6 Manfaat Ekonomi Kereta Api Pertama di Sulawesi

12 Des 2022, 18:41 WIB
Kereta api pertama di Sulawesi yang siap beropreasi memiliki enam manfaat secara ekonomi. (Foto MTI)

Pulau Sulawesi resmi memiliki kereta api pertama yang siap beroperasi. Kereta api ini menghubungkan Makassar hingga Parepare. Menurut akademisi dan pengamat transportasi, projek kereta api Makassar – Parepare memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. 

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan setidaknya ada enam manfaat ekonomi atas hadirnya kereta api pertama di Sulawesi. enam manfaat tersebut disampaikan Djoko kepada SWA Online, Senin (12/12/2022) dengan mengutip data dari Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan di Desember 2022. 

Manfaat pertama dengan hadirnya moda KA di Sulawesi Selatan adalah meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB). Kereta Api Makassar – Parepare memberikan nilai manfaat sosial sebesar Rp 2,51 triliun dengan Economic IRR sebesar 22,98 persen bagi ekonomi Sulawesi Selatan.

“Kedua, penyerapan tenaga kerja. Selama masa konstruksi, Kereta Api Makassar –  Parepare diestimasi memberdayakan 6.164 orang dan membuka lapangan kerja secara langsung,” kata Djoko dalam pesannya. 

Manfaat ketiga adalah efisiensi waktu tempuh. Penghematan waktu tempuh Makassar – Parepare  dengan kereta api adalah dari 3 jam menjadi 1,5 jam.  Hal ini, kata Djoko, 2 kali lebih cepat dari perjalanan menggunakan  kendaraan melalui jalan raya.

Manfaat ekonomi keempat adalah potensi angkutan penumpang dengan tingkat pertumbuhan penduduk di atas 8,7 persen per tahun, dan potensi angkutan barang berupa semen, klinker, bahan pangan sebanyak 60-70 juta ton. “Kelima, pengembangan UMKM. Pada 11 stasiun besar dan kecil potensi sebagai sentra baru untuk mendukung UMKM setempat,” ujarnya. 

Manfaat keenam adalah penurunan kinerja jalan raya. Menurunnya kinerja jalan raya yang diindikasikan dengan VCR (volume/capacity ratio) yang semakin rendah. Sehingga kepadatan lalu lintas di jalan akan menurunkan mobilitas atau pergerakan orang dan barang.

Selain manfaat ekonomi secara langsung, juga secara tidak langsung dapat membuka pertumbuhan ekonomi baru. Sepanjang jalur terdapat destinasi wisata di sekitar stasiun.  

Destinasi wisata sekitar stasiun adalah Stasiun Maros ada Pantai Tak Berombak, Wisata Alam Mangambang dan air Terjun Bantimurung), Stasiun Rammang-Rammang (Kampung Karst Rammang-Rammang, Taman Arkeologi Leang Leang, Danau Toakala), Stasiun Pangkajene (Tonasa Park, Danau Hijau Balocci, Taman Purbakala Sumpang Bita), Stasiun Labakkang (Wisata Alam Hutan Mangrove Dewi Biringkassi), Stasiun Ma’rang (Wisata Alam Telaga Biru Segeri), Stasiun Mandaelle (Wisata Alam Sorongan), Stasiun Tanete Rilau (Wisata Alam Pantai Laguna, Wisata Alam Lappa Laona), Stasiun Barru (Wisata Alam Anjungan, Sumpang Binangae, Wisata Alam Pantai Ujung Batu).

“Yang perlu dipikirkan adalah ketersediaan layanan transportasi umum dari stasiun tersebut menuju sejumlah destinasi wisata yang terdekat stasiun,” kata Djoko yang juga Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id