Skip to main content

Channels

Protergo Optimis Terhadap Potensi Perangkat Lunak Keamanan Siber Buatan Indonesia

  • 19 Des 2022, 15:02 WIB
  • 0
Marco Cioffi, Co-Founder PT Protergo Siber Sekuriti (Foto: Protergo)

Protergo, perusahaan siber sekuriti terus berkomitmen untuk memperkuat keamanan siber dan melindungi Indonesia dari berbagai ancaman siber dengan memaksimalkan talenta lokal.  Protergo kini telah dipercaya oleh lebih dari 100 klien korporat lintas bisnis

Marco Cioffi, Co-Founder PT Protergo Siber Sekuriti, mengatakan, “Kami telah membangun segmen layanan yang kuat dalam 3 tahun terakhir dan mengembangkan lebih dari 150 talenta lokal dalam keamanan siber. Kita harus bergerak sekarang untuk mengembangkan produk inovatif untuk sektor keamanan siber yang dapat diekspor ke luar negeri.”

Tahun ini, Protergo juga mengantongi sertifikat CREST. Sertifikasi CREST adalah akreditasi yang menetapkan standar profesional untuk pengujian penetrasi. Sertifikasi CREST diakui di seluruh dunia oleh industri jasa profesional dan pembeli sebagai indikasi terbaik dari pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi.

Keamanan siber masih menjadi masalah di Indonesia. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan telah terjadi lebih dari 108 juta serangan siber yang ditujukan ke Indonesia sejak 1 Januari hingga 7 September 2022.Presiden Joko Widodo saat membuka sesi ketiga KTT G20 di Bali November lalu menyebutkan potensi kerugian kejahatan dunia maya terhadap ekonomi dunia bisa mencapai US$ 5 triliun atau Rp 78.096 triliun (asumsi kurs Rp 15.615 per dolar AS) pada 2024 mendatang.

“Serangan siber masih menjadi musuh yang harus kita lawan bersama. Sepanjang tahun 2022, Protergo berhasil mendeteksi dan memblokir lebih dari 100.000 serangan siber. Tidak hanya itu, serangan seluler meningkat secara dramatis pada tahun 2022. Protergo saat ini mendeteksi dan memblokir 15.000 serangan per hari dan menyadari bahwa dalam 6 bulan terakhir, ancaman seluler telah meningkat secara eksponensial.” tambah Marco Cioffi.

Protergo dan Indonesia, menurut Marco, harus bergerak untuk mengembangkan sektor keamanan siber yang lebih kuat. Indonesia yang memiliki lebih dari 260 juta penduduk,  harus memanfaatkan ini untuk membangun sektor layanan yang kuat.

“Kita harus mulai mengembangkan perangkat lunak keamanan siber sendiri untuk perlindungan nasional. Kami telah mengembangkan Sentinel – perangkat lunak perlindungan keamanan siber pertama untuk aplikasi seluler dan sekarang kami meluncurkan Vigo – pemindai keamanan siber pertama yang khusus berfokus untuk infrastruktur digital Indonesia. Protergo tidak akan pernah berhenti memanfaatkan apa yang kami miliki untuk memperluas dan memperkuat sistem pertahanan siber kami untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pengguna kami.” ujar Marco Cioffi.

Terbaru