Pengeluaran Muslim Indonesia pada 2025 Diprediksi US$ 281,6 Miliar

10 Dec 2022, 17:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pengeluaran muslim Indonesia pada 2025 diprediksi mencapai US$ 281.6 miliar. (Dok. Kemenperin)

Ekonomi syariah telah diangkat menjadi agenda utama di berbagai negara. Ekonomi syariah dan industri halal juga telah dilihat sebagai sumber mesin pertumbuhan baru, baik di tingkat domestik maupun global. Pengeluaran Muslim Indonesia untuk produk dan layanan halal sangat tinggi. 

Melihat potensi tersebut, pemerintah berupaya mengembangkan industri halal nasional dan mewujudkan visi Indonesia sebagai produsen halal Terkemuka di dunia. Memanfaatkan bonus demografi dan sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, Indonesia mampu menjadi market terbesar produk halal dunia.

The State of the Global Islamic Economy Report 2022 mengungkapkan indikator ekonomi syariah Indonesia terus membaik. Di mana Indonesia berhasil menjadi peringkat ke-4 di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara konsumen produk halal terbesar di dunia yang mencakup 11,34% dari pengeluaran halal global.

“Indonesia, sebagai rumah muslim terbesar di dunia (jumlah 229,6 juta pada tahun 2020). Pengeluaran umat muslim untuk produk dan layanan halal mencapai US$ 184 miliar di tahun 2020 dan diperkirakan pada tahun 2025 menjadi US$ 281.6 miliar. Jadi ini merupakan pasar yang besar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Jumat (9/12/2022).

Menurut Airlangga, di sektor makanan halal, Indonesia merupakan konsumen terbesar kedua di dunia, sementara di sektor kosmetik halal menjadi konsumen terbesar keempat di dunia. Dengan besarnya potensi demografi, pemerintah akan mendorong masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk halal buatan dalam negeri.

“Melihat potensi market yang sangat besar baik dari dalam maupun luar negeri, repositioning perlu dilakukan agar Indonesia tidak hanya menjadi target pasar, tetapi juga mampu mendorong peningkatan produksi produk halal. Untuk itu, pengembangan industri halal akan terus diakselerasi secara berkelanjutan dalam rangka memenuhi demand dari dalam dan luar negeri,” kata Airlangga. 

Airlangga mengungkapkan, persaingan untuk merebut pangsa pasar global industri halal juga cukup ketat, karena industri halal tidak hanya diminati oleh negara muslim. Oleh karena itu, industri halal Indonesia harus mempunyai daya saing yang lebih dari negara lain. “Karena selain memiliki potensi domestic market yang besar, peluang ekspor juga dapat dikejar,” ujarnya. 

Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia juga sudah menjadi perhatian pemerintah. Tahun 2021 terdapat beberapa momen penting sebagai milestone perkembangan ekonomi syariah. Pertama, terbentuknya Bank Syariah Indonesia yang merupakan gabungan dari tiga bank syariah BUMN. Kedua, peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang. Ketiga, penguatan regulasi halal melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id