Apa Itu Kejahatan Perbankan Soceng? BRI Beri Penjelasan

12 Des 2022, 21:00 WIB
Kejahatan perbankan social engineering (soceng) mengintai masyarakat. BRI jelaskan apa itu soceng dan bagaimana cara menghindarinya. (Foto Ilustrasi oleh BRI)

Pihak perbankan mengimbau nasabah dan masyarakat agar waspada terhadap berbagai modus kejahatan perbankan dalam hal ini social engineering atau soceng. Kejahatan perbankan soceng bisa terjadi kepada setiap nasabah tanpa memandang bulu asal bank. 

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengimbau nasabah dan masyarakat agar lebih berhati-hati dengan modus kejahatan perbankan tersebut. Ia juga berharap agar korban dari kejahatan perbankan tidak bertambah.

“Nasabah agar selalu waspada terhadap berbagai modus tindak kejahatan social engineering. Kerahasiaan data pribadi dan data transaksi perbankan harus terus dijaga, tidak hanya oleh pihak bank, namun juga oleh nasabah,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Senin (12/12/2022). 

Apa itu kejahatan perbankan Soceng? BRI menjelaskan kejahatan perbankan Soceng merupakan tindakan memanipulasi psikologis korban untuk melakukan langkah-langkah tertentu, sehingga nasabah memberikan data pribadi atau kunci akses pada ‘brankas digital’ atau layanan mobile banking yang mereka miliki. Kunci akses ini adalah username, dan password mobile banking yang tanpa sadar, nasabah berikan melalui website palsu.

“Tidak hanya di BRI, kejahatan perbankan dengan modus social engineering (Soceng) tersebut juga dapat terjadi di bank manapun. Oleh karenanya, untuk memerangi kejahatan perbankan tersebut, BRI juga terus proaktif berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelaku yang merugikan nasabah,” katanya. 

Modus penipuan Soceng terbaru yakni permintaan untuk meng-install aplikasi yang mengatasnamakan kurir pengiriman barang. Cara kerjanya, pelaku berpura-pura sebagai kurir dan mengirimkan file ekstensi APK, disertai foto paket kepada korban. Korban pun diminta untuk mengklik dan meng-install aplikasi tersebut.

Selanjutnya, korban harus menyetujui hak akses (permission) terhadap aplikasi sehingga dari sana data pribadi yang bersifat rahasia dalam handphone korban bisa dicuri oleh pelaku. Data yang dicuri bisa sangat beragam, data yang bersifat pribadi dan berbagai informasi yang masuk melalui SMS, termasuk data perbankan yang bersifat rahasia seperti OTP (One Time Password) dan data lainnya dapat diambil oleh fraudster.

Aestika mengungkapkan bahwa BRI pun secara masif terus melakukan himbauan kepada nasabah agar lebih berhati-hati, serta tidak mengunduh, menginstal, maupun mengakses aplikasi tidak resmi. Nasabah juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan tidak memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan yang bersifat rahasia kepada siapapun, termasuk ke pihak bank.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id