Skip to main content

Channels

Jenang Kudus  Resmi Tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda

  • 14 Des 2022, 10:09 WIB
  • 0
Perhelatan penghargaan produk Waridan Budaya Takbenda, Jakarta 9 Desember 2022

Muhammad Hilmy sebagai pemilik PT Mubarokfood Cipta Delicia merasa bersyukur dengan ditetapkannya Jenang Kudus sebagai salah satu produk Warisan Budaya `Takbenda (WWTb). Penetapan tersebut berdasarkan keputusan Kemendikbud Riset dan Teknologi RI.

Penyerahan sertifikat WBTb digelar pada rangkaian acara Malam Apresiasi Kebudayaan Indonesia Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, bertempat di Plaza Insan Berprestasi, Jl. Jend. Sudirman Senayan Jakarta, Jumat ( 9/12)

Dari Kabupaten Kudus,  terpilih 3 karya WBTb, yakni Makanan Khas Jenang Kudus, Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus dan Kesenian Barongan serta berjumlah total ada 16 karya budaya berasal dari beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah.

Pemilihan dan penetapan WBTb tentunya melalui proses seleksi sangat ketat, dari 718 usulan yang didaftarkan untuk dinilai, sebanyak 200 pelaku seni dan budaya terpilih melalui sidang penetapan. Dari tahun 2013 hingga 2022 ini telah berjumlah 1.728 WBTb Indonesia yang sudah ditetapkan.

Jenang Kudus, salah satu produk yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, dalam sambutannya, mengatakan bahwa usulan penetapan WBTb berasal dari pemerintah daerah, hal ini merupakan bentuk kesadaran pemerintah daerah untuk ikut serta dalam kerja pemajuan kebudayaan.

Hilmar Farid mengungkapkan, berharap ada komitmen kuat antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga warisan budaya adiluhung yang dimiliki bangsa kita. “Perlu kolaborasi yang kuat semua pihak untuk menjaga warisan budaya bansa kita,” kata Hilman Farid.

Diungkapkan juga bahwa penetapan WBTb ini bukanlah  proses akhir, jangan sampai karena sudah ditetapkan menjadi WBTb kita menjadi terlena.” Justru dengan penetapan ini harus menjadi semangat dan tindak lanjut dalam pemajuan kebudayaan.” tambah Hilmar.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa penetapan WBTb merupakan bagian dari misi kebudayaan untuk mendorong upaya merawat tradisi peninggalan leluhur.

Mndikbudristek berharap, penetapan status WBTb tersebut bisa menjadi penyemangat dan sumber inspirasi.  “Mari kita berinovasi, bergerak serentak mewujudkan pemajuan kebudayaan dan merdeka berbudaya” ujar Nadiem Anwar Makarim.

Sebagai generasi ketiga yang mewarisi usaha kekek buyutnya,Muhammad Hilmy tentu menyambut gembira dan merasa bangga dengan status WBTb untuk Jenang Kudus. “Terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus dan segenap masyarakat Kudus atas dukungannya sehingga terpilih dan ditetapkan karya budaya dari Kabupaten Kudus tercinta,” kata Muhammad Hilmy.

Dengan penetapan status WBTp tersebut, Muhammad Hilmy mengaku makin semangat untuk terus berusaha menjadikan Jenang Kudus sebagai produk makanan khas yang bisa mendunia. “Alhamdulillah secara market terus bertumbuh,” kata pemilik beberapa merek Jenang Kudus ini.

Terbaru