Skip to main content

Channels

Penggunaan Geospasial Berbasis Kecerdasan Buatan Semakin Marak

  • 09 Des 2022, 13:11 WIB
  • 20
06122022_Selasa Penjabaran mengenai pemanfaatan geospasial di Jakarta, 6 Desember 2022. (Foto : Dok)

Era transformasi digital mengakselerasi pemanfaatan teknologi geospasial, maha data (big data), dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sehingga memicu perkembangan analisis geospasial untuk perencanaan pembangunan, penentuan kebijakan, dan pengambilan keputusan.

Solusi berbasis data, lokasi dan kecerdasan buatan (AI) atau disebut dengan geospatial artificial intelligence (GeoAI) adalah suatu pendekatan pemecahan permasalahan dengan menggunakan sistem informasi geografis yang digabungkan dengan AI, termasuk di dalamnya machine learning dan deep learning.

Presiden Joko Widodo pada peringatan Badan Informasi Geospasial, menyampaikan kembali mengenai negara yang kuat adalah negara yang menguasai data, informasi dan teknologi geospasial.

Christanto Yanuar, Country Manager Esri Indonesia mengatakan, pemanfaatan GeoAI ini semakin banyak digunakan di berbagai sektor industri. “Masih banyak lagi yang mampu dilakukan dengan teknologi GeoAI, seperti perencanaan pemasaran, pemilihan lokasi, optimalisasi harga, pemilihan produk, otomatisasi alur kerja untuk memberikan pelayanan dan pengampilan keputusan yang cepat dan tepat,” tutur Christanto disela-sela GeoAI Summit 2022 di Jakarta, pekan ini.

Pada kesempatan ini, Ade komara, Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim di Badan Informasi Geospasial, menyebutkan pentingnya percepatan penyediaan peta dasar skala besar sebagai infrastruktur utama yang dijadikan dasar atau acuan ketika institusi atau organisasi lain membuat peta-peta tematik sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Ade menegaskan untuk mempercepat penyediaan peta dasar skala detail, terdapat tantangan. Perlu dicari teknologi dan metode yang ekonomis, cepat, dan bagus yang memenuhi persyaratan kualitasnya.“GeoAI merupakan teknologi yang memenuhi ketiga prasyarat tersebut. Berdasarkan kajian kami, otomasi menggunakan AI dapat menghemat lebih dari 79% waktu proses pengolahan data dibanding pengolahan secara manual,” ujar Ade

Adapun, Nazib Faizal, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), menjelaskan pemanfaatan GeoAI digunakan Kementrian PUPR untuk mempercepat pengambilan keputusan dan sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan. “Dengan menggunakan parameter-parameter dan data yang cukup banyak, sehingga masyarakat bisa mendapatkan outcome yang maksimal,” ucapnya. Nazib mencontohkan salah satu implementasi GeoAI dengan memodelkan tren lalu lintas, deteksi plat nomor kendaraan untuk Multi Lane Free Flow dan analisa tren bencana.

Hal senada dijabarkan oleh Prayogi Setyo Pratomo, Kepala Departemen Lalu Lintas dan Sekuriti Astra Tol Cipali. Prayogi menyebutkan upaya memodernisasi manajemen aset infrastruktur jalan raya nasional itu penggunaan CCVT, IoT, machine learning dan perangkat lunak ArcGIS dapat memberikan visualisasi untuk mengevaluasi kondisi trotoar, jembatan, fitur jalan sekaligus memantau perencanaan, pemeliharaan, operasi dan investasi

Dari sektor perkeburnan, Haryo Sagoro, Head GIS dari Wilmar International Plantation, berbagi kisah dari perkebunan kelapa sawit Wilmar.“Dengan teknologi GeoAI, kesehatan tanaman dapat dipantau dan dimitigasi. Selain itu, apabila ada infeksi penyakit, pohon kelapa sawit segera dapat ditangani untuk meminimalisir penyebaran yang akan menimbulkan kerugian lebih banyak.” ujarnya.

Kemampuan mendeteksi objek, menemukan pola dan membuat prediksi, dapat dilihat dan diakses melalui dashboard. Esri Indonesia bersama BNPB membangun dashboard penanggulangan bencana untuk mengidentifikasi koordinat yang terkena dampak paling parah untuk menentukan skala prioritas bantuan, seperti pada gempa di Cianjur baru-baru ini.

 Esri Indonesia dalah bagian dari Esri global yang merupakan pelopor sekaligus perusahaan penyedia perangkat lunak dan solusi berbasis sistem infomasi geografis.

Swa.co.id

Terbaru