Menkeu dan Dirut Pertamina Masuk Daftar 100 Wanita Berpengaruh di Dunia

10 Des 2022, 17:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati (kanan) kembali masuk ke dalam jajaran 100 wanita berpengaruh di dunia versi Majalah Forbes. (Foto Dok Kemenkeu dan Pertamina)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati kembali masuk dalam jajaran 100 wanita yang berpengaruh di dunia pada tahun 2022 versi Majalah Forbes. Mengutip dalam Tops Forbes’ 19th Annual Ranking of the World’s Most Powerful Women, Menkeu masuk pada peringkat 47 sementara Nicke peringkat 49. 

“Indrawati kembali ke posisinya sebagai Menteri Keuangan setelah menjabat sebagai Direktur Pelaksana dan COO Bank Dunia. Sebagai Menteri Keuangan, dia meningkatkan penerimaan negara melalui reformasi pajak yang akan memperluas layanan e-filing dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” tulis Majalah Forbes.

Forbes menyebut bahwa pada tahun lalu Menkeu Sri Mulyani menerima penghargaan prestisius Best Minister di World Government Summit atas upayanya melaksanakan reformasi. Selama di Bank Dunia, dia menggunakan platformnya untuk mempromosikan kesetaraan gender.

Sementara untuk melakukan penilaian terhadap Dirut Pertamina, Forbes menggunakan parameter pendapatan dan jumlah karyawan. Nicke sebagai direktur utama wanita dinilai mampu memimpin perusahaan yang mendukung keputusan pemerintah Indonesia. Forbes juga menyebutkan bahwa Pertamina adalah importir gas terbesar di Asia. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menilai pengakuan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh manajemen dan pekerja. “Saya bersyukur dan berterima kasih atas penilaian baik dan pengakuan masyarakat Internasional. Ini adalah hasil kolaborasi Pertamina dengan seluruh stakeholder, dan akan menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik ke depan,” ucap Nicke.

Selain Nicke tercatat nama lain dari sektor energi termasuk Catherine MacGregor dari perusahaan energi Perancis Engine, Sinead Gorman yang merupakan CFO Shell, dan Lynn Good dari perusahaan energi Amerika Serikat Duke Energy. Sementara urutan pertama wanita berpengaruh dunia diraih oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.

Dalam menentukan daftar tersebut, Forbes menggunakan empat metrik utama, yaitu pendapatan, media, dampak, dan lingkup pengaruh. “Untuk para pemimpin politik, kami menimbang produk domestik bruto dan populasi; untuk pemimpin perusahaan, pendapatan dan jumlah karyawan; dan media menyebutkan dan menjangkau semua. Hasilnya adalah kumpulan wanita yang melawan status quo,” tulis Forbes.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id