Skip to main content

Channels

Menhub Jajaki Peluang Garap Bandara dengan India

  • 16 Des 2022, 15:48 WIB
  • 20

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menjalin kerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta India di sektor penerbangan. Hal tersebut diutarakan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat lawatannya ke India pekan ini.

Kerjas ama bilateral antara Indonesia dan India di bidang aviasi telah terjalin sejak penandatanganan Air Services Agreement tanggal 25 Januari 2011 lalu. Sebelum Covid-19, maskapai India dan Indonesia juga sudah menjalin konektivitas secara reguler. Garuda Indonesia, Batik Air dan Indonesia AirAsia sebelumnya telah beroperasi dari Indonesia ke Mumbai dan Chennai.

“Kita berupaya meningkatkan kembali konektivitas udara antara kedua negara kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19, bahkan bisa melebihi untuk menangkap demand yang cukup tinggi di kedua negara”, tutur Budi dalam keterangan resminya (16/12/2022).

Menhub mengajak sektor swasta di India untuk memanfaatkan peluang mengadakan penerbangan langsung dari India ke 10 destinasi wisata yang saat ini sedang gencar dipromosikan pemerintah. Selain itu, Menhub juga berharap adanya konektivitas langsung dari dan ke beberapa kota baru di India seperti Hyderabad dan Bangalore, melalui Medan, Sumatera Utara.

“Medan dapat menjadi hub strategis antara Indonesia dan India yang saat ini bandaranya dioperasikan bersama oleh Angkasa Pura II dan GMR India. Saya harap ini menjadi momentum yang baik untuk membangun kembali industri penerbangan kita,” ujarnya.

Selain menjajaki konektivitas penerbangan langsung, Menhub juga menjajaki perluasan investasi pengembangan bandara yang sebelumnya sudah dilakukan bersama GMR dalam pengelolaan Bandara Kualanamu. Dalam kesempatan bersama Group Director GMR, Srinivas Bommidala tersebut, Menhub berharap GMR bisa ikut terlibat dalam pengembangan Bandara Kertajati di Majalengka yang saat ini sudah kembali melayani penerbangan umroh.

Peluang kerjasama untuk mengembangkan Bandara YIA di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta pun dilakukan dengan Adani Group. Selain di sektor penerbangan, Adani Group juga tertarik untuk mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara.

Editor: Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru