Pentingnya Pengelolaan Keuangan yang Sehat Melalui Daya Fest 2022

16 Des 2022, 18:43 WIB
Bank BTPN kembali mengadakan Daya Fest 2022 sebagai upaya dalam pemberdayaan melalui program Daya (Foto: ist)

Pembahasan seputar finansial merupakan topik yang tidak ada habisnya. Berbagai hal termasuk permasalahan dalam pengelolaan finansial menjadi highlight yang menarik bagi banyak orang. Hal ini diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh salah satu bank di UK ke penduduk AS yang menyatakan bahwa 1 dari 5 orang susah tidur disebabkan karena memikirkan seputar keuangan mereka.

Sementara itu riset lain yang dilakukan oleh Jenius menemukan bahwa 8 dari 10 orang memikirkan keuangan mereka karena ketidaktahuannya terhadap pengetahuan finansial untuk mengatur keuangan, lalu adanya pengeluaran yang tidak terduga, serta kekhawatiran ekonomi makro yang saat ini kondisinya begitu fluktuatif.

Melihat adanya kondisi tersebut, Bank BTPN kembali mengadakan Daya Fest 2022 sebagai upaya dalam pemberdayaan melalui program Daya yang sesuai dengan filosofi Bank BTPN dalam menjalankan bisnis dan visi, yakni dapat memberi makna lebih dalam kehidupan masyarakat. Salah satu upaya dilakukan oleh Bank BTPN dalam aktivitas ini adalah mendorong literasi masyarakat terhadap pengelolaan keuangan/finansial termasuk bagaimana kiat dalam pengelolaan finansial yang sehat dan tepat.

Prita Hapsari Ghozie selaku CEO & Principal Consultant ZAP Finance menyatakan bahwa dengan perencanaan keuangan membuat seseorang jauh lebih mudah dalam menata kesehatan keuangannya. “Karena dampaknya apabila tidak memiliki kesehatan keuangan yang baik ditemukan ada 86 persen menyebabkan masalah mental. Tidak heran keuangan yang tidak baik maka mental bisa drop. Maka inilah Pentingnya mengelola keuangan,” ungkap Prita dalam diskusi Daya Fest 2022 secara virtual (16/12/2022).

Menurutnya ada empat hal akan terjadi yang memperkuat fakta bahwa pentingnya pengelolaan, keuangan yang sehat.  Pertama, kemampuan mengelola keuangan dapat mengurangi stres hingga 45 persen. “Bisa saja kita tidak memiliki penghasilan yang diinginkan, tetapi saat kita mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan utama sebetulnya stress kita akan berkurang,” jelasnya.

Lalu kedua,  orang sudah aman secara kesehatan keuangan, 72% kesehatan mentalnya pasti akan naik. Ketiga, orang yang memiliki rencana keuangan itu memiliki aset hingga 60 persen lebih besar daripada orang yang tidak memiliki perencanaan keuangan.

“Keempat, biasanya yang sudah menikah angka potensi untuk berpisah jadi lebih kecil karena sekitar 24 persen ternyata perpisahan itu disebabkan oleh masalah konflik ekonomi. Bila bisa mengatasi masalah ekonomi, maka rumah tangga akan lebih harmonis. Prinsipnya adalah bagaimana membuat diri teman-teman baik di berbagai aspek apabila tidak memiliki kesehatan keuangan yang baik bisa berakibat pada kesehatan mental,” papar Prita.

Swa.co.id