Avrist Catat Net Income Tumbuh 62% Selama 9 Bulan Tahun 2022

05 Des 2022, 20:26 WIB
Presdir PT Avrist Assurance Simon Imanto (kiri) dan Direktur Keuangan PT Avrist Assurance Ian Ferdinan Natapradja (kanan).


Berdasarkan laporan keuangan per September 2022, PT Avrist Assurance (Avrist), perusahaan asuransi jiwa dengan pengalaman selama lebih dari 45 tahun di Indonesia meraih pertumbuhan positif dalam kinerja keuangannya sepanjang tahun 2021 hingga tahun 2022. Tercatat peningkatan yang signifikan pada laba neto tahun berjalan (net income) menjadi Rp92,74 Miliar, atau meningkat 62 persen dibanding periode yang sama dari tahun sebelumnya sebesar Rp57,36 miliar. Avrist pun telah mengejar peningkatan total pendapatan menjadi Rp 1.2 Triliun meningkat dari tahun sebelumnya Rp 1 Triliun per September 2021.  

Perusahaan ini juga berhasil mendongkrak hasil investasi naik menjadi Rp 576,64 miliar, dari tahun sebelumnya berada di angka Rp343,64 Miliar pada September 2021. Begitupun dengan rasio kesehatan keuangan, RBC (risk based capital) Avrist naik ke angka 586,93 persen per September 2022 (September 2021 berada pada level 427,02 persen). Seiring dengan hal tersebut, perusahaan juga telah menjalankan operasionalnya secara efisien, dimana biaya operasional per September 2022 sebesar Rp 178.37 miliar turun dari tahun sebelumnya Rp 180,18 miliar.  

Simon Imanto, Presiden Direktur Avrist Assurance, mengungkapkan, “Pandemi telah mendorong pelaku usaha, termasuk Avrist, dituntut mampu beradaptasi dengan melakukan berbagai inovasi agar bisa bertahan. Salah satunya melalui digitalisasi, dimana behaviour masyarakat telah mengalami perubahan. Tata cara penjualan asuransi yang semula dilakukan secara konvensional, kini beralih menjadi non face to face melalui sarana digital.” 

Digitalisasi, menurut Simon, berdampak siginifikan bagi proses peningkatan kesadaran masyarakat dalam berasuransi. Avrist memberikan solusi dengan meluncurkan berbagai produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terkini. 

 “Selama 20 tahun terakhir, penetrasi yang hanya 3 persen membuat peluang asuransi menjadi sangat besar. Kami secara konsisten melakukan edukasi literasi dan inklusi keuangan ke komunitas dengan melakukan kolaborasi antar distribution channel serta menciptakan kebutuhan produk asuransi sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan begitu kesadaran masyarakat terhadap produk asuransi akan terbentuk,” tambah Simon. 

Kolaborasi distribution channel dilakukan melalui 5 channel, yakni; agency, partnership distribution, employee benefit distribution (EBD), Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dan syariah.  Avrist juga menerapkan langkah strategis lain dengan bersinergi melibatkan anak perusahaan, yaitu Avrist General Indonesia dan Avrist Asset Management, guna memasarkan produk-produknya, sehingga memudahkan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas berkelanjutan serta menjangkau masyarakat dalam memberikan perlindungan melalui produk asuransi. 

Ian Ferdinan Natapradja, Direktur Keuangan Avrist Assurance, menyatakan Avrist akan melangkah lebih jauh melalui strategi yang mengutamakan pengembangan bisnis secara holistik di seluruh channel distribution, pengembangan digitalisasi serta menguatkan kualitas sumber daya manusia.