Skip to main content

Channels

Rahasia Bisa Tingkatkan Nilai Tambah Produk dan Perluas Akses Pasar

  • 21 Des 2022, 14:19 WIB
  • 0
Gedung Kementerian Perdagangan

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kasan menyarankan perlu adanya strategi dalam menghadapi tantangan perdagangan global pada 2023 mendatang. Keterkaitan kondisi perekonomian nasional dengan perekonomian global menjadi tantangan sekaligus peluang di sektor perdagangan. Kementerian Perdagangan berupaya mengantisipasi dinamika perekenomian dunia dengan melakukan strategi dalam meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas akses pasar ekspor.

Hal itu terungkap dalam ‘Seminar Outlook Perdagangan Indonesia Tahun 2023’ dengan narasumber Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Kamdani. Seminar ini sekitar 70 peserta yang berasal dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, KADIN, media massa, dan asosiasi.

“Strategi kebijakan diarahkan pada peningkatan nilai tambah produk yang diperdagangkan melalui hilirisasi industri dan iklim usaha yang kondusif, ekspansi dan penetrasi ke pasar ekspor nontradisional, serta peningkatan akses pasar internasional melalui perjanjian perdagangan dan misi dagang. Kami berharap pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga dan terus menjadi kekuatan Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian perekonomian global,” jelasnya dikutip dalam keterangan tertulis, di Jakarta (21/12/2022).

Adapun peningkatan dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi maupun fasilitasi lainnya juga menjadi fokus strategi Kementerian Perdagangan. Pemerintah terus berupaya memperkuat pasar dalam negeri melalui instrumen trade remedies dan melakukan pengendalian impor secara selektif. Penguatan pasar dalam negeri dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menjadi kekuatan Indonesia menghadapi ketidakpastian perekonomian global.

“Diskusi hari ini menjadi forum bertukar pikiran terkait gambaran peluang dan tantangan perdagangan global dan nasional pada 2023. Selain itu, juga untuk mendapatkan masukan langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan. Hasilnya nanti tentu dapat digunakan untuk membantu pembuatan rumusan strategi kebijakan jangka pendek dan menengah. Hal ini guna menjaga kinerja perdagangan Indonesia pada 2023,” imbuhnya.

Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 persen YoY pada kuartal III–2022. Sementara, neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus selama 31 bulan berturut- turut. Surplus perdagangan hingga periode Januari–November 2022 menembus angka US$ 50,59 miliar. Angka tersebut melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada 2006 dengan nilai surplus mencapai US$ 39,73 miliar. Kinerja ekspor pada Januari–November 2022 juga mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni tumbuh 28,16   persen dan mencapai US$ 268,18 miliar.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Terbaru