Kolaborasi Super Indo, UGM dan Global Food Majukan Produksi Telur Cage Free

12 Des 2022, 15:39 WIB
Johan Boeijenga, Presiden Direktur Super Indo (ke-1 dari kanan)

Supermarket Super Indo berkomitmen untuk menghadirkan produk asal hewan berkualitas prima, sehat dan aman, serta mendukung kesejahteraan hewan, terutama pada produk telur ayam. Untuk itu, Super Indo menandatangani kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Global Food Partners (GFP) guna  mendukung pelatihan sistem cage free dan peningkatan kapasitas produsen telur ayam di Indonesia.

“Kami mengapresiasi kerja sama dengan UGM GFP dalam meningkatkan kapasitas produsen telur ayam di Indonesia. Kami melihat, peternakan ayam dengan konsep tanpa kandang sekat atau yang sering disebut cage free menjadi tren yang terus berkembang dalam industri telur dunia dan segera di Indonesia. Karena itu penting bagi para peternak ayam petelur untuk mendapatkan edukasinya sedini mungkin dan mengambil peluang bisnis di masa depan,”  ungkap Johan Boeijenga, Presiden Direktur Super Indo.

Saat ini untuk mulai mengedukasi pelanggan, Super Indo telah menyediakan pilihan telur ayam bebas kandang sekat di seluruh gerai dengan harga yang terjangkau.

Sebelumnya, UGM dan GFP telah berkomitmen untuk membangun Cage-free Innovation and Welfare Hub di Indonesia. Ini merupakan Pusat Pelatihan Internasional dan Peternakan Model untuk produksi dan manajemen telur merupakan yang pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

“Pusat pelatihan yang kami bangun memungkinkan produsen telur mencapai kesuksesan, keberlanjutan, dan keuntungan jangka panjang dalam produksi telur bebas kandang baterai. Kami harap dengan kerjasama ini, Super Indo dapat menjadi akselator pemasok telur ayam bebas kandang sekat di market Indonesia. Selain itu, Super Indo dapat mempromosikan standar kesejahteraan hewan yang lebih baik dan meningkatkan ketersediaan telur bebas sekat di pasar Indonesia.” Ungkap Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada.

Menurut Food & Agriculture Organization, Indonesia merupakan negara produsen telur terbesar ke-7 di dunia. Survei penilaian kebutuhan produsen GFP baru-baru ini menemukan bahwa produsen telur di Indonesia membutuhkan dukungan dari para ahli tentang bagaimana transisi dari sistem kandang konvensional ke produksi bebas kandang sekat.

“Kerja sama ini dapat mempertemukan produsen telur ayam dan pemangku kepentingan industri, salah satunya yaitu Super Indo sebagai supermarket penyedia kebutuhan pokok. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang dan daya saing industri telur ayam di Indonesia. Sinergi ini memungkinkan para produsen telur ayam mendapatkan praktik terbaik dalam manajemen dan produksi bebas kandang sekat, menjadi model peternakan bagi produsen bebas kandang sekat,” tutur Jayasimha Nuggehali, Co-founder & Chief Operating Officer Global Food Partners.

Yuvlinda Susanta, GM of Corporate Affairs & Sustainability Super Indo menjelaskan, telur ayam merupakan produk asal hewani yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penting memastikan telur ayam yang tersedia di semua gerai Super Indo berkualitas baik dan memiliki standar kemananan pangan serta kesejahteraan hewan. “Kami akan menggunakan upaya terbaik  untuk mempromosikan telur ayam tanpa kandang sekat. Dan berharap dengan kolaborasi bersama UGM dan GFP, maka ketersediaan telur tanpa kandang sekat ini bisa meningkat dan terjangkau oleh konsumen Indonesia secara umum,” ucap dia.

Swa.co.id