Riset Trellix Mengidentifikasi Serangan Siber Berpotensi Meningkat di 2023

08 Des 2022, 13:34 WIB

Trellix, perusahaan cybersecurity yang menyediakan solusi XDR (extended detection and response), merilis laporan tahunan yang memprediksi ancaman siber di 2023. Data yang dilansir Trellix Advanced Research Center (ARC) mengidentifikasi potensi lonjakkan serangan yang dimotivasi oleh kepentingan geopolitik di wilayah Asia dan Eropa, kegiatan hacktivisme (serangan yang dimotivasi agenda politik) antar partai politik, serta kerentanan di rantai pasok software inti.

John Fokker, Head of Threat Intelligence Trellix menyebutkan,  peristiwa politik global serta adopsi teknologi baru akan melahirkan ancaman yang baru pula dari penjahat-penjahat siber yang lebih inovatif. “Kemampuan untuk memprediksi di dunia keamanan siber merupakan hal yang vital. Di saat lembaga atau perusahaan fokus ke ancaman siber yang dekat, kami menyarankan semua pihak untuk melihat jauh ke depan agar kita memiliki posisi yang proaktif dalam menghadapinya,” kata Fokker dalam keterangan tertulis pada Kamis (8/12/2022)

Trellix ARC merupakan pusat yang mewadahi ratusan analis dan peneliti keamanan siber di dunia yang bertujuan untuk membantu komunitas dan organisasi intelijen ancaman global dengan indikator serta wawasan baru yang dikumpulkan dari jaringan sensor ekstensif Trellix.

Trellix ARC memprediksi ancaman-ancaman berikut di 2023, antara lain konflik geopolitik dan zona abu-abu. Faktor geopolitik akan terus menjadi alasan utama yang melatarbelakangi kampanye misinformatif serta serangan siber yang dibarengi dengan aktivitas militer aktif.

Kemudian, haktivisme yang memicu sekelompok individu terdorong oleh propaganda bersatu untuk tujuan yang sama, mereka akan meningkatkan penggunaan alat siber untuk menyuarakan kemarahannya dan membuat kekacauan di seluruh dunia. Pelaku kejahatan siber maupun peneliti keamanan siber akan meningkatkan studi mereka terhadap lapisan kerangka software yang lebih mendalam, sehingga menyebabkan timbulnya serangan siber terkait dengan isu rantai pasok software yang lebih banyak.

Selanjutnya, peningkatan aktivitas oleh serangan siber dari kalangan remaja akan semakin terlibat dalam kejahatan dunia maya, mulai dari serangan berskala besar terhadap perusahaan dan pemerintah hingga kejahatan tingkat rendah yang menargetkan keluarga, teman, teman sebaya, dan orang asing. Penggunaan jasa outsourcing untuk pembuatan dan pengoperasian malware, diversifikasi pengembangan malware, dan penggunaan leaked source code akan membuat atribusi ancaman siber ke penjahat siber tertentu semakin sulit.  Ancaman siber global terhadap infrastruktur penting akan segera terjadi seiring dengan berkembangnya perang siber.

Lalu, serangan phising akan semakin meningkat di aplikasi dan layanan komunikasi bisnis umum seperti Microsoft Teams, Slack, dan lainnya, kemampuan canggih perangkat internet of things (IoT) konsumen dan perusahaan akan dimanfaatkan oleh peretas untuk menambang cryptocurrency, dan serangan terhadap satelit dan aset-aset luar angkasa lainnya akan meningkat dan semakin umum di 2023.

Swa.co.id