Skip to main content

Channels

Ekonomi Kota Blitar di Bawah Walikota Santoso yang Disekap Perampok

  • 12 Des 2022, 18:46 WIB
  • 0
Kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Kota Blitar di bawah kepemimpinan Walikota Blitar Santoso (kanan) yang disekap permapok pada Senin (12/12/2022) dini hari. (foto: Dok Pemkot Blitar)

Walikota Blitar Santoso bersama istrinya disekap perampok pada Senin (12/12/2022) dini hari. Santoso menjadi Walikota Blitar sejak tahun 2020 menggantikan Muhammad Samanhudi Anwar yang terjerat kasus korupsi. Beginilah kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Kota Blitar di bawah kepemimpinan Santoso. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2020 perekonomian Kota Blitar yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.708,14 miliar dan PDRB per kapita mencapai Rp46,98 Juta. Sementara perekonomian Kota Blitar tahun 2021 yang diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp7,11 triliun. Ekonomi Kota Blitar tahun 2021 tumbuh sebesar 4,28 persen, lebih  tinggi dibanding capaian tahun 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,28 persen.

“Struktur ekonomi Kota Blitar tahun 2021 didominasi lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 24,16 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 66,81 persen,” tulis BPS dalam keterangannya.

Selain itu, BPS juga mengumumkan bahwa pada tahun 2021 rata-rata pengeluaran per kapita sebulan di Kota Blitar mengalami peningkatan sekitar 12,42 persen dari Rp1.369.646,11 pada tahun 2020 menjadi Rp1.539.749, pada tahun 2021. Baik tahun 2020 maupun tahun 2021, rata-rata pengeluaran untuk komoditas non makanan lebih tinggi dibanding pengeluaran makanan. 

“Pada tahun 2020 persentase pengeluaran makanan sebesar 43,64 persen dan pengeluaran non makanan sebesar 56,36 persen. Namun pada tahun 2021 persentase pengeluaran makanan sedikit turun menjadi 43,24 persen sehingga persentase pengeluaran non makanan meningkat menjadi 56,76,” jelas BPS dalam publikasi Maret 2022.

Berdasarkan hasil proyeksi Sensus Penduduk 2020 (SP2020) BPS, jumlah penduduk di Kota Blitar tahun 2021 sebanyak 150.371 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk selama setahun terakhir (2020-2021) mencapai 0,61 persen. Rasio jenis kelamin penduduk Kota Blitar pada tahun 2021 sebesar 99,00 persen yang artinya dari setiap 99 penduduk laki-laki terdapat 100 penduduk perempuan. Sedangkan untuk kepadatan penduduk mencapai 4.617 penduduk per km2.

Tingkat partisipasi angkatan kerja di Kota Blitar tahun 2021 mengalami kenaikan dari 69,53 persen menjadi 69,96 persen. Seperti tahun 2020, tingkat partisipasi penduduk laki-laki lebih tinggi dibanding penduduk perempuan. Berbanding lurus dengan hal tersebut tingkat pengangguran laki-laki juga lebih tinggi dibanding perempuan.

Pada tahun 2021 garis kemiskinan Kota Blitar sebesar Rp481.229 meningkat 3,30 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp465.868. Seiring dengan peningkatan garis kemiskinan, jumlah penduduk miskin meningkat dari 11.100 orang menjadi 11.330 orang.

Selain kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Blitar juga meningkat. IPM Kota Blitar pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 0,41 poin dibanding tahun 2020 dari 78,57 menjadi 78,98.  Ada 4 komponen yang membentuk IPM yaitu usia harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita setahun yang disesuaikan. 

“Di tahun 2021 masing-masing komponen tersebut mencapai 73,86 untuk usia harapan hidup, 14,33 untuk harapan lama sekolah, 10,35 untuk rata-rata lama sekolah, dan 13.816 untuk pengeluaran,” kata BPS dalam keterangan Kota Blitar Dalam Angka 2022. 

Sementara data di tahun 2022 masih dalam proses registrasi. Data 2022 akan dimasukkan ke dalam Registrasi Sosial dan Ekonomi (Regosesek) 2022. Dilansir dari situs resmi Pemkot Blitar, BPS Kota Blitar dan Forkopimda baru menggelar Rapat Koordinasi Regosesek 2022 pada 19 September 2022 lalu.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru