36 Tim Siswa Sekolah Ikuti Kompetisi Bisnis Berkelanjutan Pariwisata

12 Dec 2022, 20:07 WIB
Tim Binus School Serpong memenangkan voucher senilai NZD$1.000 atau Rp10 juta dan berkesempatan untuk magang virtual dengan Massey University (Foto: Ist)

Binus School Serpong memenangkan Kompetisi Ide Wirausaha Indonesia (KIWI) Challenge. Lomba ini ditujukan untuk siswa sekolah di Jawa dan Kalimantan.

Setiap tahun, kompetisi ini diselenggarakan dalam kemitraan dengan universitas top di New Zealand. Tahun ini dinominasikan oleh Te Kunenga ki PÅ«rehuroa – Massey University dengan topik bisnis berkelanjutan dan kewirausahaan di industri pariwisata.

Dalam kompetisi ini, Binus School Serpong mengembangkan aplikasi perencanaan perjalanan yang merampingkan dan mempersonalisasi proses perencanaan perjalanan. Tim ini juga fokus pada keterlibatan komunitas lokal dan inklusivitas.

“Jika masa depan planet ini ada di tangan siswa, maka kami dalam kondisi yang baik. Masing-masing tim telah memikirkan beberapa ide dan solusi yang sangat inovatif untuk masalah yang unik di Indonesia,” kata Jeffrey Stangl, Director of Strategic Partnerships Massey University dalam keterangan resminya (12/12/2022).

Tim Binus School Serpong memenangkan voucher senilai NZD$1.000 atau Rp10 juta dan berkesempatan untuk magang virtual dengan Massey University. Di sana, mereka akan diajarkan keterampilan untuk membawa ide mereka ke dunia. Selama 8 jam mendapatkan supervisi khusus dari pakar pemasaran Massey University, para siswa akan belajar menambah nilai ide mereka dan membuat rencana pemasaran digital.

Sejak diluncurkan Oktober lalu oleh Menteri Pendidikan New Zealand, Chris Hipkins, Kiwi Challenge diikuti oleh 36 tim dari 18 sekolah. Ke-36 tim ini mengembangkan ide mereka dan membuat presentasi video berdurasi 2-3 menit untuk mengikuti kompetisi.

Sementara, 5 tim terpilih masuk ke babak final yang diadakan melalui Zoom. Tim ini kemudian memberikan presentasi selama 10 menit dan dilanjutkan dengan artikulasi solusi bisnis pariwisata berkelanjutan, serta sesi tanya jawab selama 5 menit.

“Saya terkesan dengan apa yang saya lihat hari ini. Para siswa bisa bangga pada diri sendiri dan optimistis tentang masa depan ada di depan mata,” ujarnya.

KIWI Challenge adalah inisiatif Education New Zealand (ENZ) yang bekerja sama dengan Kopi Tuli (Deaf Cafe), sebuah komunitas tuli di Jakarta, sebagai mitra. Kemitraan ini selaras dengan kerangka kerja strategis ENZ untuk memelihara dan mendorong keragaman, kesetaraan, dan inklusi, sambil juga menampilkan bahasa isyarat sebagai salah satu dari tiga bahasa resmi Selandia Baru.

Editor: Eva Martha Rahayu

Swa.co.id