Skip to main content

Channels

Digitalisasi dan Integrasi Sistem Dukung UMKM di DKI Jakarta Lebih Maju

  • 20 Des 2022, 16:30 WIB
  • 0

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru inj menyerahkan akta pendirian koperasi kepada 60 koperasi yang telah difasilitasi. Selain itu di saat yang sama dilakukan soft launching pemutakhiran dashboard sistem Jakpreneur serta integrasi QRIS Jakpreneur dan beberapa kegiatan seminar, talkshow dan sosialisasi UMKM Jakpreneur di acara Pameran Produk Kreatif di Balai Kota DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menyebut kegiatan ini diikuti oleh 70 UMKM yang ditujukan untuk meningkatkan jejaring UMKM sebagai ajang promosi antara UMKM dan stakeholders.

“Integrasi ini juga mempermudah Dinas PPKUKM dan stakeholders memperoleh data transaksi para anggota Jakprenuer yang akurat guna membantu proses pemodalan, pengembangan akses pasar dan ruang usaha UMKM,” tambah Ratu Allo.

Pada bulan Oktober 2022 lalu, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta meluncurkan QRIS Jakpreneur berkolaborasi dengan NETZME Kreasi Indonesia, kini kembali berkolaborasi menghadirkan QRIS Jakpreneur yang terintegrasi ke sistem resmi jakpreneur.jakarta.go.id

Melalui Jakpreneur, berbagai program fasilitasi yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat diakses oleh para UMKM binaan Jakpreneur untuk lebih mudah dalam mengembangkan usahanya. Sehingga, setiap orang dapat memiliki keterampilan dan kemandirian berwirausaha serta berkesempatan untuk meraih kesuksesan.

“UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian di DKI Jakarta, diharapkan para pelaku UMKM Jakpreneur terus meningkatkan kualitas produk, kemasan dan terus berinovasi untuk mengembangkan produk dengan baik agar dapat bersaing di dunia internasional. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM dengan membelanjakan produk UMKM dan penyediaan bahan baku,” jelas Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Sri Haryati.

QRIS Jakpreneur tidak hanya memberikan fasilitas sistem pembayaran non-tunai yang cepat, mudah, murah, aman dan handal bagi seluruh UMKM Jakpreneur yang sudah bisa memanfaatkannya, tapi juga memungkinkan Dinas PPKUKM bisa secara langsung (real-time) melakukan pemantauan yang lebih akurat dan terukur atas perkembangan kinerja setiap UMKM dari berbagai program pengembangan kewirausahaan yang selama ini sudah, sedang berjalan dan yang akan datang.

Saat ini masih dalam tahap uji coba, karena sedang dalam proses penyempurnaan untuk beberapa fitur, diharapakan segera dapat terintegrasi secara penuh dan langsung dengan platform Jakpreneur yang sudah dikembangkan terlebih dahulu sebelumnya oleh pihak Dinas PPKUKM, serta sudah menaungi lebih dari 340.000 UMKM Jakpreneur dari seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Nantinya segala bentuk program pengembangan kewirausahaan kedepannya bisa secara langsung dipantau secara lebih akurat dan terukur serta bisa terus ditingkatkan secara berkelanjutan dengan pemanfaatan teknologi digital terkini,terang Ratu Allo.

Integrasi sistem ini bertujuan untuk menyempurnakan sistem pendataan UMKM binaan Jakpreneur Dinas PPKUKM DKI Jakarta, melalui sistem QRIS Jakpreneur yang telah terintegrasi ini, Dinas PPKUKM dapat memonitoring data transaksi tiap UMKM. Melalui data tersebut dapat digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan Dinas menentukan UMKM yang perlu mendapatkan pendampingan khusus atau modal tambahan.

CEO Netzme, Vicky G. Saputra mengatakan kami sangat bangga dapat berkolaborasi dan mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan potensi para wirausaha di DKI Jakarta, Integrasi QRIS Jakpreneur ini merupakan salah satu upaya menciptakan ekosistem digital yang sustainable bagi pemerintah Indonesia.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru