Skip to main content

Channels

Industri Mamin Tetap Positif di Tengah Ketidakpastian

  • 05 Des 2022, 20:20 WIB
  • 0
Menteri Perisndutrian Agus Gumiwang sumringah kinerja industri makanan dan minuman tetap posiif meski di tengah berada dalam ketidakpastian global. (Foto Dok. Kemenperin)

Kinerja industri makanan dan minuman (mamin) tetap positif meski perekonomian dunia sempat terpuruk dihantam pandemi dan di tengah ketidakpastian global. Industri makanan dan minuman mampu  tumbuh 3,57% (yoy) dan mencatatkan diri sebagai subsektor dengan kontribusi terbesar terhadap PDB pada Triwulan-III tahun 2022, yaitu sebesar 38,69%. 

“Kinerja industri makanan dan minuman yang baik tidak lepas dari peran serta para pelaku industri di subsektor ini yang telah bekerja keras menjaga pertumbuhan industrinya, sehingga dapat tumbuh yang positif meski pada saat pandemi,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya, Senin (5/12/2022).

Agus menyampaikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk terus mendorong daya saing industri mamin di Tanah Air. Di antaranya dengan memacu penerapan industri 4.0 pada subsektor manufaktur makanan dan minuman. 

“Fasilitas yang disediakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam rangka percepatan implementasi industri 4.0 di industri makanan dan minuman antara lain bimbingan teknis transformasi industri 4.0 bagi manajer dan engineer, verifikasi Indonesia Industri 4.0 Readiness Index (INDI 4.0), dan pendampingan dalam penerapan industri 4.0 dengan target 800 perusahaan pada tahun 2022 dan 2023,” katanya. 

Tak hanya itu, Kemenperin juga telah meluncurkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang merupakan indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian. IKI juga merupakan gambaran kondisi industri pengolahan serta prospek kondisi bisnis di Indonesia.  

IKI bertujuan digunakan untuk diagnosa permasalahan sektor industri serta penyelesaiannya secara cepat dan tepat. Pada November 2022, nilai IKI berada di posisi 50,89, menandakan sektor industri masih berada di jalur ekspansi.

“IKI bisa menjadi instrumen kami untuk merumuskan kebijakan yang tepat karena sangat penting, kami memohon kerja sama dari para pelaku industri untuk mengisi kuisioner IKI secara jujur dan faktual yang pengisiannya dilakukan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas),” ujar Menperin.

Dalam upaya untuk terus mendorong daya saing industri mamin, Kemenperin juga terus memastikan ketersediaan bahan baku industri untuk mendukung roda produksi. Terkait dengan jaminan ketersediaan bahan baku ini, telah diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian. 

“Kemenperin akan terus berusaha menjamin bahwa rekan-rekan industri memiliki kecukupan bahan baku, dan komitmen dari Kemenperin, kami ingin terus memfasilitasi sehingga tidak ada subsektor manufaktur yang left behind,” tegas Menperin.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Kemenperin untuk terus mendorong industri nasional agar terus tumbuh di tengah ketidakpastian global. GAPMMI berharap dukungan pemerintah bisa mendorong industri makanan terus tumbuh. 

“Kami perlu dukungan ketersediaan bahan baku sehingga bisa menjadi pendorong kepastian berusaha di Indonesia, kami yakin Kemenperin adalah stakeholder kami yang selalu mendukung industri makanan dan minuman untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru