Strategi Coconis Capai Penjualan 1 Juta Box Setahun

18 Dec 2022, 10:52 WIB
Owner Coconis, Nina Anwar (Kanan)

Setiap orang mendambakan tubuh yang sehat dan ideal. Tak heran, industri produk detox diprediksi akan terus tumbuh. Konsultan bisnis Fact.MR melaporkan, penjualan produk detox secara global telah mencapai US$ 51 miliar pada 2021. Diproyeksikan, valuasi penjualan produk tersebut akan melonjak hingga US$ 80 miliar pada 2031.

Diet detox atau biasa dikenal detoksifikasi adalah cara untuk membersihkan racun dalam tubuh. Sebagian besar produk diet detox dikemas dalam bentuk minuman serbuk, teh, atau kapsul.

Di Indonesia, penjualan produk diet detox kian menggiurkan seiring tingginya minat masyarakat untuk menurunkan berat badan. Kebutuhan terhadap tren tersebut dimanfaatkan oleh Coconis untuk menghadirkan kembali minuman serbuk rasa coklat yang diklaim dapat membantu membakar lemak dalam tubuh.

Dijelaskan Nina Anwar, Owner Coconis, pihaknya telah hadir sejak 2018 dan mendapat respon positif oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya, pandemi Covid-19 membuat merek asal Malaysia ini harus menghentikan sementara pemasaran produknya di Tanah Air.

“Sebenarnya Coconis telah diluncurkan sejak 2018, ketika itu kami berkolaborasi dengan Inul Daratista sebagai brand ambassador dan partner bisnis Coconis,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (17/12/2022).

Melihat kondisi pandemi yang mulai membaik, Nina pun kembali agresif menggarap pasar Indonesia. Dengan menggandeng influencer Arif Muhammad atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mak Beti sebagai brand ambassador, Coconis aktif memanfaatkan platfom media sosial sebagai kanal komunikasi pemasarannya, terutama Tiktok.

“Untuk pemasaran, kami akan kerja sama dengan Tiktok. Kami akan menggaet Tiktokers daerah, jadi setiap daerah ada Tiktokers yang mewakili karakteristik daerahnya sehingga lebih dekat dengan target konsumen,” jelas Nina.

Coconis juga memanfaatkan semua kanal penjualan digital untuk mempromosikan produknya, seperti Shopee dan Tokopedia. Sementara untuk offline store, saat ini Coconis sudah tersedia di K3 Mart Medan. Ke depan, pihak berencana memperluas penjualan ke modern market dan minimarket di Indonesia.

Nina juga mengaku, produknya ini telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang aman bagi konsumen. Dengan strategi tersebut, Coconis berharap bisa menjual produknya hingga 1 juta boks setiap tahun. Adapun satu boks Coconis dijual dengan harga Rp 255 ribu berisi 15 sachet.

“Dengan kandungan sakura, chia seed, green coffee, garcinia, dan mix berry, Coconis dapat menjaga berat badan dan agar tubuh tetap sehat. Bisa diminum mulai usia 13 tahun, dengan catatan mengalami obesitas. Coconis dapat diminum 1 kali sehari di malam hari sebagai pengganti makan malam dan 2 kali sehari sebagai pengganti sarapan dan makan malam,” tutur Nina.