Skip to main content

Channels

Antisipasi Kecelakaan Saat Liburan Nataru dengan Hal Ini

  • 22 Des 2022, 09:28 WIB
  • 20
Keselamatan saat Liburan Natal 2022 dan tahun baru 2023 (Nataru) merupakan hal yang utama. Untuk itu, perlu antisipasi dini agar kecelakanaa tidak terjadi. (Foto; Dok Kemenhub)

Perjalanan atau mobilitas warga di akhir tahun akan bertambah. Keselamatan perjalanan jangan diabaikan, dengan mengantisipasi kecelakaan sedini mungkin. Selain transportasi darat, transportasi perairan juga perlu diperhatikan. Kondisi cuaca yang kurang baik dapat menjadi salah satu penyebab kecelakaan di perairan.

Terkait hal tersebut, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Djoko Setijowarno mengatakan ada dua faktor yang meningkatkan potensi kecelakaan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dua faktor itu adalah mobilitas tinggi kendaraan ke destinasi wisata dan intensitas hujan yang cukup tinggi pada Desember 2022. 

“Hampir seluruh akses menuju destinasi wisata juga merupakan jalan yang tergolong rentan terhadap kondisi air yang meluap ke jalan, longsor pada bagian tebing, licin, dan lain sebagainya. Antisipasi dini pun perlu dilakukan pemerintah, khususnya terkait kesiapan kendaraan ataupun awak pendukungnya,” kata Dojoko kepada SWA Online, Kamis (22/12/2022). 

Djoko melanjutkan, bagi masyarakat yang ingin berlibur menggunakan mobil harus mewaspadai kecelakaan yang sering terjadi di jalan tol. Misalnya kecelakaan di Tol Cipali penyebabnya banyak karena kelelahan dan gap kecepatan antara mobil dan truk. “Silakan beristirahat jika lelah dan jaga batas kecepatan kendaraan,” kata akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini. 

Selanjutnya Djoko mengimbau masyarakat agar patuh pada aturan lalu lintas dan mengikuti petunjuk petugas di jalan. Persiapan kendaraan dan fisik pengendara juga perlu diperhatikan untuk mampu menguasai kendaraan serta situasi jalan yang akan dilewati.

Bagi warga yang menggunakan bus wisata, harus teliti memilih penyedia bus wisata. Usahakan pengusaha bus untuk menunjukkan surat kir, kartu pengawas, serta surat izin bus pariwisata apakah masih berlaku. Pastikan pengemudi memahami kondisi jalur yang akan ditempuh dan membawa dua pengemudi (untuk pengganti), meskipun perjalanan wisata hanya sehari. “Jangan tergiur tawaran tarif sewa yang murah, namun keselamatan tidak terjamin. Bisa berangkat dan bisa pulang,” katanya. 

Bagi penyedia bus pariwisata untuk mengecek kondisi teknis kendaraan dan kemampuan pengemudinya. Disarankan menggunakan dua pengemudi meskipun hanya satu hari perjalanan wisata. Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan harus melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan pada bus pariwisata. Jika ditemukan salah satu dari seluruh elemen tidak dipenuhi, lebih baik bus pariwisata tersebut tidak dijalankan.

“Moda transportasi seperti bus wisata itu rentan terjadi kecelakaan, sehingga perlu selalu diuji kelaikan jalannya tidak hanya saat hari raya, tapi harus rutin. Bus harus melalui inspeksi keselamatan (ramp check) terlebih dahulu,” ucapnya. 

Meskipun mobilitas masyarakat saat Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 diperkirakan tidak setinggi lebaran, masih banyak masyarakat yang melakukan perjalanan dengan bus atau moda transportasi lainnya. Seluruh moda transportasi seharusnya melakukan inspeksi keselamatan, terlebih saat ini sedang memasuki musim hujan. 

Perlintasan sebidang antara jalan rel dan jalan raya masih rentan kecelakaan terutama bagi warga yang baru melintasi jalur perlintasan tersebut. Pengawasan terhadap perlintasan sebidang ini perlu ditingkatkan.

Perlu dicermati dan diawasi transportasi perairan, terutama transportasi laut. Cuaca yang kurang mendukung dan biasanya ada pemaksaan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas kapal masih kerap dilakukan. Pengawasan manifest dan melihat cuaca menjadi perhatian. “Selain juga kelaikan kapal untuk digunakan,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru