Industri Logistik Diprediksi Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi 2023

05 Dec 2022, 19:46 WIB
Ilustrasi

Ancaman resesi global tahun 2023 masih menghantui perekenomian Indonesia. Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto menyebutkan bahwa pengaruh resesi global sangat kecil ke industri logistik di Tanah Air. Untuk itu, dia memprediksikan sektor ini akan tetap tumbuh.

“Diprediksi sektor logistik akan tumbuh sekitar 10-20% secaya year on year,” ujarnya saat dihubungi SWA Online. Dia menjelaskan pertumbuhan logistik di Indonesia dipengaruhi oleh faktor domestik. Sugi menyebutkan kegiatan logistik di Indonesia ditopang oleh Fast Moving Consumer Goods, yang mana pertumbuhan populasi masyarakat Indonesia meningkat menjadi sekitar 275 juta jiwa sehingga demand akan ikut tumbuh.

Di sektor ritel, l seperti supermarket, department store juga akan tumbuh. Selain itu, pendorong pertumbuhan logistik di tahun 2023 adalah dari industri otomotif dimana para pemainnya sudah menyiapkan produk-produk terbarunya. Menurutnya, sektor kesehatan juga masih bertumbuh di farmasi dan alat kesehatan dimana saat ini diketahui masyarakat masih mengkonsumsi vitamin dan menggunakan masker.

“Eskpor & impor , chemical, mining juga masih bertumbuh. Semuanya akan tumbuh kecuali di tekstil yang mana ini terpengaruh oleh buying power di Uni-Eropa dan sekitarnya yang menurun akibat dari adanya perang Rusia dan Ukraina,” jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan ini akan menjadikan persainga di bidang logistik akan semakin ketat dan menarik. Khususnya diangkutan barang-barang consumer goods dan angkutan barang non mining. Pasalnya di tahun 2023 Kementerian menerapkan kebijakan Zero ODOL (Over Dimention & Over Load). Artinya, barang yang dimuat dalam truk pengangkut barang melebihi muatan atau dimensi dalam proses pengiriman barang. “Kalau ini diterapkan maka kebutuhan angkutan akan naik 1,5 kali lipat, sehingga akan terjadi kompetitif harga, karena dengan muatannya lebih ringan maka harga akan semakin kompetitif,” tuturnya.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, Sugi menyampaikan agar perusahaan logistik harus cepat mengambil langkah untuk melakukan inovasi agar bisa memenangkan persaingan. “Salah satunya dengan melakukan digitalisasi,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id