Skip to main content

Channels

Menteri ESDM: Subsidi Beli Mobil Listrik Rp 80 Juta dan Motor Listrik Rp 8 Juta Sedang Disiapkan

  • 19 Des 2022, 10:20 WIB
  • 0
Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5 yang di pamerkan dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2022 di JIExpo-Kemayoran, Kamis (31/3/2022). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menanggapi ihwal subsidi untuk pembeli mobil listrik Rp 80 juta dan sepeda motor listrik Rp 8 juta seperti yang disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Arifin, soal subsidi tersebut masih dipersiapkan. 

“Subsidi sedang dispersiapkan ini mencakup anggaran dan kita harapkan juga ini bisa diselesaikan,” ujar dia di acara Electric Vehicle (EV) Funday di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, pada Ahad, 18 Desember 2022.

Dia mengatakan bahwa Indonesia belajar dari negara lain soal pemberian subsidi tersebut. Menurut Arifin, banyak negara yang mendorong untuk menggunakan energi bersih, termasuk memberikan subsidi. “Sekarang harga kendaraan listrik lebih tinggi karena cost batery,” kata dia.

Indonesia, Arifin berujar, sedang menyiapkan industri baterai. Karena, kata dia, memiliki sumber daya alam yang luar biasa banyak. Yang nantinya bisa menjadi daya tarik investor untuk memproduksi baterai listriknya.

Selain itu, dia menargetkan, populasi 120 juta sepeda motor berbahan bakar bakar minyak (BBM) bisa dikonversikan menjadi berbahan bakar listrik. “Ini bisa dilakukan, industri kita sudah ada yang bisa menghasilkan motor controler, kita akan terus mendevelop,” ucap Arifin.

Arifin juga menuturkan bahwa harga BBM tidak bisa dikontrol ke depannya, ditambah lagi dengan konsumsi rata-rata kebutuhannya yang sangat besar. “Sehingga, jawabannya untuk (120 juta unit) sepeda motor tersebut dikonversi menjadi energi listrik,” tutur Arifin. Dia juga menyebut Indonesia memiliki banyak sumber energi listrik. “Kita juga sudah komitmen untuk mencapai zero emission tahun 2060.”

Menteri ESDM itu mengatakan saat ini merupakan era peralihan teknologi dan harus dimanfaatkan oleh Indonesia. Mulai dari bisa membangun industri sendiri melalui konversi tersebut hingga bisa membentuk brand atau merek sendiri. “Bengkel di sana bisa melaukan penggantiam satu jam, kalau semua alat yang ada disebar ke seluruh Indonesia, ini bisa mempercepat (pengalihan ke kendaraan listrik),” tutur Arifin. 

Sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan pemerintah bakal memberikan insentif berupa subsidi ke masyarakat yang membeli mobil listrik sebesar Rp 80 juta dan subsidi sebesar Rp 8 juta untuk pembelian sepeda motor listrik.

“Jumlah dari subsidinya ini akan kami hitung, tapi kira-kira untuk pembelian mobil listrik akan diberikan insentif sebesar Rp 80 juta, untuk pembelian mobil listrik berbasis hybrid akan diberikan insentif Rp 40 juta,” kata Agus dalam keterangan pers di Brussels, Belgia, seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 14 Desember 2022.

Adapun insentif untuk pembelian sepeda motor listrik yang baru akan diberikan sebesar Rp 8 juta. Sementara insentif untuk motor yang dikonversi menjadi motor listrik sebesar Rp 5 juta.

Agus memastikan insentif diberikan kepada pembeli mobil atau motor listrik dari produsen yang memiliki pabrik di Indonesia. Saat ini kebijakan pemberian insentif itu masih dalam tahap finalisasi. “Insentif akan diberikan kepada pembeli yg membeli mobil atau motor listrik yang mempunyai pabrik di di Indonesia,” ucap Agus.

Sumber: Tempo.co

Terbaru