Aludi Catat Pemodal SCF Naik 30,5 Persen

20 Des 2022, 13:00 WIB
Acara Aludi Indonesia Crowdfunding Outlook 2022 (Foto: Audrey/SWA)

Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) menilai bahwa potensi industri portofolio investasi di Securities Crowdfunding (SCF) atau urun dana di Indonesia cukup besar. Aludi mencatatkan per 17 Desember 2022, penyelenggara dari Securities Crowdfunding (SCF) yang telah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai sebanyak 12 perusahaan. .

Potensi SCF telah menghadirkan keuntungan namun pada waktu yang sama mengundang potensi adanya resiko kerugian. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menunjuk Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) untuk membangun, memperkuat, dan menjaga industri Layanan Urun Dana yang saat ini sedang berkembang di Indonesia melalui regulasi yang dibentuk berikut edukasi yang akan di sosialisasikan kepada masyarakat luas.

Calvim Jonathan, Policy Director ALUDI mengatakan, asosiasi memiliki tugas dan fungsi untuk memberikan advokasi, informasi, konsultasi, dan pengawasan terhadap ekosistem industri layanan urun dana. “Sehingga ke depannya industri layanan urun dana indonesia dapat bertumbuh dan minat masyarakat akan industri ini dapat meningkat,” ujarnya pada dalam jumpa pers di Jakarta (19/12/2022).

Dalam rangka sosialisasi dan memperkuat infrastruktur dari SCF di Indonesia, ALUDI menggelar Indonesia Crowdfunding Outlook 2022 di Jakarta. Kegiatan tersebut antara lain adalah paparan mengenai perkembangan, strategi, evaluasi di 2022 dan perencanaan industri SCF di 2023.

Menurut Heinrich Vincent, Wakil Ketua Aludi pada paparannya di Indonesia Crowdfunding Outlook 2022, rumusan strategi SCF Indonesia adalah sustainable (berkelanjutan), trusted (dipercaya), dan inclusiveness (inklusivitas). “Saat ini pemodal memiliki alternatif sumber pendapatan dari pengusaha UKM dengan mengandalkan pertumbuhan bisnis yang memiliki reputasi dan pengelolaan bisnisnya yang lebih stabil. Kedua, SCF menjadi platform yang terpercaya karena semua pihak harus transparan dari awal, dan para perusahaan penerbit harus membangun kepercayaan masyarakat sebelum menjadi emiten bursa efek. Dan ketiga, baik pemodal memiliki instrument investasi baru dan penerbit memiliki akses ke untapped fund (dana yang belum dimanfaatkan).    

ALUDI mencatat bahwa per 17 Desember 2022, penyelenggara dari SCF yang telah berizin sebanyak 12 perusahaan, dan masih ada 37 perusahaan penyelenggara yang dalam proses perizinan. Di tahun 2022, perusahaan UKM penerbit mencapai 342 penerbit yang terdiri dari 253 penerbit saham, 5 penerbit saham syariah, 4 penerbit Obligor, dan 80 Penerbit Sukuk. Dari total perusahaan penerbit tersebut ada 29 jenis industri.

Sementara untuk pemodal SCF naik 30,5% dari sebelumnya 513.224 (2021) kini 669.685 (2022). Dan untuk pengguna/ user yang terdaftar pada perusahaan penyelenggara mencapai 138.815 orang.

Untuk total saham yang ditawarkan adalah Rp 641 miliar. Total saham syariah yang ditawarkan  adalah Rp 12,8 miliar. Total obligasi yang ditawarkan adalah Rp14 miliar. Sukuk  yang ditawarkan Rp 199 miliar. Dan total dana yang dihimpun adalah sebesar Rp 727miliar, dengan nilai dividen yang telah dibagikan sebesar Rp.35 miliar rupiah.

Selain memberikan paparan secara garis besar mengenai industry SCF di Indonesia, kegiatan ini juga memberikan penghargaan kepada para stakeholder yakni perusahaan penerbit (UKM) dan perusahaan penyelenggara SCF Indonesia melalui berdasarkan 5 kategori yakni Best Asset Performance 2022 untuk kategori properti adalah PT Yukarista Loka Galuhmas. Best non Asset Performance 2022 untuk kategori F&B adalah PT Cipta Kreasi Kopi. Best non Asset Performance 2022 untuk kategori Retail, PT Ritelindo Bintang Berkarya. Best Performance Sharia Platform 2022, PT Shafiq Digital Indonesia dan Best Performance Platform 2022, PT ICX Bangun Indonesia (LandX).

“Penghargaan ini merupakan apresiasi Asosiasi kepada para stakeholder kami yang sudah berjuang dan bekerja keras turut membangun reputasi berikut kredibilitas layanan urun dana Indonesia. Semoga dengan adanya apresiasi ini seluruh komponen dari kegiatan dan ekosistem SCF Indonesia akan semakin baik dan berkembang,” jelasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id