Layanan DevOps ICS Compute Diakui AWS Partner Network

07 Dec 2022, 08:20 WIB
Layanan DevOps (Development and Operations) yang  menjadi salah satu pilar krusial dalam proses transformasi digital bagi banyak perusahaan (Foto: Ist)

Di era digital seperti sekarang ini, terutama sejak pandemi terjadi, perusahaan dituntut untuk bertransformasi ke sistem digital secara cepat. Bahkan, berdasarkan data firma riset pasar Global View Research, nilai pasar transformasi digital global pada 2021 sudah mencapai US$608 miliar dan akan melaju secara CAGR 23,1% dalam kurun 2022-2030.

Di Indonesia, tren peningkatan digitalisasi perusahaan pun melaju cukup masif. Karena itu, dibantu oleh sejumlah tim ahli di bidang cloud computing yang dimiliki, ICS Compute sanggup membantu perusahaan-perusahaan di berbagai sektor untuk melakukan transformasi digital berbasis cloud computing.

CEO ICS Compute Budhi Wibawa menyebutkan, beberapa layanan yang ditawarkan perusahaannya cukup beragam, mulai dari migrasi beban kerja dari on-premise ke sistem cloud, migrasi SAP, modernisasi aplikasi, penggunaan data analytics, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga pengembangan DevOps.

“Itu selaras dengan visi kami, yaitu Re-Invent and Go-Beyond, di mana ICS Compute ingin membawa berbagai inovasi terkini dengan menggunakan solusi cloud computing sekaligus memaksimalkan fungsi advanced dari cloud computing itu sendiri, bukan hanya sebagai infrastruktur teknologi informasi semata,” katanya di Jakarta (7/12/2022).

Budhi menjelaskan tentang  layanan DevOps (Development and Operations) yang  menjadi salah satu pilar krusial dalam proses transformasi digital bagi banyak perusahaan. Sebab, layanan tersebut mampu mengautomasi sistem bisnis, mempercepat proses deployment-nya, dan memudahkan penanganan troubleshooting jika ada.

Jadi, wajar apabila nilai pasar layanan DevOps juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut laporan Allied Market Research, jika nilai pasar DevOps global pada 2020 tercatat sebesar US$6,78 miliar, pada 2030 angkanya diperkirakan naik menjadi US$57,90 miliar alias tumbuh secara CAGR sebesar 24,2% selama periode analisis 2021-2030.

“Sebagai AWS Partner Network yang memiliki kompetensi di bidang layanan DevOps, komitmen kami terhadap pelanggan cukup besar. Hal itu dapat dilihat dari seluruh karyawan yang terlibat 100% sudah tersertifikasi,” kata Budhi. Pelanggan ICS Compute tersebar di berbagai sektor, mulai dari perusahaan start-ups, small medium business, hingga enterprise berskala nasional.

Tidak puas dengan keahlian itu saja, Budhi mengatakan bahwa ke depan, ICS Compute akan mengejar beberapa kompetensi lainnya agar dapat memberikan layanan yang komprehensif dan ter-update. Dengan begitu, pasar Indonesia, mulai dari perusahaan kecil hingga besar, tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi global yang memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi penggunanya.

Budhi mengaku, baru-baru ini ICS Compute atau PT Innovation Cloud Services diakui oleh AWS meski eksistensinya per Desember ini baru berusia 5  tahun, perusahaan sistem integrator yang fokus pada layanan cloud computing di Indonesia itu sudah memiliki sederet catatan kesuksesan.  Salah satunya berhasil menjadi mitra lokal (local partner) di Indonesia pertama yang meraih kompetensi DevOps dari Amazon Web Services (AWS), Inc., anak perusahaan Amazon.com yang menyediakan platform cloud computing dan Application Programming Interface (API) di dunia.

Kinerja ICS Compute meningkat, hanya dalam  dua bulan sejak didirikan, perusahaan tersebut berhasil meraih pengakuan sebagai Standard Consulting Partner dari AWS. Setelah itu, penghargaan terus mengalir setiap tahunnya, hingga pada 2020 dinobatkan sebagai ASEAN Rising Star Partner of the Year dan tahun lalu sebagai Consulting Partner of the Year (Indonesia) dari AWS.

Swa.co.id