerintah juga memberikan bantuan stimulan perbaikan rumah untuk korban gempa Cianjur. Angka bantuan stimulan perbaikan rumah bervariasi mulai dari Rp60 juta untuk warga dengan rumah rusak berat, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp15 juta untuk yang rumah rusak ringan.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id